Pencari Karir Pencari Kandidat

Gaji Sih Belum 20 Juta, Tapi Finansial Sudah Merdeka, Gini Caranya

24 Maret 2021 20:03 3794 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 1 KALI DIBAGIKAN

Media sosial selalu jadi teman berkeluh kesah bagi banyak orang, nggak terkecuali salah seorang pemilik akun Facebook yang lagi viral ini. Status yang berisi keluhan finansialnya sedang marak dibicarakan warganet. Ia menceritakan kondisi keuangannya yang tidak baik akibat pandemi covid-19. Gajinya sebesar Rp 20 juta perbulan harus dipotong setengahnya yakni sekitar Rp 10 juta. Tapi, yang bikin warganet geger, gaji tersebut habis hanya untuk membayar cicilan mobil dan KPR rumah, ditambah ia juga meminta bantuan sosial dari Pemerintah.

 

Sebagian besar orang menganggap, gaji Rp 10 juta sudahlah besar dan bisa mencukupi kebutuhan hidup selama sebulan. Kasus di atas membuktikan bahwa sebenarnya gaji besar nggak menjamin seseorang bisa lepas dari kecemasan finansial, semua tergantung bagaimana cara kita mengatur keuangan dengan baik dan bijaksana.

 

Keadaan bebas dari tekanan dan kecemasan finansial bisa disebut dengan merdeka finansial. Susah nggak sih buat merdeka secara finansial? Yang pasti nggak gampang, tapi semua bisa dipelajari dengan perencanaan keuangan dan langkah yang matang. Nah, supaya kondisi keuangan kamu selalu sehat dan bisa merdeka secara finansial dengan penghasilan yang sekarang kamu punya, kamu bisa belajar dari tips-tips berikut ini.

 

Catat semua anggaran keuangan

Hal pertama yang perlu dilakukan untuk mencapai kemerdekaan finansial sejak dini yakni mencatat pemasukan dan pengeluaran rutin secara rinci untuk memahami kondisi keuangan kamu. Selepas gajian, kamu bisa mencatat pemasukan dan detail pengeluaran seperti kebutuhan sehari-hari, transportasi, hiburan, tagihan listrik, internet dan utang. Hal ini akan membuka mata kamu akan kondisi keuangan yang kamu miliki, untuk apa uang yang dihabiskan dan mencegah pengeluaran konsumtif yang bisa mencekik dompet kamu.

 

Mulai berinvestasi

Banyak milenial yang masih ragu memulai investasi dan lebih memilih menyimpan uangnya untuk ditabung. Tapi, tahu nggak sih? Inflasi bisa membuat nilai uang yang tersimpan semakin menurun.  Karena itu, investasi jadi jalan keluar agar kamu nggak mengalami kerugian akibat inflasi, malah bisa menghasilkan keuantungan.

 

Investasi punya beragam instrumen diantaranya deposito, reksadana, saham, obligasi, tabungan emas atau lainnya. Dalam investasi dikenal prinsip high risk high return, artinya kalau kamu mau hasil yang besar, kamu harus siap menanggung risiko yang besar juga.

 

Kalau mau yang aman dan rendah risiko dengan return paling tinggi sekitar 6%, pilih deposito. Mau cari return besar dan siap dengan risiko yang juga besar, bermainlah di saham. Kalau saham terlalu ribet dipelajari, ambil saja reksa dana. Intinya sesuaikan dengan tujuan dan profil risiko yang kamu punya.

 

Proteksi diri dengan asuransi

Apa sih pentingnya asuransi? Jadi gini, asuransi itu berguna untuk mengurangi akibat yang ditimbulkan dari risiko yang terjadi, mengingat kita nggak pernah tau apa yang akan terjadi keesokan hari.

 

Tanpa asuransi, akibat dari risiko bisa berdampak besar untuk kondisi finansial kamu nantinya. Karena itu jadi salah satu aspek penting untuk mewujudkan kemerdekaan secara finansial. Asuransi bisa memproteksi kendaraan kamu, kesehatan, rumah dan berbagai macam produk asuransi lainnya sesuai yang kamu butuhkan.

