Pencari Karir Pencari Kandidat

5 Tips Mengatur Keuangan Menjelang Ramadan

24 Maret 2021 20:03 Pembekalan Karir 3590 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 1 KALI DIBAGIKAN

Ramadan 2020 sebentar lagi datang, umat Islam seluruh dunia akan bersuka cita menyambut bulan kemenangan. Tahun ini mungkin Ramadan akan terasa berbeda dibanding sebelum-sebelumnya karena kondisi negara kita sedang terkena pandemi corona. Namun, semangat menyambut bulan penuh berkah nggak pernah luntur untuk beribadah puasa selama sebulan penuh. Retail perbelanjaan kini sudah dipenuhi dengan beraneka ragam panganan dan produk-produk khas Ramadan. Kamu juga pastinya sudah berniat mempersiapkan bahan-bahan keperluan selama bulan Ramadan. Namun perlu diingat ya, kita harus bisa mengatur keuangan dengan baik agar keadaan finansial bisa tetap stabil selama puasa dan sesudahnya. Berikut TopKarir rangkum 5 tips mengatur keuangan menjelang Ramadan, yuk disimak!

 

Selalu prioritaskan kebutuhan dibanding keinginan

Selama bulan puasa yang terjadi adalah perubahan pola konsumsi. Kalau di hari biasa kita makan tiga kali sehari, di bulan puasa kamu hanya makan dua kali sekali. Tapi hidangan khas Ramadan yang dianggap sebagai tradisi bisa bikin pengeluaran membengkak lho, misalnya seperti rendang, opor, buah kurma. Pastikan berbuka dan sahur dengan menu yang simple dan menyehatkan, kesalahan kita terkadang membeli banyak makanan saat berbuka karena banyak keinginan saat seharian berpuasa. Padahal makanan yang dibeli belum tentu dihabiskan, yang ada malah mubazir dan nggak kemakan, karena cuma “laper mata”. Ingat ya makanlah ketika lapar, dan berhentilah jika sudah kenyang.

 

Rencanakan pengeluaran selama Ramadan

Membuat rencana makanan ketika berpuasa bisa membantu kamu mengatur keuangan juga. Kamu jadi tahu mana barang dan keperluan yang memang dibutuhkan selama Ramadan, apa yang harus dibeli dan tidak. Kamu juga harus berkomitmen dengan anggaran keuangan yang sudah dibuat. 

 

Belanja secukupnya lebih awal

Sebelum datang bulan Ramadan ada baiknya berbelanja kebutuhan-kebutuhan pokok dan kebutuhan pendukung lainnya. Belanja lebih awal bisa menghindari kamu dari harga kebutuhan yang semakin naik, di masa pandemi seperti sekarang ini juga lebih baik menghindari keramaian saat berbelanja. Catat apa saja yang harus dibeli sebelum berbelanja agar terhindar dari membeli barang-barang yang nggak penting.

 

Kontrol pengeluaran yang konsumtif

Di bulan Ramadan salah satu godaan terbesar adalah pusat perbelanjaan, ecommerce dan banyak toko online mengadakan promo besar-besaran. Kita pasti tergiur untuk membeli barang yang tidak kita butuhkan hanya karena diskon. Lebih baik kamu mengontrol diri untuk membeli barang-barang yang sifatnya konsumtif. Utamakan kebutuhan makanan dan kesehatan terlebih dulu ya!

 

Sisihkan anggaran untuk lebaran

Lebaran setiap tahun akan menjadi puncak konsumsi. Jadi sebaiknya kamu buat anggaran untuk lebaran. Kamu dan keluarga akan membeli baju, makanan, menyambut tamu dan tradisi lain yang memerlukan anggaran khusus. Tentu akan menghabiskan uang yang lebih dibanding hari-hari sebelumnya.

 

Itu tadi 5 tips mengatur keuangan menjelang bulan Ramadan. Yuk temukan tips-tips dan informasi seputar karir lainnya di aplikasi TopKarir. Download aplikasinya di Play Store dan App Store sekarang ya.






Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Profesi Pekerjaan Yang Ada Di Dunia Kopi

