Pencari Karir Pencari Kandidat

Webinar Keunggulan Produk Untuk Menembus Pasar Global

24 Maret 2021 20:03 4513 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 0 KALI DIBAGIKAN

APINDO & BPJS Ketenagakerjaan Mempersembahkan ”APINDO UMKM AKADEMI” kali ini Seri Industri Perkayuan dengan judul Keunggulan Produk Untuk Menembus Pasar Global, diharapkan UMKM indonesia bisa bangkit kembali dengan adanya acara ini. Untuk bahasan kali ini khususnya akan membahas tentang Industri Perkayuan tapi untuk Anda yang menjalankan bisnis selain dalam industri Perkayuan pun bisa tetap dapat Insight yang menarik guna untuk memajukan Usaha Anda.

 

Seri webinar untuk UMKM dapat berbagi cerita dan mendapatkan masukan mengenai potensi seputar keunggulan produk yang dimiliki para mentor dan ahli di bidangnya.

 

NARASUMBER

 

ASTRIANY
Owner CV Java Classic

 

FASILITATOR
DIANA TANU
Co Founder / COO TopKarir Indonesia

 

HOSTED BY
LISHIA ERZA (@Kefirlime)
CEO ASYX Supply Chain Financing & Komite Pengembangan Kewirausahaan APINDO
_

 

Catat Tanggalnya

  • Rabu, 29 Juli 2020
  • Pukul 15.00-17.00 WIB
  • Live on Zoom & TopKarir

 

Link Registration
https://bit.ly/daftarUMKM-akademi

 

GRAITS!!!!

 

Buat kamu yang hadir dalam acara akan mendapatkan e-Sertificate, Ilmu kewirausahaan, dan relasi

 

Pertanyaan Webinar Minggu Lalu (Webinar Potensi Pengembangan Keunggulan Produk)

Q: Bagaimana kita mengantisipasi pemakaian merek usaha yang dipergunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang bisa membuat nama perusahaan jelak/rusak di mata masyarakat?

A: 1) Daftarkan HAKI anda supaya mereka anda dilindungi Undang-undang 2) Kumpulkan bukti pelanggaran/penyalahgunaan (screengrab dll). 3)Jika Anda pemegang merek anda bisa melaporkan ke polisi, unggah di sosmed untuk memberi peringatan

 

Q: Kita sering melihat produk dengan label “Produk Unggulan”. Bagaimana kita tahu bahwa produk tersebut merupakan produk unggulan lokal? Apakah diperlukan standar/kriteria tertentu untuk menentukan bahwa produk kita merupakan produk unggulan yang layak dikembangkan?

A: Biasanya yang mengakui produk unggulan daerah datang dari departemen perindustrian/perdagangan/Disperindagkop. Adanya SNI juga membantu bahwa produk Anda sesuai standar nasional. ISO pun bisa menjadi pilihan sebagai penjamin kualitas. Untuk produk makanan/personal care harus minimal punya ijin edar (BPOM, PIRT, Halal, dll)

Dari sisi internal, produk biasanya ada standar mutu, dll, yg harus mengikuti standar industri. kalau dari sisi eksternal, lihatlah produk kompetitor, lebih unggul kah kita? 

 

Q: Bagaimana menemukan sebuah pondasi bisnis agar bisnis bisa berjalan sehat dan kokoh?

A: Pondasi itu dibangun, bukan ditemukan seperti mendulang emas. bisnis yg kokoh harus ada gabungan dari: knowledge, skill, finance & timing. 

 

Q: Bagaimana membentuk kepercayaan pelanggan, sedangkan produk kita terbilang masih baru dibanding produk sejenis yang sudah lama bermain di pasar? Gimana cara kita agar setara dengan mereka?