 

Miliki dana darurat dan dana pensiun

Meskipun pensiun masih jauh, kamu harus ingat kebutuhan hidup yang harus dipenuhi pasca pensiun dimana kamu sudah nggak produktif lagi akan tetap berjalan. Karena itu dana pensiun sangat penting direncanakan sejak dini untuk mencukupi kebutuhan setelah pensiun atau sebagai modal membangun usaha.

 

Pilihan merencanakan dana pensiun cukup beragam, mulai dari Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan yang mengambil sekitar 5% dari penghasilan kamu sampai Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).

 

Kamu juga harus memiliki dana darurat untuk mengantisipasi situasi yang nggak terduga.  Idealnya kamu harus punya dana darurat sebesar 5 sampai 6 kali pengeluaran rutin bulanan.

 

Berhutang boleh aja asal ..

Gaya hidup anak muda seringkali membuat mereka nggak sadar risiko besarnya utang konsumtif yang mengancam kesehatan finansial. Untuk itu perlu adanya kesadaran dalam membedakan mana utang produktif dan mana utang konsumtif.

 

Utang produktif adalah utang yang digunakan untuk meningkatkan pendapatan. Misalnya membeli aset produktif yang akan bertambah nilainya seperti properti, atau membangun bisnis. Sedangkan utang konsumtif adalah utang yang bertujuan memenuhi keinginan peminjam yang sifatnya konsumtif.

 

Maksimal utang yang sehat adalah sebesar 30% dari jumlah pendapatan, dan nggak boleh lebih. Kalau melebihi itu, kamu bisa mengalami hal yang sama seperti kasus status Facebook di atas, nggak mau kan sengsara karena finansial?

 

Miliki penghasilan tambahan

Kalau dirasa kebutuhan kamu sudah bertambah, sudah berkeluarga atau memiliki tujuan yang lebih besar, sudah saatnya untuk menambah pundi-pundi penghasilan. Kamu bisa mulai mencari lowongan kerja baru yang sesuai dengan kapasitas dan waktu kamu, atau bisa juga mencari pekerjaan freelance yang lebih bebas dan nggak terikat waktu. Semua bisa kamu dapatkan dengan mudah di TopKarir, sahabat perjalanan karir kamu.

 

Tapi perlu diingat lagi ya, berapapun jumlah penghasilan yang kamu punya kalau mau merdeka secara finansial, manajemen keuangan yang baik adalah penentunya.

 

Itu tadi 6 cara mengelola keuangan dengan baik agar bisa merdeka finansial sejak usia muda. Jangan ditunda-tunda, mulailah dari sekarang juga! Semoga tips di atas bisa menginspirasi Sahabat TopKarir yang membaca di rumah ya. Yuk temukan tips-tips dan informasi karir lainnya di aplikasi TopKarir. Download aplikasinya gratis di Play Store dan App Store.

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
5 Rahasia Sukses Merencanakan Investasi

