Pencari Karir Pencari Kandidat

Webinar Komoditas Kopi Jadi Prioritas Nasional, Apa Peluangnya?

24 Maret 2021 20:03 4177 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 7 KALI DIBAGIKAN

APINDO & BPJS Ketenagakerjaan, Mempersembahkan ”APINDO UMKM AKADEMI” kali ini akan membahas Seri Industri Agro dengan judul KOMODITAS KOPI JADI PRIORITAS NASIONAL, APA PELUANGNYA? bisnis kopi saat ini semakin marak di Indonesia, banyaknya warung kopi dari yang biasa sampai kafe,membuat bisnis kopi menjadi salah satu bisnis yang digemari berbagai kalangan.

Seri webinar untuk UMKM dapat berbagi cerita dan mendapatkan masukan mengenai keunikan produk yang dimiliki dari para mentor dan ahli di bidangnya.

 

NARASUMBER

SETYA YUDHA INDRASWARA (@butowerno)
Founder Jaringan Warkop Nusantara

 

DHYDHA MARYUDHA (@dhydha_maryudha)
Founder SAGALEH

 

DIANA FRANCES (@dfrancess)
Business Manager Toko Kopi TUKU

FASILITATOR


ARIEF BUDIMAN (@ariefbudiman.idn)
CEO AGRINDO & Ketua Komite Pengembangan Kewirausahaan APINDO UMKM

 

HOSTED BY


BAYU J WIRJOATMODJO (@bayu_janitra)
CEO TopKarir Indonesia
_

SAVE THE DATE
Hari, Tanggal : Rabu, 12 Agustus 2020
Pukul : 15.00-17.00 WIB
Live on Zoom & TopKarir

 

Link Pendaftaran

https://bit.ly/daftarUMKM-akademi

 

GRATIS!!!

Benefit:
E-Certificate
Ilmu
Relasi

 

Pertanyaan Webinar Minggu Lalu - Peluang Industri Fesyen dan Strategi Penjualannya

Q: Saya memiliki usaha butik. Tetapi, usaha saya meredup, saya bingung bagaimana cara saya mempromosikan dagangan saya via online dan offline. Padahal saya sudah buka toko online di marketplace. Tetapi tidak juga berkembang, bagaimana memaksimalkan promosi butik saya di marketplace? Sedangkan waktu saya terbagi dengan bekerja kantoran.

A: Marketplace hanya sebagai etalase dan pusat transaksi, khusus untuk fashion beberapa formula yang selama ini berjalan adalah dengan endorsement supaya calon konsumen dapat memahami bentuk produk yang ditawarkan, bahan fashionnya dan apabila produk tersebut dikenakan oleh endorser (dipakai) perlu juga didorong dengan digital marketing melalui social media 

 

Q: Kalo kita belanja online via marketplace, pengiriman dari luar negeri ongkos kirimnya sangat murah, bagaimana jika kita yang ekspor ke luar, apakah expedisi bisa memberi harga yang kompetitif seperti di marketplace? 

A: beberapa ekspedisi menawarkan harga yang kompetitif karena memiliki kerjasama lintas negara misalnya di Amerika ada USPS, kita bisa menggunakan POS Indonesia yang bekerjasama dengan EMS (Express Mail Services)

 

Q: Saya sudah dua kali buka usaha kuliner tapi gagal terus karena mental yang kurang kuat. Bagaimana cara membangun mental wirausaha yang kuat?

A: untuk membangun mental yang kuat dalam berwirausaha bisa dengan memulai bergabung dengan ekosistem (komunitas) yang suportif terhadap pertumbuhan diri dan bisnis anda, perbanyak referensi pengetahuan bisnis supaya lebih kuat dan yakin dalam menjalankan bisnis karena biasanya pelaku usaha baru sangat takut terhadap resiko (resiko rugi, resiko complain dari pelanggan dan sebagainya)

 

Q: Saya sebagai reseller produk fashion tetapi karena PHK, modal menjadi kendala untuk meneruskan usaha. Apakah reseller bisa bergabung menjadi UMKM dan bisa dapat bantuan untuk modal? Bagaimana caranya?