A: Jaminan kepuasan yang lebih dibanding kompetitor. Contohnya Mirael Sugar Wax itu berani memberikan uang kembali bila customer tidak puas. contoh seperti ini jarang ada di perusahaan di Indonesia. Selain itu perlu juga ada mekanisme pelayanan dan hubungan pelanggan yang baik. Bisa juga dimulai dengan kepastian bahwa produk anda memang berkualitas setara/lebih baik dari pemain lama. 

 

Q: Dalam melakukan produksi ketika harga bahan baku sedang mahal, apa yang kita lakukan untuk tetap menarik konsumen? Menaikkan harga atau mengurangi yang bisa dikurangi?

A: Untuk menstabilkan harga biasanya harus punya modal yg cukup untuk membeli bahan baku di masa harga murah. Pilihan lain adalah memiliki substitusi produk. Menaikkan harga/mengurangi kualitas adalah opsi terakhir. Pelajarannya adalah, berbisnis itu harus punya rencana jangka pendek, menengah dan panjang.

 

Q: Perizinan/surat apa saja yang harus diurus/dimiliki ketika membangun sebuah usaha kuliner?

A: Tergantung usaha makanannya apa. cek di ukmIndonesia.id ada referensinya.

 

Q: Saya ingin menanyakan perihal menentukan harga jual, terlebih saya berada di sektor pertanian yang mana harga tersebut sudah ditentukan oleh Pemerintah. Bagaimana cara agar saya bisa membeli bahan dari petani tanpa merugikan mereka? Apakah harus berpatokan dengan harga jual yang telah ditetapkan? Atau berapa persen kah untuk menentukan nilai jual tersebut?

A: Harga pada umumnya ditentukan oleh prinsip Supply & Demand. Saat supply banyak, harga pasti lebih murah - misalnya pas panen raya. Memang di pertanian banyak harga yg dipatok pemerintah, tetapi jika Anda bisa mengedukasi petani dan petani bisa memberi value add, maka harga ke petani bisa lebih baik. Kalau rendemen lebih baik, tidak kotor, dll maka anda pun bisa memberi harga lebih tinggi. 

 

Q: Bagaimana menemukan relasi dan komunitas yang tepat untuk bisa sharing / konsultasi perihal bisnis yang kita jalani?

A: Gabung dengan UKM Indonesia atau APINDO UMKM! :) Selalu ikut acara Reboan. Kalau bisnis Anda sudah beromzet lebih dari Rp. 3,5 milyar, ada juga program-program akselerasi seperti EO Accelerator yang memfasilitasi dan meningkatkan kapasitas usaha per angkatan dengan goal mencapai 1 juta dolar dalam waktu 2 tahun. 

 

Q: Bagaimana mengatasi permintaan pelanggan yang lebih banyak dibanding ketersediaan produk yang kita miliki?

A: Kolaborasi dengan pengusaha sejenis untuk bisa supply dengan kualitas Anda & merk Anda juga. 

 

Q: Bagaimana menemukan investor yang tertarik menanamkan modalnya di usaha kita? Adakah tips dan triknya?

A: Usaha Anda harus siap diinvestasi dulu. Pembukuan rapi, perencanaan jangka panjang dan detail penggunaan dana investor untuk apa. Ada banyak pilihan mencari investor strategis, baik secara online, misalnya Santara, AVPN, ANGIN, dll, maupun lewat kompetisi-kompetisi bisnis seperti Diplomat Success Challenge, atau lewat inkubator-inkubator.