5 Rahasia Sukses Merencanakan Investasi

Bagi yang sudah atau belum pernah berinvestasi, salah satu kendala utama yang seringkali dihadapi adalah kesulitan dalam membuat perencanaan. Umumnya yang terjadi di masyarakat adalah banyak yang berinvestasi namun tidak disertai tujuan yang jelas, padahal itu adalah kuncinya. Jadi, sebenarnya apa sih 5 rahasia sukses merencanakan investasi?   5 rahasia sukses merencanakan investasi terdapat pada strategi perencanaan investasi itu sendiri. Seringkali investor melakukan keputusan investasi yang cenderung impulsif atau tanpa rencana, padahal keputusan berinvestasi sebaiknya disertai dengan perencanaan yang matang. Salah satu konsep yang dapat digunakan untuk memudahkan dalam merencanakan investasi adalah konsep S.M.A.R.T : Specific, Measurable, Achievable, Relevant, and Time-Based.   Specific Rahasia sukses merencanakan investasi yang pertama adalah Specific, dalam hal ini investasi Anda dimulai dengan menentukan tujuan. Tujuan yang tepat adalah tujuan yang dibuat secara spesifik. Semakin spesifik tujuan yang Anda buat, semakin tujuan itu dapat memudahkan Anda dalam mencapai tujuan investasi. Contohnya, jika Anda ingin berinvestasi untuk biaya kuliah anak pertama, maka Anda dapat menuliskan “Biaya Kuliah Anak Pertama 12 Tahun Mendatang”.   Measurable Selanjutnya, rahasia sukses merencanakan investasi yang kedua adalah measurable atau dapat diukur. Menurut financial expert Halofina, Eko P. Pratomo, pada acara Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV (05/03/2019). Saat membahas SMART Investment Planning, Eko mengatakan bahwa, yang dimaksud dengan measurable itu tidak hanya mengetahui berapa nilai tujuan investasi, tapi juga mengetahui cara mencapai tujuan investasi tersebut.   Contohnya, jika biaya kuliah saat ini mencapai Rp 100 juta, maka dengan perkiraan inflasi dana pendidikan sekitar 10 – 15% per tahun, itu artinya Biaya Kuliah Anak Pertama Anda 12 tahun mendatang yang perlu Anda siapkan adalah Rp 400 juta.   Achievable Rahasia sukses merencanakan investasi ketiga adalah achievable yang sangat berkaitan dengan poin sebelumnya, measurable. Setelah mengetahui nilai tujuan investasi Anda di masa mendatang, langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah mengukur kapasitas Anda dalam berinvestasi.   Jika Biaya Kuliah Anak Pertama Anda dalam 12 tahun mendatang bernilai sekitar Rp 400 juta, dan Anda sama sekali belum memiliki tabungan saat ini, maka perkiraan tabungan investasi yang harus Anda sisihkan dalam satu tahun berkisar Rp 18 juta, atau sekitar Rp 1,5 juta perbulan. Apakah sudah sesuai dengan kapasitas Anda?   Relevant Rahasia sukses merencanakan investasi keempat adalah mengenal instrumen investasi. Kebanyakan orang terlebih dahulu menanyakan instrumen investasi apa yang cocok, daripada menentukan tujuan investasi itu sendiri. Pemilihan instrumen investasi berkaitan erat dengan tujuan investasi Anda. Performa instrumen investasi Anda akan terlihat relevansinya secara maksimal jika Anda sudah terlebih dahulu memiliki tujuan investasi. Sebagai contoh, jika tujuan investasi Anda berjangka waktu pendek, sebaiknya memilih instrumen yang cenderung aman (konservatif. Untuk jangka waktu menengah bisa memilih instrumen yang tingkat resikonya moderat. Untuk jangka waktu panjang bisa memilih instrumen yang risikonya agresif.   Time-based Rahasia sukses merencanakan investasi yang terakhir berkaitan dengan penentuan waktu pencapaian tujuan investasi. Waktu pencapaian investasi menjadi sangat penting, karena pada dasarnya, “Investasi itu untuk mencapai kebutuhan masa depan yang belum tersedia dananya saat ini”, tulis Eko dalam bukunya 50 Financial Wisdom. Jadi, investasi itu bukan menumpuk dana yang dimiliki tanpa tujuan, sebaliknya, investasi merupakan cara mencapai goals kita di masa depan.   Strategi SMART ini dapat digunakan bagi yang ingin berinvestasi, baik yang akan memulai investasi maupun yang sudah berinvestasi namun belum pernah mencoba goal-based investing. Investasi yang dimulai sejak dini, akan membuat seseorang merubah pola pikirnya dari berhutang di masa depan menjadi menabung/berinvestasi untuk masa depan, sehingga berhutang tidak lagi menjadi pilihan.   Berhutang mungkin menjadi cara yang cukup familiar dan juga merupakan jalan pintas bagi kebanyakan orang. Kenapa bisa seperti itu? Seperti dilansir oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Survei Literasi Keuangan 2017, bahwa rendahnya tingkat literasi dan inklusi masyarakat Indonesia terhadap produk keuangan menjadi salah satu penyebabnya.   Penyebab kebanyakan orang takut memulai investasi adalah karena takut menghadapi kegagalan dalam berinvestasi. Maka dari itu, aplikasi Halofina hadir untuk memberikan solusi literasi dan inklusi keuangan yang mudah dan aman bagi para penggunanya. Aplikasi Halofina menggunakan teknologi robo advisor yang dapat memberikan rekomendasi tujuan investasi, instrumen investasi, dan monitoring performa investasi terhadap pencapaian impian masa depan.   Content Provide By:    
Komentar