Pencari Karir Pencari Kandidat

Webinar Seluk Beluk Ragam Jalur Distribusi Produk Tekstil

24 Maret 2021 20:03 3389 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 0 KALI DIBAGIKAN

APINDO & BPJS Ketenagakerjaan Mempersembahkan ”APINDO UMKM AKADEMI” Webinar Seri Industri Fashion dengan judul Seluk Beluk Ragam Jalur Distribusi Produk Tekstil. Saat ini industri fashion paling berpotensi di dalam bisnis, karena itu untuk anda yang punya bisnis di industri fashion dalam webinar ini akan ada banyak insight menarik untuk meningkatkan usaha anda. Tapi tidak menutup kemungkinan juga untuk anda yang punya usaha diluar industri fashion, karena insight yang diberikan dari narasumber bisa jadi ide segar untuk meningkatkan usaha anda juga.

 

Dalam Seri webinar untuk UMKM dapat berbagi cerita dan mendapatkan masukan mengenai peluang pasar untuk UMKM dari para mentor dan ahli di bidangnya. Untuk Aanda yang ingin bertanya bisa mendapatkan kesempatan untuk bertanya secara Live kepada narasumber yang hadir.

 

Narasumber:


ANNE PATRICIA SUTANTO
Vice CEO PT. Pan Brothers Tbk

 

EUIS SAEDAH
Ketua Umum Dewan Serat Indonesia (DSI)
& Ketua Komite Pengembangan Jaringan Usaha APINDO

 

JEMI NIKOLAUS R
Founder & Designer SAPARO

 

GERRY LUCMALLENDRO
Owner Pagerkaos

 

Hosted By:


BAYU JANITRA W.
CEO TopKarir Indonesia

 

_


SAVE THE DATE

  • Hari, Tanggal: Rabu, 9 September 2020
  • Pukul: 15.00-17.00 WIB
  • Live on Zoom & TopKarir

 

Link Registration
https://bit.ly/daftarUMKM-akademi

 

GRATIS!!!

 

Benefit:
E-Certificate
Ilmu
Relasi

 

Pertanyaan Webinar Minggu Lalu (Webinar Distribusi Produk Makanan)

 

Q: Bagaimana cara seleksi reseller untuk membantu distribusi produk? Karena banyak juga reseller yang kurang berkomitmen?

A: 

  • Minta portfolio, mereka sudah pernah jadi reseller apa saja?
  • Reseller biasa dimotivasi oleh 2 hal: passion dan profit. Kalau produk Anda tidak menyentuh passion mereka atau ekspektasi profit pasti mereka tidak terlalu commit
  • Reseller kadang coba2 dan tidak tahu apa yg mereka harus lakukan. Baiknya dari kita yg membekali dan membimbing. Baiknya ada SOP manajemen reseller.

 

Q: Saat masuk retail pasti banyak pilihan produk lain termasuk yang namanya sudah besar. Bagaimana strategi agar produk kita dipilih, calon konsumen yakin dengan produk kita dan memenangkan pasar?

A: Kompetisi bisa dilakukan dari segi: 

Waktu/Timing - produk kita mengikuti trend, sesuai kebutuhan… (justru karena kita lebih kecil maka bisa lebih gesit menyesuaikan dengan timing)

Know How/Keahlian - produk kita memiliki nilai unggul yang datang dari keterampilan/pengetahuan khusus … 

Cost & Quality - harga dan kualitas produk/jasanya seimbang tidak?

Stronghold/Dominasi Segmen - kita kuatnya di segment pasar mana? Nama besar yg jadi kompetitor kita segmentnya apa? Maka kita pun harus manuver strategi kita

 

Q: Apa plus minus konsinyasi dengan retail? Apa yg harus disiapkan untuk meminimalisir resiko dari konsinyasi dengan retail? Apakah perlakuan retail terhadap UMKM berbeda dari perlakuan ke perusahaan besar?

A: 

Plus:

Bisa mendapatkan pasar lebih banyak

Awareness brand lebih luas

 

Minus:

Modal kerja harus lebih banyak

Retur kalau tifak laku 

Kontrol stok retailer

Kadang retailer nakal

 

Harus dipersiapkan:

Stok

Kontrak direview dengan jeli. Pahami SEMUA syarat/prasyaratnya dulu termasuk ketentuan promo, harga sale, dll. Kalau tidak paham bisa minta opini konsultan retailer. 

 

Perlakuan retailer:

Tergantung retailernya. Biasanya kl perusahaan besar mau konsinyasi mereka sudah punya standar perjanjian.

 

Untuk direnungkan: sebagai usaha yang mau maju dan berkembang kita harus bisa kompetitif tanpa adanya perlakuan khusus. Itu jiwa kewirausahaannya terasah. Karena toh ketika besar nanti perlakuannya akan mengikuti standar kan?

 

Q: Boleh berbagi tips dan triknya tentang bagaimana menjaga kesinambungan vendor bahan-baku?

A: Berkontrak dengan supplier.