 

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Tips Membangun Bisnis Berbasis Teknologi

Tips Membangun Bisnis Berbasis Teknologi

Apa kamu punya keinginan untuk membangun bisnis berbasis teknologi? Sebelum memulai mewujudkan keinginan tersebut, ada baiknya kamu tau enam tips penting ini. Apa aja ya?   Jadi 'trendsetter Banyak anak muda kurang berani dan hanya ikut arus yang sudah ada. Soal era industri 4.0 bukan hanya soal big data, AI atau robotic aja, justru tantangan utama adalah berani menciptakan solusi dan berani mengeksekusi ide.   Efisiensi Salah satu hal yang kurang dipersiapkan dunia pendidikan kita adalah melatih soft skill untuk menghadapi kehidupan nyata. Padahal soft skill seperti kemampuan untuk bekerjasama, berkolaborasi, mempresentasikan dan mengomunikasikan ide sangat penting dan harus terus ditingkatkan agar efisiensi kerja tercapai.   Berkelanjutan Anak muda saat ini cenderung mudah menyerah sehingga apa yang dilakukan seringkali engga tuntas. Membangun bisnis berbasis teknologi bukanlah sebuah perlombaan lari sprint tetapi justru lari maraton yang membutuhkan stamina, kesabaran, ketekunan dan kegigihan jangka panjang.   Kolaborasi Gagasan Membawa STEM ke dalam bisnis dapat dilakukan dengan melakukan kolaborasi ide-ide. Saat ini bisnis engga bisa berjalan tanpa teknologi dan sebaliknya teknologi engga bisa berkelanjutan tanpa bisnis yang baik.   Memperluas spektrum Di Indonesia, bisnis yang berkembang memiliki spektrum luas, mulai dari bisnis teknologi 4.0 sampai industri 1.0. Ada banyak industri rempah, budaya, hasil bumi seperti kopi yang juga perlu juga dikembangkan secara keilmuan dan juga bisnis. Kita tetap mengejar bisnis berbasis teknologi tinggi untuk masa depan tetapi juga engga lupa untuk mengilmukan bisnis-bisnis tradisional.   Kemampuan organisasi Salah satu hal yang perlu ditingkatkan oleh kita adalah kemampuan organisasi, karena saat mendapatkan modal besar, banyak dari kita kemudian gagap bagaimana melakukan organization scaling dan organization excellent. Masih banyak anak muda yang belum siap dalam membesarkan dan mengatur unit bisnis secara baik.   Nah, saatnya kamu terapkan enam tips ini supaya bisnis berbasis teknologi yang kamu impikan bisa tercapai dengan baik! Yuk temukan tips lainnya di aplikasi TopKarir. Semangat Sahabat TopKarir!
Trik Jitu Mempromosikan Produk Usaha di Bulan Ramadan

