Pencari Karir Pencari Kandidat

Webinar Peluang Industri Fesyen Dan Strategi Penjualannya

24 Maret 2021 20:03 2957 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 1 KALI DIBAGIKAN

APINDO & BPJS Ketenagakerjaan Mempersembahkan ”APINDO UMKM AKADEMI” kali ini Seri Industri Fesyen dengan judul Peluang Industri Fesyen Dan Strategi Penjualannya, diharapkan UMKM indonesia bisa bangkit kembali dengan adanya acara ini. Untuk bahasan kali ini khususnya akan membahas tentang Industri Fesyen tapi untuk Anda yang menjalankan bisnis selain dalam industri Fesyen pun bisa tetap dapat Insight yang menarik guna untuk memajukan Usaha Anda.

 

Seri webinar untuk UMKM dapat berbagi cerita dan mendapatkan masukan mengenai Peluang Industri Fesyen Dan Strategi Penjualannya yang dimiliki para mentor dan ahli di bidangnya.

 

Narasumber

 

LILA COKRONAGORO
Retail Fashion Expert

 

Fasilitator:


LISHIA ERZA (@Kefirlime)
CEO ASYX Supply Chain Financing & Komite Pengembangan Kewirausahaan APINDO

 

Hosted By:


DEWI MEISARI
Co-Founder ukmindonesia.id
Ketua Komite Bidang Kajian APINDO
_

 

Catat Tanggalnya

  • Rabu, 5 Agustus 2020
  • Pukul 15.00-17.00 WIB
  • Live on Zoom & TopKarir

 

Link Registration
https://bit.ly/daftarUMKM-akademi

 

GRAITS!!!!

 

Buat kamu yang hadir dalam acara akan mendapatkan e-Sertificate, Ilmu kewirausahaan, dan relasi


Pertanyaan Webinar Minggu Lalu - Keunggulan Produk untuk Menembus Pasar Global


Q: Saya bingung apakah terus menjalankan usaha keluarga yang sudah ada atau yakin untuk membangun usaha sendiri, faktor atau pertimbangan apa saja yang sekiranya bisa meyakinkan diri saya dalam membangun usaha sendiri atau meneruskan usaha keluarga?

A: Ini kembali kepada tujuan anda dalam berbisnis, keduanya bisa dipilih atau dijalankan selama selaras dengan tujuan anda dalam berbisnis.

Yang paling penting dalam menjalankan bisnis/usaha adalah keseriusan dan kegigihan dalam menjalankannya, artinya anda harus suka/senang dengan apa yang anda jalankan.

 

Q: Usaha saya mengalami kebangkrutan selama pandemic, bagaimana cara membangkitkan kembali usaha yang sudah bangkrut? Membuat usaha yang sama dan memperbaikinya atau melihat peluang baru?

A: Bisa dimulai dengan mengidentifikasi usaha anda kenapa bangkrut? Lalu identifikasi dan inventaris potensi yang mungkin dijalankan (melalui research sederhana bisa menggunakan sosial media ataupun melihat pemberitaan online).

Buat rencana baru terkait hal tersebut dan lakukan secara bertahap sambil dilakukan pengukuran berkala perkembangan bisnis anda dan satu hal lagi, bisa gunakan fitur digital sebagai kanal komunikasi dengan calon konsumen (social media, chat dan e-commerce)

 

Q: Jika sekarang sosial media semakin berkembang dan fiturnya canggih (meski harus berbayar) apakah ini berarti penjualan secara offline tidak menjadi tumpuan lagi? Bisakah kita hanya mengandalkan penjualan online?

A: Memang dalam kondisi pandemi saat ini banyak transaksi terjadi secara online, tapi bukan berarti offline akan hilang/sirna.

Kita bisa melihat sendiri disekitar kita proses jual beli barang/jasa sudah mulai dilakukan online dengan menerapkan protokoler kesehatan yang sesuai.