A: Saat ini untuk akses bantuan modal disediakan oleh beberapa Kementerian di Indonesia, Anda harus aktif mencari informasi tersebut karena dalam prakteknya biasanya yang menjadi kendala adalah hal hal yang bersifat administratif. 

 

Q: Bagaimana caranya jika kita ingin menjadi reseller fashion import, apakah ada persyaratannya?

A: Tidak ada persyaratan khusus, umumnya kita harus tahu produk fashion import apa yang ingin kita tawarkan, cek juga potensi pasar yang ada apakah menjanjikan untuk jangka waktu yang lumayan panjang (misalnya : fashion import untuk balita), cari referensi yang akurat dan terpercaya terkait bisnis reseller fashion import ini dan jangan lupa bangun kanal penjualan dan komunikasi yang baik dengan para calon pelanggan anda

 

Q: Dengan kondisi seperti saat ini, tingkat penjualan menurun, bagaimana strategi agar usaha pakaian saya tetap berjalan?

A: Cukup banyak jenis usaha dan bisnis yang terdampak oleh pandemi ini, tahap awal kita harus bisa melakukan analisa awal untuk mencari tahu kenapa penjualan kita menurun apakah karena prioritas belanja pelanggan? atau karena pelanggan kehilangan daya beli? atau produk yang anda tawarkan belum menjadi kebutuhan utama? semua hal ini bisa dilakukan riset kecil dengan menghubungi para pelanggan anda untuk mendapatkan informasi yang akurat. Setelah itu kita bisa menentukan strategi yang pas, apakah mengganti jenis produk? atau mengganti sistem penjualan yang kita lakukan? mulai dengan hal hal kecil terlebih dahulu untuk melihat hasilnya setelah anda melakukan beberapa penyesuaian. Langkah terakhir adalah jika memang tidak bisa survive dengan kondisi saat ini, coba lihat potensi bisnis lain yang bisa anda lakukan kedepannya

 

Q: Saya sempat mengajukan ide ke Pemerintah sewaktu lomba proposal usaha, yakni dengan membuat kaos dengan desain kue dan makanan tradisional berbentuk kartun. Bisa dijadikan sebagai oleh-oleh daerah, namun sayangnya tidak lolos. Saya mau tanya, apakah sekarang peluang untuk baju yang semacam itu kurang menarik lagi? Kalua masih, bagaimana saya bisa mengembangkannya?

A: Saat ini fokus belanja konsumen beralih ke beberapa hal yang esensial seperti belanja kebutuhan pokok, kebutuhan kesehatan (termasuk desinfektan dan produk turunan lainnya), serta kebutuhan dasar yang dianggap paling penting. kita harus melihat ini sebagai peluang, inovasi dapat dilakukan misalnya bisnis kue dan makanan yang “higienis” dan “bergizi” atau masker berbahan kaos dengan tingkat keamanan yang cukup tinggi mencegah covid19 dengan desain yang menarik (walaupun saat ini sudah cukup banyak yang melakukan hal ini) yang terakhir adalah bisa juga bisnis oleh oleh yang disukai oleh masyarakat dari berbagai daerah, karena pandemi ini menyebabkan berkurangnya mobilitas masyarakat ke luar kota (wisata) ini bisa menjadi peluang yang bagus misalnya berjualan Pempek Palembang asli untuk warga masyarakat diluar kota (selain Palembang)

 

Q : Adakah tips dan trik yang bisa dibagi untuk berjualan baju online di media sosial supaya banyak yang tertarik mengunjungi toko saya dan membeli?

