Pencari Karir Pencari Kandidat

Ide Usaha Rumahan yang Menguntungkan di Bulan Ramadan dan Kondisi Corona

24 Maret 2021 20:03 Pembekalan Karir 3593 KALI DIBACA 1 KOMENTAR 0 KALI DIBAGIKAN

Bulan Ramadan menjadi bulan penuh keberkahan sebab Allah SWT melipat gandakan pahala untuk setiap ibadah yang dilakukan oleh hamba-Nya. Di bulan ini juga, bulan yang membawa berkah bagi mereka yang membuka usaha. Sudah menjadi tradisi setiap tahunnya, usaha musiman di bulan Ramadan bermunculan, mulai dari usaha makanan, bingkisan sampai pakaian. Bagi yang memiliki jiwa bisnis dan tertarik memulai usaha, bulan Ramadan dimanfaatkan untuk mendulang rezeki dengan menjual berbagai produk.

 

Mengingat Ramadan tahun ini terasa berbeda akibat pandemi corona, alternatif ide usaha lain juga bermunculan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada. Karenanya, buat kamu yang berniat memulai usaha di Ramadan tahun ini, harus menjual produk yang nggak cuma mementingkan kualitas tapi kenyamanan dan kesehatan konsumen juga. Nah, beberapa ide usaha menarik yang menguntungkan di bulan Ramadan berikut ini bisa kamu jadikan inspirasi, yuk disimak!  

 

Usaha katering untuk sahur dan berbuka

Yang pertama adalah ide usaha katering untuk menu berbuka dan sahur. Usaha ini akan sangat menguntungkan terlebih kalau usahamu berada di lingkungan kos mahasiswa atau karyawan. Anak kos umumnya tidak sempat atau karena keterbatasan alat masak nggak bisa mengolah makanan sendiri, oleh karena itu kehadiran katering harian sangat dicari. 

 

Buat yang mau membuka usaha katering ini, harus bisa berkreasi dan berinovasi agar menu yang dibuat bervariasi, pelanggan jadi nggak bosan dengan menu makanan yang ditawarkan. Untuk memasarkan kateringmu, kamu bisa melakukannya melalui media sosial, sampaikan pesan kalau makanan yang disajikan dibuat dengan higienis dan bahan-bahan yang segar untuk membangun kepercayaan dan rasa aman di tengah kondisi covid-19 sekarang ini. Jangan lupa memperhatikan kecukupan gizi yang ada di setiap menu, lengkapi dengan sayur, buah dan susu.

 

Aneka minuman

Orang yang berpuasa harus menahan lapar dan dahaga di siang hari, menjelang maghrib rasa haus semakin menjadi-jadi terlebih di musim panas seperti sekarang ini. Meneguk minuman menyegarkan sudah menjadi keharusan orang-orang yang berbuka untuk menghilangkan dahaga. Nah, ide usaha minuman jadi lebih menggiurkan di bulan Ramadan ini. Variasi minuman seperti jus buah, teh, es buah, es blewah bisa jadi produk yang menguntungkan.

 

Mengingat masyarakat kini yang lebih memperhatikan kesehatan, kamu bisa menjual berbagai minuman herbal seperti jamu, wedang uwuh, wedang jahe yang berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh. Karena bazar dan pasar Ramadan tidak diperbolehkan untuk saat ini, kamu bisa menjualnya secara online dimulai dari saudara dan teman-teman terdekat.

 

Frozen food

Aneka makanan beku seperti siomay, chicken nugget, sosis, risoles juga banyak dicari bahkan sekarang beragam lauk juga bisa dibuat beku, seperti rendang, ayam goreng, ikan fillet dll. Masyarakat kini mengurangi kegiatan berbelanja langsung. Orang-orang lebih memilih membeli bahan makanan yang bisa disimpan untuk waktu yang lama, agar meminimalisir bepergian keluar rumah.

 

Usaha frozen food bisa kamu lakukan secara online, mulai dari promosi di grup chat keluarga, lingkungan rumah sampai media sosial. Kamu bisa membuat makanan sendiri untuk dijual atau mencoba peruntungan sebagai reseller. Temukan supplier dengan harga dan kualitas terbaik juga ya. Akan lebih menambah nilai jual kalau makanan dibuat tanpa bahan pengawet.