Bangun hubungan komunikasi yg transparan antara kebutuhan Anda dan apa yg bisa mereka supply termasuk kualitas dan harga.

 

Q: Saya punya usaha catering, untuk usaha saya selama ini masih melayani pemesanan yang sering saya dapatkan adalah nasi box/snack box, gimana caranya kita bisa memperluas pasar supaya omset kita naik? Saya juga pingin banget menjalin kemitraan dengan suatu instansi, bagaimana caranya kita menjalin kemitraan dengan suatu instansi?

A: Perluasan pasar:

Menu harus jelas, harga stabil, keistimewaan katering Anda apa? Buat Business Model Canvasnya.

Biasanya catering juga perlu sering ada sesi tasting/sample dengan calon target pasarnya.

 

Cara menjalin kemitraan dengan instansi:

Tiap instansi persyaratannya beda. Cari tahu. Diskusi dengan bidang pengadaannya. 

 

Q: Saya ada kerja sama dengan store di marketplace, sistem konsinyasi, awal saya sangat seneng karena merasa terbantu marketingnya, di store mereka itu harga didisc sampai 80%, padahal mereka bayar ke saya tetep harga normal, jadi penjualan disana rame banget, baru baru ini saya merasa bingung , karena reseller saya yang mau jualan di marketplace jadi mundur karena mereka cek harga di sana hancur, apa yang harus lakukan?

A: Anda perlu memiliki strategi pricing/harga yang lengkap. 

Di sesi minggu lalu sempat dibahas contoh dqn cara membuat struktur pricing reseller, bisa ditonton ulang. 

Sesi lain pernah bahas juga di sesi fashion dengan Mbak Lila Cokronagoro dan Lishia Erza tentang bantingan harga di marketplace. Bisa ditonton ulang di sini ya

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Tips Membangun Bisnis Berbasis Teknologi

Tips Membangun Bisnis Berbasis Teknologi

Apa kamu punya keinginan untuk membangun bisnis berbasis teknologi? Sebelum memulai mewujudkan keinginan tersebut, ada baiknya kamu tau enam tips penting ini. Apa aja ya?   Jadi 'trendsetter Banyak anak muda kurang berani dan hanya ikut arus yang sudah ada. Soal era industri 4.0 bukan hanya soal big data, AI atau robotic aja, justru tantangan utama adalah berani menciptakan solusi dan berani mengeksekusi ide.   Efisiensi Salah satu hal yang kurang dipersiapkan dunia pendidikan kita adalah melatih soft skill untuk menghadapi kehidupan nyata. Padahal soft skill seperti kemampuan untuk bekerjasama, berkolaborasi, mempresentasikan dan mengomunikasikan ide sangat penting dan harus terus ditingkatkan agar efisiensi kerja tercapai.   Berkelanjutan Anak muda saat ini cenderung mudah menyerah sehingga apa yang dilakukan seringkali engga tuntas. Membangun bisnis berbasis teknologi bukanlah sebuah perlombaan lari sprint tetapi justru lari maraton yang membutuhkan stamina, kesabaran, ketekunan dan kegigihan jangka panjang.   Kolaborasi Gagasan Membawa STEM ke dalam bisnis dapat dilakukan dengan melakukan kolaborasi ide-ide. Saat ini bisnis engga bisa berjalan tanpa teknologi dan sebaliknya teknologi engga bisa berkelanjutan tanpa bisnis yang baik.   Memperluas spektrum Di Indonesia, bisnis yang berkembang memiliki spektrum luas, mulai dari bisnis teknologi 4.0 sampai industri 1.0. Ada banyak industri rempah, budaya, hasil bumi seperti kopi yang juga perlu juga dikembangkan secara keilmuan dan juga bisnis. Kita tetap mengejar bisnis berbasis teknologi tinggi untuk masa depan tetapi juga engga lupa untuk mengilmukan bisnis-bisnis tradisional.   Kemampuan organisasi Salah satu hal yang perlu ditingkatkan oleh kita adalah kemampuan organisasi, karena saat mendapatkan modal besar, banyak dari kita kemudian gagap bagaimana melakukan organization scaling dan organization excellent. Masih banyak anak muda yang belum siap dalam membesarkan dan mengatur unit bisnis secara baik.   Nah, saatnya kamu terapkan enam tips ini supaya bisnis berbasis teknologi yang kamu impikan bisa tercapai dengan baik! Yuk temukan tips lainnya di aplikasi TopKarir. Semangat Sahabat TopKarir!
Trik Jitu Mempromosikan Produk Usaha di Bulan Ramadan