Online bisa jadi tumpuan utama jika kita tepat dalam penggunaannya misal : jika menggunkan e-commerce kita harus memilih e-commerce yang tepat untuk usaha kita

 

Q: Untuk kita yg ingin melakukan ekspor, apakah kita harus membuat barang atau produksi sendiri? Jika kita sebagai reseller, bagaimana kita bisa melakukan ekspor?

A: Banyak yang menjadi reseller karena tahu aturan dan kualitas yang dibutuhkan di pasar export. Cari informasi tentang pasar, syarat, kualitas dan jaringan pembelinya di pasar export.

Anda adalah quality controller barang-barang exportnya. Contohnya di Bali banyak exportir yang tidak produksi sendiri. Perhatikan juga kapasitas produksi/export karena biasanya hitungannya harus reguler dan mengisi kontainer. 

 

Q:   Untuk pemula apakah sangat mungkin untuk mengekspor suatu barang keluar negeri? Misalnya barang home made. Apakah ada kriteria khusus atau strategi yang perlu diperhatikan agar penjualan kita dilirik walaupun masih pemula?

A: Barang harus dibutuhkan oleh pasar exportnya, harus market oriented. Kalau anda dapat menciptakan sesuatu yang inovatif sehingga dianggap solusi oleh pembeli maka pasar dalam atau luar negeri pun bisa dicapai.

Coba lihat Kickstarter, dimana pembeli dan pendanaan dapat diperoleh bahkan sebelum barang diproduksi. 

 

Q: Bagaimana peluang usaha yang bergerak di bidang jasa untuk melakukan ekspor? Bagaimana sistemnya?

A: Perlu diketahui terlebih dahulu Jasanya apa?

Kemudian ditentukan kenapa harus export?

Apakah usaha Anda sudah menguasai pasar di Indonesia?

 

Q: Bagaimana cara untuk bisa masuk dalam Asosiasi Furniture sebagai pelaku UMKM?

A: Bisa dimulai dengan mengunjungi website website asosisasi usaha furniture karena dalam asosiasi cara pendaftaran dan mekanismenya berbeda beda

 

Q: Bagaimana kita bisa dapatkan info tentang fasilitas, dukungan dan program yang diberikan pemerintah tentang ekspor?

A: Sering-sering ngintip UKMIndonesia.id

 

Q: Produk berupa decopage pada kayu, botol, kaleng dan lilin. Saya ingin bertanya untuk produk craft ada peluang ekspor kemana saja ya? Karena produk saya ini msh blm ada legalitasnya. Kayu yg saya pakai ini hanya kayu potongan yg dijual ditukang kayu, apakah perlu juga untuk verifikasi sertifikasinya dan bagaimana caranya Bu Astri? Ada saran dari Ibu untuk meningkatkan kualitas dan ragam craft saya

A: Beda pasar beda selera craft. Beda pula aturannya. Lagi-lagi, apakah memang perlu ke pasar ekspor?

Pasar Indonesia lebih sederhana. Untuk ekspor, legalitas juga perlu diurus.

 

Q: Apakah ada langkah2 yg harus dilakukan agar kita dapat melakukan efisiensi dalam pengiriman ekspor bahan makanan di masa pandemi seperti sekarang ini?

A: Cek standar ekspor makanannya - labeling, ijin edar, dll

Cek standar/syarat higienitas di pasar tujuan, seperti misalnya ada negara Eropa yang mewajibkan bukti bahwa seluruh pekerja di produsen bebas covid-19. 

Untuk efisiensi, bergabunglah dengan eksportir lain yang tujuan pengirimannya sama. Bisa sharing container juga. 