 

Busana muslim

Di bulan Ramadan umat muslim akan lebih memaksimalkan ibadahnya dengan harapan mencapai ridho Allah SWT. Tak terkecuali dengan memakai pakaian tertutup, busana muslim akan dicari sebagai menunjang kewajiban muslim untuk menutup aurat sekaligus memberikan kesan modis. Kamu bisa menawarkan produk baju koko, gamis, pakaian lengan panjang atau kerudung. Usaha ini nggak hanya menjanjikan di bulan Ramadan dan Idul Fitri saja lho, bisa juga berlanjut menjadi usaha tetap kalau kamu terus menawarkan tren busana yang sedang berkembang dengan harga yang kompetitif. Kamu bisa memulai usaha ini dengan modal kecil sebagai reseller atau dropshipper.

 

Saran untuk kamu yang ingin berbisnis busana muslim, tentukan target pasarmu terlebih dulu. Jika targetnya remaja usia 18-25 tahun, kamu bisa menyediakan model busana muslim dengan desain simple nan elegan juga warna yang cenderung soft. Karena milenial sekarang ini lebih menyukai warna-warna pastel yang minimalis agar mudah dipadukan.

 

Aneka kue dalam toples

Bulan Ramadan nggak lengkap rasanya tanpa kue dan kudapan khas seperti nastar, kastengel, lidah kucing, coklat dan snack pendamping lainnya. Produk kue dalam toples akan sangat diburu di bulan puasa apalagi menjelang hari raya tiba. Nah, saat kondisi wabah seperti sekarang ini, kamu bisa menjual produk kue lebaran secara online dengan menggunakan jasa antar ojek online atau logistik.

 

Saat kondisi social distancing seperti sekarang ini, orang-orang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah, kudapan ringan seperti stik keju, wafer dan variasi kue kering bisa jadi teman ngemil sambil bersantai bersama keluarga.

 

Usaha bahan-bahan masakan

Untuk memberdayakan pedagang yang kesulitan mendapatkan pelanggan di pasar, kamu bisa bekerja sama dengan menjual bahan masakan secara online. Orang-orang yang harus di rumah juga membutuhkan ketersediaan bahan masakan, kamu bisa menjadi penghubung antar keduanya.

 

Kalau sebelumnya usaha katering menyajikan makanan jadi, usaha bahan masakan menyediakan bahan-bahan mentah untuk dimasak. Kamu bisa menyediakan beragam bahan masakan setiap harinya. Misal nih, untuk hari Senin tersedia bahan masakan sayur asam dan ayam bacem, selasa dan seterusnya bisa kamu kombinasi sesuai keinginan pelanggan. Kamu bisa melakukan survei dengan memanfaatkan fitur polling di Instagram Story untuk mencari tahu menu makanan yang diinginkan.

 

Itu tadi 6 ide usaha rumahan yang menguntungkan di tengah kondisi corona dan di bulan Ramadan saat ini. Semoga bisa menginspirasi Sahabat TopKarir yang membaca di rumah ya. Yuk temukan tips-tips dan informasi karir lainnya di aplikasi TopKarir. Download aplikasinya gratis di Play Store dan App Store!

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Ramadan Berlalu, Ini Amalan yang Baik Dilakukan di Bulan Syawal