A: Berjualan baju online memang tidak mudah, konsumen harus memahami tampilan baju tersebut apabila dikenakan (dipakai), bentuk cutting di badan hingga bahan yang digunakan (apakah dingin, menyerap keringat dan sebagainya) kita harus menggunakan sudut pandang konsumen, informasi apa yang dibutuhkan oleh konsumen sehingga mereka bisa mempertimbangkan untuk membeli produk kita, caranya bisa dimulai dengan riset kecil dari kita dan sekitar kita untuk mencari tahu sudut pandang konsumen terhadap produk fashion. Bentuk endorsement bisa menjadi salah satu cara, tapi harus tentukan bentuk endorsement dan siapa yang akan anda endorse

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Tips Membangun Bisnis Berbasis Teknologi

Tips Membangun Bisnis Berbasis Teknologi

Apa kamu punya keinginan untuk membangun bisnis berbasis teknologi? Sebelum memulai mewujudkan keinginan tersebut, ada baiknya kamu tau enam tips penting ini. Apa aja ya?   Jadi 'trendsetter Banyak anak muda kurang berani dan hanya ikut arus yang sudah ada. Soal era industri 4.0 bukan hanya soal big data, AI atau robotic aja, justru tantangan utama adalah berani menciptakan solusi dan berani mengeksekusi ide.   Efisiensi Salah satu hal yang kurang dipersiapkan dunia pendidikan kita adalah melatih soft skill untuk menghadapi kehidupan nyata. Padahal soft skill seperti kemampuan untuk bekerjasama, berkolaborasi, mempresentasikan dan mengomunikasikan ide sangat penting dan harus terus ditingkatkan agar efisiensi kerja tercapai.   Berkelanjutan Anak muda saat ini cenderung mudah menyerah sehingga apa yang dilakukan seringkali engga tuntas. Membangun bisnis berbasis teknologi bukanlah sebuah perlombaan lari sprint tetapi justru lari maraton yang membutuhkan stamina, kesabaran, ketekunan dan kegigihan jangka panjang.   Kolaborasi Gagasan Membawa STEM ke dalam bisnis dapat dilakukan dengan melakukan kolaborasi ide-ide. Saat ini bisnis engga bisa berjalan tanpa teknologi dan sebaliknya teknologi engga bisa berkelanjutan tanpa bisnis yang baik.   Memperluas spektrum Di Indonesia, bisnis yang berkembang memiliki spektrum luas, mulai dari bisnis teknologi 4.0 sampai industri 1.0. Ada banyak industri rempah, budaya, hasil bumi seperti kopi yang juga perlu juga dikembangkan secara keilmuan dan juga bisnis. Kita tetap mengejar bisnis berbasis teknologi tinggi untuk masa depan tetapi juga engga lupa untuk mengilmukan bisnis-bisnis tradisional.   Kemampuan organisasi Salah satu hal yang perlu ditingkatkan oleh kita adalah kemampuan organisasi, karena saat mendapatkan modal besar, banyak dari kita kemudian gagap bagaimana melakukan organization scaling dan organization excellent. Masih banyak anak muda yang belum siap dalam membesarkan dan mengatur unit bisnis secara baik.   Nah, saatnya kamu terapkan enam tips ini supaya bisnis berbasis teknologi yang kamu impikan bisa tercapai dengan baik! Yuk temukan tips lainnya di aplikasi TopKarir. Semangat Sahabat TopKarir!
Trik Jitu Mempromosikan Produk Usaha di Bulan Ramadan