Trik Jitu Mempromosikan Produk Usaha di Bulan Ramadan

Ramadan menjadi bulan yang penuh berkah, keberkahan ini juga terasa pada sektor usaha dikarenakan meningkatnya aktivitas jual beli masyarakat. Terlebih produk usaha di bidang kuliner.   Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Nielsen (perusahaan yang bergerak dibidang informasi global dengan melakukan riset terhadap informasi pemasaran), bisnis kuliner meraup pendapatan sebesar 45% pada 3 periode dan termasuk bulan Ramadhan.   Melihat meningkatnya minat beli masyarakat di bulan Ramadan, tentu harus bisa dimanfaatkan para pebisnis atau yang mau memulai bisnis untuk mendulang rezeki. Bagian krusial dari penjualan adalah promosi, tanpa promosi yang baik jangankan meningkatkan penjualan, produkmu bahkan nggak akan dikenal. Karena pentingnya kegiatan promosi, TopKarir berbagi cara ampuh mempromosikan produk usahamu agar laku di pasaran, yuk simak ulasan lengkapnya.   Riset perilaku konsumen saat bulan Ramadan Lakukan riset dan amati perubahan perilaku konsumen dan kebiasaan masyarakat pada saat Ramadan. Saat Ramadan, muslim yang menjalankan puasa pasti lebih banyak melakukan ibadah untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Hal ini bisa dijadikan strategi untuk melakukan pendekatan promosi melalui konten bertemakan ibadah, keislaman, berbagi atau hal-hal baik lainnya.   Kondisi pandemi covid-19 juga mengubah pola konsumsi masyarakat Indonesia. Kebijakan untuk tidak keluar rumah membuat masyarakat berpikir untuk membeli kebutuhan Ramadan dalam jumlah besar agar mengurangi intensitas keluar rumah. Sekarang masyarakat juga lebih berhati-hati membeli produk dengan mempertimbangkan higienitas. Karenanya kamu harus bisa meyakinkan calon konsumen melalui promosi bahwa produk yang kamu jual selain berkualitas juga steril.    Buat produk spesial Ramadan  Produk yang paling laris manis di bulan Ramadan adalah makanan dan minuman. Konsumen akan banyak berdatangan membeli produk untuk dikonsumsi pada saat berbuka dan sahur. Semakin banyak variasinya, maka konsumen akan lebih tertarik karena punya banyak pilihan.   Di situasi pandemi sekarang ini, produk makanan beku / frozen food lebih diminati, karena konsumen memilih berbelanja bahan makanan yang bisa bertahan lebih lama agar mengurangi frekuensi keluar rumah.   Produk yang nggak kalah laku di bulan Ramadan adalah produk pakaian Muslim, menjelang Hari Raya orang-orang akan berbondong-bondong membeli pakaian baru sebagai tradisi menyambut hari yang fitri. Tawarkan beberapa promosi seperti potongan harga, bonus pembelian dll.   Tentukan waktu yang tepat saat memasarkan produk Di bulan Ramadan ada beberapa waktu khusus dimana konsumen lebih banyak berselancar di internet. Berdasarkan data EcommerceIQ, kunjungan tertinggi orang-orang Indonesia ke situs e-commerce terjadi dua kali sehari selama bulan Ramadhan 2017. pertama yakni saat sahur, tepatnya pukul 04.00-05.00 WIB dan yang kedua ketika menjelang buka puasa sampai shalat Isya, yakni pukul 17.00-20.00 WIB. Hindari menjual produkmu saat satu minggu sebelum lebaran, karena konsumen berpikir apabila membeli kebutuhan lebaran terlalu mepet, harga akan semakin naik, stok produk yang dicari juga terbatas, atau kendala pengiriman akibat libur panjang.   Buat konten bernuansa Ramadan Pencarian keyword yang berhubungan dengan bulan Ramadan pada pencarian Google juga mengalami peningkatan. Membuat konten bertema Ramadan membuat kunjungan pada situs promosi kamu semakin tinggi, orang-orang akan berusaha menemukan konten yang mereka butuhkan selama Ramadan.   Gunakan dekorasi Ramadan sebagai pelengkap konten visual atau video produk kamu. Tambahkan tagar yang banyak digunakan saat Ramadan dalam konten promosi di media sosial, seperti Instagram, Facebook, Twitter atau yang sekarang sedang hype yaitu TikTok. Bangun hubungan dengan calon konsumen melalui pendekatan emosional, interaksi dan konten-konten yang relate dengan kehidupan mereka.   Optimalkan promosi melalui media online Sejak 2017 masyarakat lebih memilih media online untuk mengisi waktu luang selama berpuasa, dimana tahun-tahun sebelumnya televisi masih menjadi idola. Selain dapat menjangkau konsumen lebih luas, pemasaran melalui online dalam kondisi pandemi saat ini jauh lebih efektif karena orang-orang lebih memilih berbelanja aman dari rumah.   Selain itu promosi dengan memanfaatkan media online tidak membutuhkan biaya sepeserpun alias gratis. Kecuali kalau kamu mau menggunakan jasa influencer untuk mereview produkmu, setidaknya kamu harus memberikan produk gratis atau membayar jasanya sesuai tarif / kesepakatan. Carilah influencer dengan segmentasi followers sesuai target pembeli produk kamu.   Semoga tips di atas bisa menginspirasi Sahabat TopKarir yang membaca di rumah ya. Yuk temukan tips-tips dan informasi karir lainnya di aplikasi TopKarir. Download aplikasinya gratis di Play Store dan App Store!
Komentar