Pencari Karir Pencari Kandidat

Data Apa Saja yang Ada di Slip Gaji? Cari tahu di sini!

24 Maret 2021 20:03 5914 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 1 KALI DIBAGIKAN

 Slip gaji adalah salah satu dokumen resmi yang menjadi bukti pembayaran upah pegawai dari perusahaan. Pada slip gaji biasanya akan tertera informasi berupa rincian penghasilan dan potongan yang diberikan pada karyawan dari perusahaan.

 

Tujuan pemberian dokumen ini adalah sebagai bukti tertulis perihal transaksi pembayaran hak-hak yang harus diterima karyawan. Dokumen ini menjadi bukti yang kuat jika nantinya karyawan ingin mendapatkan informasi mengenai hak dan kewajiban apa saja yang harus dibayarkan berkaitan dengan perusahaan. 

 

Format Slip Gaji Yang Baik

 

Slip gaji yang benar nantinya akan terdiri dari kelima komponen berikut, mulai dari informasi umum perusahaan, nominal pembayaran hingga bukti sah dokumen tersebut berupa tanda tangan atau cap perusahaan resmi. Berikut ulasan selengkapnya.

 

Baca juga: Pahami Konsep 3P dalam Mengelola Gaji Karyawan

 

1.Nama Perusahaan

 

Komponen utama ketika membuat slip gaji adalah menyertakan informasi umum perusahaan seperti nama dan alamat. Biasanya, di bawah nama dan alamat perusahaan akan ada keterangan kerahasiaan dokumen berupa kalimat “Private and Confidential”. Ini berarti, dokumen tersebut adalah pentigng dan bersifat rahasia yang mana hanya orang-orang yang tertera namanya saja yang boleh mengetahui. 

 

2. Data Karyawan

 

Informasi selanjutnya yang harus ada di slip gaji adalah data karyawan berupa nama, nomor pegawai, nomor NPWP dan data umum seputar nama divisi dan jabatan. Dalam data tersebut harus tertera tanggal pembayaran gaji dan rincian potongan yang didapatkan.

 

Adapun rincian pembayaran harus meliputi nominal penghasilan termasuk gaji pokok, tunjangan serta insentif lainnya jika ada. Sedangkan nominal potongan meliputi premi BPJS kesehatan, dan iuran lainnya yang disesuaikan dengan kebijakan setiap perusahaan.

 

Baca juga: 5 Langkah Membuat Anggaran Keuangan Pribadi

 

3. Keterangan Pembayaran Lengkap

 

Bagian terakhir adalah uraian lengkap pembayaran gaji, yang meliputi pendapatan sebelum pajak tahun berjalan, pendapatan setelah pajak tahun berjalan, pajak bulan berjalan, total pendapatan karyawan, dan nama bank sebagai lembaga pembiayaan.

 

Cara Membuat Slip Gaji Online

 

Kini Anda dapat membuat slip gaji secara online melalui penyedia jasa aplikasi perpajakan yang terdaftar dan diawasi oleh Direktorat Jenderal Pajak, seperti Online Pajak. Situs ini menyediakan layanan membuat slip gaji untuk ribuan karyawan secara otomatis dan sudah terintegrasi dengan sistem perhitungan pajak PPh pasal 21. 

 

Cara pembuatannya adalah sebagai berikut:

  • Login ke aplikasi OnlinePajak
  • Pilih menu partner dan pilih aplikasi HR yang telah bekerja sama dengan OnlinePajak
  • Melakukan pendaftaran
  • Buat slip gaji online sesuai dengan panduan yang tertera

 

Contoh slip gaji online yang akan keluar adalah sebagai berikut:

 

contoh slip gaji

 

Apakah perusahaan wajib memberikan slip gaji kepada karyawan?

 

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 78 tahun 2015 Pasal 17 Ayat 2, pemberian bukti pembayaran adalah wajib diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya sebagaimana butir yang berbunyi “Pengusaha wajib memberikan bukti pembayaran upah yang memuat rincian upah yang diterima oleh Pekerja / Buruh pada saat upah dibayarkan.”

 

 

Baca juga: Mengenal Jenis Kompensasi untuk Karyawan

 

Peraturan Pemerintah tersebut juga mencantumkan bahwa bukti pembayaran upah harus menyertakan rincian upah yang diterima karyawan di periode tersebut. Jenis upah yang wajib dibayarkan adalah mencangkup ke dalam:

  • Upah tanpa tunjangan
  • Upah pokok dan tunjangan tetap
  • Upah pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap

 

Selain sebagai bukti penerimaan upah, slip gaji juga memiliki berbagai manfaat lainnya, seperti menjadi informasi tertulis yang berisi tentang apa saja yang akan didapatkan dan dipotong dari hak karyawan sehingga pembayaran menjadi lebih jelas dan transparan. Manfaat berikutnya yang tidak kalah penting adalah, bukti pembayaran upah ini bisa menjadi salah satu syarat penting untuk mengajukan KPR Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ataupun Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).

 

Untuk mendapatkan informasi seputar HR dan dunia kerja lainnya klik di sini.