 

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Tips Membangun Bisnis Berbasis Teknologi

Tips Membangun Bisnis Berbasis Teknologi

Apa kamu punya keinginan untuk membangun bisnis berbasis teknologi? Sebelum memulai mewujudkan keinginan tersebut, ada baiknya kamu tau enam tips penting ini. Apa aja ya?   Jadi 'trendsetter Banyak anak muda kurang berani dan hanya ikut arus yang sudah ada. Soal era industri 4.0 bukan hanya soal big data, AI atau robotic aja, justru tantangan utama adalah berani menciptakan solusi dan berani mengeksekusi ide.   Efisiensi Salah satu hal yang kurang dipersiapkan dunia pendidikan kita adalah melatih soft skill untuk menghadapi kehidupan nyata. Padahal soft skill seperti kemampuan untuk bekerjasama, berkolaborasi, mempresentasikan dan mengomunikasikan ide sangat penting dan harus terus ditingkatkan agar efisiensi kerja tercapai.   Berkelanjutan Anak muda saat ini cenderung mudah menyerah sehingga apa yang dilakukan seringkali engga tuntas. Membangun bisnis berbasis teknologi bukanlah sebuah perlombaan lari sprint tetapi justru lari maraton yang membutuhkan stamina, kesabaran, ketekunan dan kegigihan jangka panjang.   Kolaborasi Gagasan Membawa STEM ke dalam bisnis dapat dilakukan dengan melakukan kolaborasi ide-ide. Saat ini bisnis engga bisa berjalan tanpa teknologi dan sebaliknya teknologi engga bisa berkelanjutan tanpa bisnis yang baik.   Memperluas spektrum Di Indonesia, bisnis yang berkembang memiliki spektrum luas, mulai dari bisnis teknologi 4.0 sampai industri 1.0. Ada banyak industri rempah, budaya, hasil bumi seperti kopi yang juga perlu juga dikembangkan secara keilmuan dan juga bisnis. Kita tetap mengejar bisnis berbasis teknologi tinggi untuk masa depan tetapi juga engga lupa untuk mengilmukan bisnis-bisnis tradisional.   Kemampuan organisasi Salah satu hal yang perlu ditingkatkan oleh kita adalah kemampuan organisasi, karena saat mendapatkan modal besar, banyak dari kita kemudian gagap bagaimana melakukan organization scaling dan organization excellent. Masih banyak anak muda yang belum siap dalam membesarkan dan mengatur unit bisnis secara baik.   Nah, saatnya kamu terapkan enam tips ini supaya bisnis berbasis teknologi yang kamu impikan bisa tercapai dengan baik! Yuk temukan tips lainnya di aplikasi TopKarir. Semangat Sahabat TopKarir!
Trik Jitu Mempromosikan Produk Usaha di Bulan Ramadan