Profesi Pekerjaan Yang Ada Di Dunia Kopi

Bila selama ini yang kamu tau hanya bagaimana cara menikmati kopi saja, maka engga ada salahnya jika kamu dan mengethaui mengenal lima profesi yang terlibat dalam industri kopi. Apa saja itu?   Petani kopi Di awali sejak dari pohonnya, petani kopi merupakan titik awal dari rantai industri kopi. Dari Merekalah yang menentukan jenis kopi yang akan ditanam; baik itu kopi robusta atau arabika.   Green buyer Pernah denger sebelumnya apa itu Green buyer?  Seorang Green buyer harus memiliki skill dalam memilih green bean terbaik dan memilihnya menggunakan proses cupping yang rumit. Green buyer juga harus mengetahui jenis kopi yang paling diminati dan sedang tren di kalangan pecinta kopi.   Coffee roaster Tugas coffee roaster tak mudah, dia harus benar-benar paham tentang ‘menghidupkan’ biji hijau yang mentah menjadi nikmat saat berada di atas cangkir. Coffee roaster harus tahu jenis dari biji kopi yang akan mereka sangrai karena proses penyangraian setiap jenis kopi berbeda-beda. Mereka akan banyak melakukan eksperimen demi menemukan cita rasa, aroma dan karakter dari biji kopi.   Professional cupper Professional cupper memiliki andil dalam menilai cita rasa kopi secara mendalam. Mereka juga menganalisa apakah ada kecacatan pada kopi, body, cup clarity dan karakter yang dimiliki kopi. Mereka pula yang menentukan apakah kopi itu bisa dijual atau bisa dilelang.   Barista Barista memiliki tanggung jawab untuk meracik kopi yang dapat dinikmati oleh peminum kopi. Berbagai proses dalam menciptakan secangkir kopi nikmat membutuhkan pelajaran hingga bertahun-tahun. Bahkan barista pun memiliki spesialisasinya masing-masing. Sales Di antara semua profesi yang sudah disebutkan di atas, sales memegang peranan penting dalam membidik pasar. Sales harus tau tren pasar dan apa yang sedang diminati oleh para pecinta kopi. Selain kopi, sales juga bertindak dalam menjual alat-alat pembuatan kopi.   Nah , ternyata banyak profesi yang terlibat di industri kopi, ya Sahabat TopKarir! Kamu juga bisa mencari lowongan pekerjaan lainnya di www.topkarir.com Semangat Sahabat TopKarir!
6 Tips Sukses Buat Fresh Graduated Dalam Dunia Kerja

6 Tips Sukses Buat Fresh Graduated Dalam Dunia Kerja

Dalam dunia kerja, fresh graduated bisa diibaratkan layaknya bayi yang baru saja lahir. Hal ini disebabkan kamu sebagai fresh graduated  belum memiliki jam terbang dalam bidang pekerjaan. Kewajiban kamu sebagai seorang fresh graduated adalah belajar dan terus belajar.  Jika kamu ingin meraih kesuksesan dikemudian hari maka coba kamu perhatikan 7 Tips Sukses Buat Fresh Graduated dalam dunia kerja.   Taat Terhadap Work Environment   Taat itulah sebuah kewajiban buat kamu sebagai fresh graduated. Dalam dunia kerja kamu tentunya masih awam dan harus mengikuti hirarki kerja secara tidak langsung. Kamu harus taat terhadap work environment, jika kamu ingin sukses anggap hirarki dalam tempat kerja kamu layaknya hirarki dalam keluarga dimana ada yang berhak untuk diatur dan mengatur. Harus mengetahui siapa yang berhak untuk memberikan dan menentukan sebuah keputusan di saat urgent    Jangan Mudah Terhasut Teman   Biasanya selalu ada saja karyawan tipe penghasut. Karyawan tipe penghasut biasanya selalu menjadi fresh graduated untuk memberikan sebuah opini negatif mengenai pekerjaan yang sedang dicoba untuk mencintainya. Kamu sebagai fresh graduated harus selalu mempunyai pemikiran positif dan jadilah diri sendiri serta memiliki keyakinan yang sesuai dengan hati nurani. Perlu diingat juga bahwa kamu bekerja itu pada dasarnya untuk diri kamu sendiri di masa yang akan datang.   Bergaul Dengan Karyawan Senior   Kamu harus pandai bergaul dengan karyawan senior karena mereka adalah ladang ilmu dan pengalaman untuk kamu. Kamu dapat belajar apa saja dari mereka mulai dari pahit hingga manisnya bekerja di berbagai tempat. Kamu juga dapat memahami kultur budaya perusahaan lebih dalam sehingga kamu tidak terjebak dengan rasa bosan kamu.   Supel Dalam Hal Pekerjaan   Jangan pernah menyalahkan arti dari supel sebagai sebuah bagian dari cari muka. Hal tersebut adalah paradoks yang salah. Sikap supel kamu sangatlah berguna untuk karir kamu. Kamu bisa banyak bertanya dan mengerti tentang industri perusahaan serta mendalami keahlian yang kamu minati di perusahaan tersebut.   Hindari Pemberian Streotype Terhadap Pesaing Kerja   Streotype kepada teman kerja sebagai pesaing harus dihindari. Jika kamu memunculkan ide adanya streotype itu sendiri justru akan mematikan potensi kamu. Ini disebabkan karena kamu selalu mencari kelemahan teman kerja kamu dan justru lupa untuk menggali potensi terpendam yang ada pada diri kamu. Cobalah kamu gali dan tentunya ini lebih bermanfaat ketimbang pemberian streotype terhadap pesaing kerja   Tekuni Pekerjaan Dari Awal   Pada bagian ini merupakan bagian yang sering dilupakan oleh lulusan baru di dunia kerja. Menekuni pekerjaan dari awal bukanlah perkara mudah dan hanya pemikiran hanya untuk jangka pendek. Kamu harus berpikir panjang  apakah pekerjaan ini akan sesuai dengan minat bakat serta potensi kamu dan tentunya jangan lupa abaikan kesehatan kamu di masa yang akan datang. Seperti contoh jika kamu ingin berkarir di bidang digital marketing, maka kamu harus berpikir potensi kedepan kamu seperti apa. Dunia digital marketing bukanlah sesuatu yang bersifat statis untuk itu kamu harus siap untuk belajar di setiap detik sepanjang karir kamu. Biasanya pegiat digital marketing dibenturkan dengan masalah kesehatan terutama mata. Mereka lupa bahwa hal yang paling bekerja keras dalam pekerjaannya adalah bagian mata. Seharusnya mereka memperhatikan kesehatan mata.    
Komentar