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Cara Membuat Surat Perjanjian Kerja Sama dan Contohnya

Cara Membuat Surat Perjanjian Kerja Sama dan Contohnya

  Surat perjanjian kerjasama adalah surat klausul atau ketentuan khusus yang dibuat sebagai kesepakatan tertulis antara dua atau lebih pihak yang berhubungan. Perjanjian kerja sama atau yang juga dikenal dengan Memorandum of Understanding (MoU) berisi perihal hak dan kewajiban para pihak terkait yang telah disetujui bersama dan bersifat mengikat.   MoU atau surat perjanjian kerjasama memiliki fungsi sebagai bukti tertulis yang menjelaskan bahwa pihak bersangkutan yang tercantum dalam dokumen adalah pihak yang mampu memenuhi seluruh kewajiban yang ditetapkan.    Baca juga: Hindari 5 Kesalahan Fatal ini Saat Mengirim Email Lamaran Kerja   Secara umum, surat perjanjian akan memiliki fungsi sebagai bukti tertulis yang menjamin keamanan bagi semua pihak, berfungsi sebagai surat yang mendeskripsikan hak dan kewajiban, mengurangi risiko hingga sebagai acuan penyelesaian ketika terjadi masalah. Lantas bagaimana cara membuat surat perjanjian kerjasama? Berikut ulasannya lengkap dengan contoh.   Baca juga: Cara Membuat CV yang Bikin HRD Jatuh Hati   Jenis Surat Perjanjian Kerjasama atau MoU   Sebelum membuat surat perjanjian, Anda perlu tahu jenis dari MoU yang biasa digunakan, yaitu: Surat perjanjian autentik: surat ini biasanya dibuat, dihadiri, atau diketahui oleh pejabat pemerintah yang berperan sebagai saksi Surat perjanjian di bawah tangan: surat perjanjian dibuat tanpa menghadirkan saksi atau tanda bukti dari pemerintah.  Surat perjanjian kerjasama yang baik dan benar Surat perjanjian yang sah dan benar memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Ada judul kontrak yang ditulis dengan singkat, jelas dan padat Identitas pihak yang bersangkutan dicantumkan dengan jelas Latar belakang perjanjian ditulis dengan jelas Jelaskan mekanisme penyelesaian masalah yang terjadi dalam sengketa Memiliki tanda tangan dari seluruh pihak yang terkait Surat perjanjian digandakan sesuai kebutuhan   Baca juga: 4 Tahap Menulis Email Pengajuan Magang   Contoh Surat Perjanjian Kerjasama   SURAT PERJANJIAN KERJASAMA   Yang bertanda tangan di bawah ini:   Nama:  Alamat:  Selanjutnya disebut sebagai pihak pertama   Nama:  Alamat :  Selanjutnya disebut sebagai pihak kedua   Untuk selanjutnya antara pihak pertama dan kedua memiliki perjanjian kerjasama dengan ketentuan sebagai berikut:   Pihak pertama menitipkan barangnya pada pihak kedua dengan sistem konsinyasi. Pihak kedua mendapatkan 10%dari omzet penjualan barang titipan pihak pertama.   Jumlah maksimal penitipan barang yang dilakukan pihak pertama kepada pihak kedua adalah 100 pieces untuk setiap desainnya.   Pendisdissian barang untuk area Bandung dan sekitarnya diatur oleh pihak kedua.   Pihak pertama akan membantu promosi pihak kedua, begitu juga sebaliknya.   Pihak kedua melaporkan hasil penjualan kepada pihak pertama setiap bulannya, di awal bulan berikutnya disertai dengan penyerahan laba sebesar 90%dari omzet penjualan barang di tangan pihak pertama kepada pihak kedua.   Demikian perjanjian kerjasama ini kami buat untuk menjadi ikatan di antara kami.   Segala hal yang belum termuat pada perjanjian ini, dibicarakan bersama antara pihak pertama dan pihak kedua untuk mencapai mufakat di kemudian hari dan otomatis menjadi addendum pada perjanjian ini.   Perjanjian ini Kami buat secara penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari manapun.   Jika Terjadi perselisihan pada pelaksanaan perjanjian ini, maka kami sepakat menyelesaikannya dengan cara kekeluargaan dan musyawarah.   Namun, jika ada kesalahpahaman atau masalah yang terjadi selama proses berlangsung, maka kami sepakat menyelesaikan secara hukum   Jakarta, 26 Agustus 2021.   Pihak Pertama                                                                Pihak Kedua,   (nama jelas)                                                                            (nama jelas)   Hal yang perlu Anda perhatikan dalam membuat surat perjanjian kerjasama adalah perlu adanya tanda tangan di atas materai yang menjadi dasar aturan secara hukum. Surat perjanjian juga harus dibuat tanpa adanya paksaan apapun. Selain itu, isi surat perjanjian haruslah ditulis secara jelas dan mudah dimengerti. Selain itu, surat perjanjian kerjasama harus dibuat secara sadar dan patuh pada Undang-Undang.   Selain seputar surat perjanjian, temukan juga berbagai tips HRD lainnya di sini. 
Komentar