Trik Jitu Mempromosikan Produk Usaha di Bulan Ramadan

Ramadan menjadi bulan yang penuh berkah, keberkahan ini juga terasa pada sektor usaha dikarenakan meningkatnya aktivitas jual beli masyarakat. Terlebih produk usaha di bidang kuliner.   Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Nielsen (perusahaan yang bergerak dibidang informasi global dengan melakukan riset terhadap informasi pemasaran), bisnis kuliner meraup pendapatan sebesar 45% pada 3 periode dan termasuk bulan Ramadhan.   Melihat meningkatnya minat beli masyarakat di bulan Ramadan, tentu harus bisa dimanfaatkan para pebisnis atau yang mau memulai bisnis untuk mendulang rezeki. Bagian krusial dari penjualan adalah promosi, tanpa promosi yang baik jangankan meningkatkan penjualan, produkmu bahkan nggak akan dikenal. Karena pentingnya kegiatan promosi, TopKarir berbagi cara ampuh mempromosikan produk usahamu agar laku di pasaran, yuk simak ulasan lengkapnya.   Riset perilaku konsumen saat bulan Ramadan Lakukan riset dan amati perubahan perilaku konsumen dan kebiasaan masyarakat pada saat Ramadan. Saat Ramadan, muslim yang menjalankan puasa pasti lebih banyak melakukan ibadah untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Hal ini bisa dijadikan strategi untuk melakukan pendekatan promosi melalui konten bertemakan ibadah, keislaman, berbagi atau hal-hal baik lainnya.   Kondisi pandemi covid-19 juga mengubah pola konsumsi masyarakat Indonesia. Kebijakan untuk tidak keluar rumah membuat masyarakat berpikir untuk membeli kebutuhan Ramadan dalam jumlah besar agar mengurangi intensitas keluar rumah. Sekarang masyarakat juga lebih berhati-hati membeli produk dengan mempertimbangkan higienitas. Karenanya kamu harus bisa meyakinkan calon konsumen melalui promosi bahwa produk yang kamu jual selain berkualitas juga steril.    Buat produk spesial Ramadan  Produk yang paling laris manis di bulan Ramadan adalah makanan dan minuman. Konsumen akan banyak berdatangan membeli produk untuk dikonsumsi pada saat berbuka dan sahur. Semakin banyak variasinya, maka konsumen akan lebih tertarik karena punya banyak pilihan.   Di situasi pandemi sekarang ini, produk makanan beku / frozen food lebih diminati, karena konsumen memilih berbelanja bahan makanan yang bisa bertahan lebih lama agar mengurangi frekuensi keluar rumah.   Produk yang nggak kalah laku di bulan Ramadan adalah produk pakaian Muslim, menjelang Hari Raya orang-orang akan berbondong-bondong membeli pakaian baru sebagai tradisi menyambut hari yang fitri. Tawarkan beberapa promosi seperti potongan harga, bonus pembelian dll.   Tentukan waktu yang tepat saat memasarkan produk Di bulan Ramadan ada beberapa waktu khusus dimana konsumen lebih banyak berselancar di internet. Berdasarkan data EcommerceIQ, kunjungan tertinggi orang-orang Indonesia ke situs e-commerce terjadi dua kali sehari selama bulan Ramadhan 2017. pertama yakni saat sahur, tepatnya pukul 04.00-05.00 WIB dan yang kedua ketika menjelang buka puasa sampai shalat Isya, yakni pukul 17.00-20.00 WIB. Hindari menjual produkmu saat satu minggu sebelum lebaran, karena konsumen berpikir apabila membeli kebutuhan lebaran terlalu mepet, harga akan semakin naik, stok produk yang dicari juga terbatas, atau kendala pengiriman akibat libur panjang.   Buat konten bernuansa Ramadan Pencarian keyword yang berhubungan dengan bulan Ramadan pada pencarian Google juga mengalami peningkatan. Membuat konten bertema Ramadan membuat kunjungan pada situs promosi kamu semakin tinggi, orang-orang akan berusaha menemukan konten yang mereka butuhkan selama Ramadan.   Gunakan dekorasi Ramadan sebagai pelengkap konten visual atau video produk kamu. Tambahkan tagar yang banyak digunakan saat Ramadan dalam konten promosi di media sosial, seperti Instagram, Facebook, Twitter atau yang sekarang sedang hype yaitu TikTok. Bangun hubungan dengan calon konsumen melalui pendekatan emosional, interaksi dan konten-konten yang relate dengan kehidupan mereka.   Optimalkan promosi melalui media online Sejak 2017 masyarakat lebih memilih media online untuk mengisi waktu luang selama berpuasa, dimana tahun-tahun sebelumnya televisi masih menjadi idola. Selain dapat menjangkau konsumen lebih luas, pemasaran melalui online dalam kondisi pandemi saat ini jauh lebih efektif karena orang-orang lebih memilih berbelanja aman dari rumah.   Selain itu promosi dengan memanfaatkan media online tidak membutuhkan biaya sepeserpun alias gratis. Kecuali kalau kamu mau menggunakan jasa influencer untuk mereview produkmu, setidaknya kamu harus memberikan produk gratis atau membayar jasanya sesuai tarif / kesepakatan. Carilah influencer dengan segmentasi followers sesuai target pembeli produk kamu.   Semoga tips di atas bisa menginspirasi Sahabat TopKarir yang membaca di rumah ya. Yuk temukan tips-tips dan informasi karir lainnya di aplikasi TopKarir. Download aplikasinya gratis di Play Store dan App Store!
Komentar