Trik Jitu Mempromosikan Produk Usaha di Bulan Ramadan

Ramadan menjadi bulan yang penuh berkah, keberkahan ini juga terasa pada sektor usaha dikarenakan meningkatnya aktivitas jual beli masyarakat. Terlebih produk usaha di bidang kuliner.   Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Nielsen (perusahaan yang bergerak dibidang informasi global dengan melakukan riset terhadap informasi pemasaran), bisnis kuliner meraup pendapatan sebesar 45% pada 3 periode dan termasuk bulan Ramadhan.   Melihat meningkatnya minat beli masyarakat di bulan Ramadan, tentu harus bisa dimanfaatkan para pebisnis atau yang mau memulai bisnis untuk mendulang rezeki. Bagian krusial dari penjualan adalah promosi, tanpa promosi yang baik jangankan meningkatkan penjualan, produkmu bahkan nggak akan dikenal. Karena pentingnya kegiatan promosi, TopKarir berbagi cara ampuh mempromosikan produk usahamu agar laku di pasaran, yuk simak ulasan lengkapnya.   Riset perilaku konsumen saat bulan Ramadan Lakukan riset dan amati perubahan perilaku konsumen dan kebiasaan masyarakat pada saat Ramadan. Saat Ramadan, muslim yang menjalankan puasa pasti lebih banyak melakukan ibadah untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Hal ini bisa dijadikan strategi untuk melakukan pendekatan promosi melalui konten bertemakan ibadah, keislaman, berbagi atau hal-hal baik lainnya.   Kondisi pandemi covid-19 juga mengubah pola konsumsi masyarakat Indonesia. Kebijakan untuk tidak keluar rumah membuat masyarakat berpikir untuk membeli kebutuhan Ramadan dalam jumlah besar agar mengurangi intensitas keluar rumah. Sekarang masyarakat juga lebih berhati-hati membeli produk dengan mempertimbangkan higienitas. Karenanya kamu harus bisa meyakinkan calon konsumen melalui promosi bahwa produk yang kamu jual selain berkualitas juga steril.    Buat produk spesial Ramadan  Produk yang paling laris manis di bulan Ramadan adalah makanan dan minuman. Konsumen akan banyak berdatangan membeli produk untuk dikonsumsi pada saat berbuka dan sahur. Semakin banyak variasinya, maka konsumen akan lebih tertarik karena punya banyak pilihan.   Di situasi pandemi sekarang ini, produk makanan beku / frozen food lebih diminati, karena konsumen memilih berbelanja bahan makanan yang bisa bertahan lebih lama agar mengurangi frekuensi keluar rumah.   Produk yang nggak kalah laku di bulan Ramadan adalah produk pakaian Muslim, menjelang Hari Raya orang-orang akan berbondong-bondong membeli pakaian baru sebagai tradisi menyambut hari yang fitri. Tawarkan beberapa promosi seperti potongan harga, bonus pembelian dll.   Tentukan waktu yang tepat saat memasarkan produk Di bulan Ramadan ada beberapa waktu khusus dimana konsumen lebih banyak berselancar di internet. Berdasarkan data EcommerceIQ, kunjungan tertinggi orang-orang Indonesia ke situs e-commerce terjadi dua kali sehari selama bulan Ramadhan 2017. pertama yakni saat sahur, tepatnya pukul 04.00-05.00 WIB dan yang kedua ketika menjelang buka puasa sampai shalat Isya, yakni pukul 17.00-20.00 WIB. Hindari menjual produkmu saat satu minggu sebelum lebaran, karena konsumen berpikir apabila membeli kebutuhan lebaran terlalu mepet, harga akan semakin naik, stok produk yang dicari juga terbatas, atau kendala pengiriman akibat libur panjang.   Buat konten bernuansa Ramadan Pencarian keyword yang berhubungan dengan bulan Ramadan pada pencarian Google juga mengalami peningkatan. Membuat konten bertema Ramadan membuat kunjungan pada situs promosi kamu semakin tinggi, orang-orang akan berusaha menemukan konten yang mereka butuhkan selama Ramadan.   Gunakan dekorasi Ramadan sebagai pelengkap konten visual atau video produk kamu. Tambahkan tagar yang banyak digunakan saat Ramadan dalam konten promosi di media sosial, seperti Instagram, Facebook, Twitter atau yang sekarang sedang hype yaitu TikTok. Bangun hubungan dengan calon konsumen melalui pendekatan emosional, interaksi dan konten-konten yang relate dengan kehidupan mereka.   Optimalkan promosi melalui media online Sejak 2017 masyarakat lebih memilih media online untuk mengisi waktu luang selama berpuasa, dimana tahun-tahun sebelumnya televisi masih menjadi idola. Selain dapat menjangkau konsumen lebih luas, pemasaran melalui online dalam kondisi pandemi saat ini jauh lebih efektif karena orang-orang lebih memilih berbelanja aman dari rumah.   Selain itu promosi dengan memanfaatkan media online tidak membutuhkan biaya sepeserpun alias gratis. Kecuali kalau kamu mau menggunakan jasa influencer untuk mereview produkmu, setidaknya kamu harus memberikan produk gratis atau membayar jasanya sesuai tarif / kesepakatan. Carilah influencer dengan segmentasi followers sesuai target pembeli produk kamu.   Semoga tips di atas bisa menginspirasi Sahabat TopKarir yang membaca di rumah ya. Yuk temukan tips-tips dan informasi karir lainnya di aplikasi TopKarir. Download aplikasinya gratis di Play Store dan App Store!
Komentar