Pencari Karir Pencari Kandidat

Mengenal Pivot, Strategi Andalan Supaya Bisnis Terus Berkembang

26 April 2021 11:04 1303 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 2 KALI DIBAGIKAN

Pivot adalah istilah dalam dunia bisnis yang saat ini sangat sering dibicarakan, kenapa? Karena persaingan bisnis saat ini sangat "ketat". Banyak penyebab jatuhnya bisnis atau bisnis menjadi gitu-gitu aja dikarenakan strategi marketing.

 

Kemajuan teknologi digital, seperti gampangnya membuat iklan di berbagai platform yang langsung menyentuh calon pembeli, meniru produk pesaing, sangat gampang dilakukan. 

 

Kondisi politik, pandemi dan perubahan kemajuan zaman juga membuat pelaku bisnis harus mengubah strategi bisnisnya atau Pivot. 

 

Apa itu Pivot?

Pivot adalah aktivitas perubahan strategi bisnis atau model bisnis dengan tetap mempertahankan visi bisnis itu sendiri.

 

Pivot ini sendiri sebenarnya terinspirasi dari olahraga basket, dimana gerakan si pemain yang mengubah arah tetapi tetap bertumpu pada satu kaki, dengan tujuan memasukkan bola ke dalam keranjang.

 

Kapan Pivot diperlukan? Saat yang tepat melakukan Pivot berbeda untuk setiap Perusahaan, tergantung situasi yang dialami, tapi beberapa bisa dilakukan saat seperti di bawah ini:

 

1. Market tidak lagi relevan

Market tidak lagi relevan, contohnya saat pandemi dan berjalannya peraturan PSBB, bisnis makanan yg biasanya day-in mau gak mau harus mengubah strategi jadi delivery.

 

Hal itu pastinya memaksa bisnis makanan harus bekerjasama dengan perusahaan delivery atau platform seperti Gofood atau Grabfood.

 

2. Ada bisnis model baru yg lebih menguntungkan

Kita boleh merasa bangga dengan produk yang kita tawarkan atau hasilkan, tapi kita juga harus melihat kemauan konsumen atau pasar. Tidak ada salahnya jika kita menambah produk atau bisnis baru yang memang saat ini sangat dibutuhkan konsumen.

 

Contohnya perusahaan Grup Sinar Mas yang selama ini hanya memproduksi pulp dan kertas, sejak pertengahan April 2020 mulai memproduksi masker, kenapa? Karena saat pandemi, masker adalah produk yang sangat dibutuhkan dan tentu saja menguntungkan.

 

3. Bisnis dengan pendapatan yang sangat menurun

Saat pendapatan bisnis mulai menurun, maka harus mulai melakukan pemeriksaan dalam bidang laporan keuangan, produk, strategi marketing dan SDM. Paling banyak mendapat perhatian adalah dalam strategi Marketing dan produk itu sendiri. 

 

Misal, perhatikan feedback negatif atas produk dari pembeli atau investor. Lakukan evaluasi segera dan melakukan inovasi atau Pivot agar bisa menyelamatkan Bisnis. Pivot dalam bisnis yang bisa kamu lakukan antara lain :

 

  1. Beradaptasi dengan kemauan pasar atau pembeli: Makanan siap saji bisa ditambah dengan produk yang Frozen.
  2. Mengubah strategi marketing dengan melakukan penjualan langsung atau "jemput bola". Biasanya Pembeli yang harus bersusah payah mencari produk kita, tapi dengan cara jemput bola, pembeli akan gampang mendapatkan produk kita. Contohnya dengan membuat stand di tempat keramaian, pemukiman, perkantoran, dll.
  3. Melakukan dialog dengan pelanggan, mulailah menanggapi kolom komentar dalam media sosial bisnis kita. Dari situ kita akan tau apa yang diinginkan pelanggan kita agar kita bisa lebih menyempurnakan produk dan layanan bisnis.
  4. Mencoba merambah segmen pasar, misal jika skin care yang kita jual selama ini hanya berfokus untuk wanita dewasa saja, maka kita bisa mengubah atau menambah dengan segmen untuk anak-anak, remaja bahkan skin care buat pria.

 

Pivot akan menjadi sangat efektif jika sebelum eksekusi, dilakukan penelitian yang sangat dalam agar perubahan strategi atau perubahan produk yang akan dilakukan tidak menjadi sia-sia.

 

Yuk cari tahu informasi dan tips karir menarik lainnya di sini. Download aplikasi TopKarir sekarang atau kunjungi topkarir.com untuk mendapatkan informasi lowongan kerja ter-update.

 

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Tips Membangun Bisnis Berbasis Teknologi

Tips Membangun Bisnis Berbasis Teknologi

Apa kamu punya keinginan untuk membangun bisnis berbasis teknologi? Sebelum memulai mewujudkan keinginan tersebut, ada baiknya kamu tau enam tips penting ini. Apa aja ya?   Jadi 'trendsetter Banyak anak muda kurang berani dan hanya ikut arus yang sudah ada. Soal era industri 4.0 bukan hanya soal big data, AI atau robotic aja, justru tantangan utama adalah berani menciptakan solusi dan berani mengeksekusi ide.   Efisiensi Salah satu hal yang kurang dipersiapkan dunia pendidikan kita adalah melatih soft skill untuk menghadapi kehidupan nyata. Padahal soft skill seperti kemampuan untuk bekerjasama, berkolaborasi, mempresentasikan dan mengomunikasikan ide sangat penting dan harus terus ditingkatkan agar efisiensi kerja tercapai.   Berkelanjutan Anak muda saat ini cenderung mudah menyerah sehingga apa yang dilakukan seringkali engga tuntas. Membangun bisnis berbasis teknologi bukanlah sebuah perlombaan lari sprint tetapi justru lari maraton yang membutuhkan stamina, kesabaran, ketekunan dan kegigihan jangka panjang.   Kolaborasi Gagasan Membawa STEM ke dalam bisnis dapat dilakukan dengan melakukan kolaborasi ide-ide. Saat ini bisnis engga bisa berjalan tanpa teknologi dan sebaliknya teknologi engga bisa berkelanjutan tanpa bisnis yang baik.   Memperluas spektrum Di Indonesia, bisnis yang berkembang memiliki spektrum luas, mulai dari bisnis teknologi 4.0 sampai industri 1.0. Ada banyak industri rempah, budaya, hasil bumi seperti kopi yang juga perlu juga dikembangkan secara keilmuan dan juga bisnis. Kita tetap mengejar bisnis berbasis teknologi tinggi untuk masa depan tetapi juga engga lupa untuk mengilmukan bisnis-bisnis tradisional.   Kemampuan organisasi Salah satu hal yang perlu ditingkatkan oleh kita adalah kemampuan organisasi, karena saat mendapatkan modal besar, banyak dari kita kemudian gagap bagaimana melakukan organization scaling dan organization excellent. Masih banyak anak muda yang belum siap dalam membesarkan dan mengatur unit bisnis secara baik.   Nah, saatnya kamu terapkan enam tips ini supaya bisnis berbasis teknologi yang kamu impikan bisa tercapai dengan baik! Yuk temukan tips lainnya di aplikasi TopKarir. Semangat Sahabat TopKarir!
Komentar