Ramadan Berlalu, Ini Amalan yang Baik Dilakukan di Bulan Syawal

Dalam hitungan hari bulan Ramadan akan segera berakhir, dan semua umat Islam akan menyambut hari raya Idul Fitri 1 Syawal dengan suka cita. Meski Ramadan sudah berlalu, kita akan menyambut bulan yang nggak kalah istimewa dari bulan Ramadan, yakni bulan Syawal.   Sebagai bulan terbaik setelah bulan Ramadan, di bulan Syawal umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan ibadah baik wajib maupun sunnah untuk lebih mendekatkan diri pada Allah SWT. Diharapkan kebaikan dan amalan yang kita lakukan saat Ramadan dapat terus berlanjut di bulan Syawal dan bulan-bulan berikutnya.    Keistimewaan bulan Syawal bisa diisi dengan melakukan beberapa ibadah sunnah, salah satunya berpuasa enam hari pertama di bulan Syawal. Amalan baik lainnya yang bisa kamu lakukan agar meraih keistimewaan Syawal bisa kamu simak di bawah ini.   Puasa 6 hari di awal bulan Syawal   Setelah berpuasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan, di awal bulan Syawal kita dianjurkan untuk melanjutkan puasa selama 6 hari dengan ganjaran pahala yang amat besar. Keistimewaan puasa Syawal dijelaskan dalam hadis riwayat Muslim Abu Ayyub Al Anshori yang pernah mendengar sabda Nabi Muhammad SAW.   "Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh." (HR Muslim).   Niat yang ikhlas untuk berpuasa 6 hari di awal bulan Syawal membuat kamu mendapatkan pahala setara dengan berpuasa selama setahun penuh. Tapi ingat ya, pada 1 Syawal / Idul Fitri kita diharamkan untuk berpuasa, jadi kamu baru bisa menunaikan ibadah puasa sunnah 6 hari setelah Idul Fitri. Melihat keistimewaan puasa sunnah di awal bulan Syawal ini, sebagai umat Muslim kita harus bisa memanfaatkan bulan Syawal untuk menambah pundi-pundi pahala.   Meningkatkan silaturahmi Amalan selanjutnya yang baik dilakukan di bulan Syawal adalah bersilaturahmi. Silaturahmi dalam suasana Idul Fitri atau yang dikenal oleh masyarakat Indonesia halal bi halal punya keistimewaan juga di bulan Syawal. Kita diharuskan untuk menjaga kedekatan antar sesama saudara Muslim dan saling bermaafan atas segala kekhilafan yang pernah dilakukan.   Maaf memaafkan adalah salah satu bentuk keimanan kita kepada Allah SWT. Menyingkirkan sifat arogan dan menghilangkan dendam dengan bermaafan juga sudah dijelaskan dalam Al-Quran surah Al-A’raf ayat 199.   “Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh,” (QS. Al-A’raf:199)   Rasulullah SAW juga mengatakan barang siapa yang menjaga silaturahmi ganjarannya ialah perluasan rezeki. Hal itu sebagaimana dijelaskan dalam HR Al-Bukhari dan Muslim bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda siapa saja yang ingin diluaskan rezeki dan dipanjangkan pengaruhnya, maka sambunglah tali persaudaraan.   Meskipun dalam kondisi pandemi covid-19 dimana kita harus saling menjaga jarak, silaturahmi dapat terus berjalan dengan bantuan perangkat online. Kamu bisa saling mengirimkan pesan ucapan Idul Fitri dan saling bermaaf-maafan lewat beragam jaring komunikasi / media sosial.   Itikaf di Masjid I’tikaf atau berdiam diri di dalam masjid juga jadi salah satu keutamaan di bulan Syawal. Berdiam diri di masjid bukan berarti nggak melakukan apa-apa ya, melainkan dengan melaksanakan shalat 5 waktu, shalat sunah atau membaca Al-Quran. Tujuannya ialah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menyempurnakan pahala Ramadan sebelumnya.   Biasanya I’tikaf dilakukan 10 hari terakhir di bulan Ramadan. Pelaksanaan I’tikaf banyak yang dilakukan saat malam hari, tapi ada juga yang melaksanakannya selama seharian penuh tanpa kelur masjid.   I’tikaf juga bisa lho dilakukan di bulan Syawal, kalau di bulan Ramadan kamu belum sempat melaksanakannya. Tapi, yang jadi pertanyaan dalam kondisi pandemi seperti ini, bagaimana cara beri’tikaf? Dilansir Tribunnews, Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Jawa Tengah, Wahid Ahmadi menjelaskan, kita boleh melakukan i’tikaf di masjid asalkan masjid tersebut kosong dan hanya kita sendiri yang beri’tikaf. Tapi ada baiknya kita menghindari beri’tikaf di masjid agar nggak ada orang lain yang mengikuti dan malah mendatangkan lebih banyak orang.   Wahid Ahmadi juga menyarankan agar melakukan i’tikaf di rumah aja. Asalkan kita tetap semangat dalam beribadah, rumah akan terasa seperti masjid.   Menjaga shalat malam dan ibadah sunah lainnya Di bulan Ramadan umat Islam sudah terbiasa dengan shalat malam tarawih. Nah, ketika Ramadan sudah lewat shalat sunah tahajud bisa dikerjakan untuk menyambung pahala ibadah Ramadan.    Sejatinya mengamalkan shalat malam sesudah shalat wajib akan membawa kebaikan untuk diri sendiri. Karena itu ada baiknya jika amalan sunnah yang biasa dilakukan selama Ramadan, jangan sampai terputus saat bulan Syawal bahkan bulan-bulan seterusnya.   Itu tadi beberapa amalan baik yang bisa kamu lakukan di bulan Syawal agar kemenangan Idul Fitri semakin sempurna, dan bisa menjadi insan yang lebih baik lagi di hadapan Allah SWT. Yuk temukan tips-tips dan informasi karir lainnya di aplikasi TopKarir. Download aplikasinya gratis di Play Store dan App Store!  
Komentar
Shures Arwasyi
Shures Arwasyi
866 hari lalu
wah thanks nice artikel!
TopKarir Indonesia
TopKarir Indonesia
866 hari lalu
edit