Trik Jitu Mempromosikan Produk Usaha di Bulan Ramadan

Ramadan menjadi bulan yang penuh berkah, keberkahan ini juga terasa pada sektor usaha dikarenakan meningkatnya aktivitas jual beli masyarakat. Terlebih produk usaha di bidang kuliner.   Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Nielsen (perusahaan yang bergerak dibidang informasi global dengan melakukan riset terhadap informasi pemasaran), bisnis kuliner meraup pendapatan sebesar 45% pada 3 periode dan termasuk bulan Ramadhan.   Melihat meningkatnya minat beli masyarakat di bulan Ramadan, tentu harus bisa dimanfaatkan para pebisnis atau yang mau memulai bisnis untuk mendulang rezeki. Bagian krusial dari penjualan adalah promosi, tanpa promosi yang baik jangankan meningkatkan penjualan, produkmu bahkan nggak akan dikenal. Karena pentingnya kegiatan promosi, TopKarir berbagi cara ampuh mempromosikan produk usahamu agar laku di pasaran, yuk simak ulasan lengkapnya.   Riset perilaku konsumen saat bulan Ramadan Lakukan riset dan amati perubahan perilaku konsumen dan kebiasaan masyarakat pada saat Ramadan. Saat Ramadan, muslim yang menjalankan puasa pasti lebih banyak melakukan ibadah untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Hal ini bisa dijadikan strategi untuk melakukan pendekatan promosi melalui konten bertemakan ibadah, keislaman, berbagi atau hal-hal baik lainnya.   Kondisi pandemi covid-19 juga mengubah pola konsumsi masyarakat Indonesia. Kebijakan untuk tidak keluar rumah membuat masyarakat berpikir untuk membeli kebutuhan Ramadan dalam jumlah besar agar mengurangi intensitas keluar rumah. Sekarang masyarakat juga lebih berhati-hati membeli produk dengan mempertimbangkan higienitas. Karenanya kamu harus bisa meyakinkan calon konsumen melalui promosi bahwa produk yang kamu jual selain berkualitas juga steril.    Buat produk spesial Ramadan  Produk yang paling laris manis di bulan Ramadan adalah makanan dan minuman. Konsumen akan banyak berdatangan membeli produk untuk dikonsumsi pada saat berbuka dan sahur. Semakin banyak variasinya, maka konsumen akan lebih tertarik karena punya banyak pilihan.   Di situasi pandemi sekarang ini, produk makanan beku / frozen food lebih diminati, karena konsumen memilih berbelanja bahan makanan yang bisa bertahan lebih lama agar mengurangi frekuensi keluar rumah.   Produk yang nggak kalah laku di bulan Ramadan adalah produk pakaian Muslim, menjelang Hari Raya orang-orang akan berbondong-bondong membeli pakaian baru sebagai tradisi menyambut hari yang fitri. Tawarkan beberapa promosi seperti potongan harga, bonus pembelian dll.   Tentukan waktu yang tepat saat memasarkan produk Di bulan Ramadan ada beberapa waktu khusus dimana konsumen lebih banyak berselancar di internet. Berdasarkan data EcommerceIQ, kunjungan tertinggi orang-orang Indonesia ke situs e-commerce terjadi dua kali sehari selama bulan Ramadhan 2017. pertama yakni saat sahur, tepatnya pukul 04.00-05.00 WIB dan yang kedua ketika menjelang buka puasa sampai shalat Isya, yakni pukul 17.00-20.00 WIB. Hindari menjual produkmu saat satu minggu sebelum lebaran, karena konsumen berpikir apabila membeli kebutuhan lebaran terlalu mepet, harga akan semakin naik, stok produk yang dicari juga terbatas, atau kendala pengiriman akibat libur panjang.   Buat konten bernuansa Ramadan Pencarian keyword yang berhubungan dengan bulan Ramadan pada pencarian Google juga mengalami peningkatan. Membuat konten bertema Ramadan membuat kunjungan pada situs promosi kamu semakin tinggi, orang-orang akan berusaha menemukan konten yang mereka butuhkan selama Ramadan.   Gunakan dekorasi Ramadan sebagai pelengkap konten visual atau video produk kamu. Tambahkan tagar yang banyak digunakan saat Ramadan dalam konten promosi di media sosial, seperti Instagram, Facebook, Twitter atau yang sekarang sedang hype yaitu TikTok. Bangun hubungan dengan calon konsumen melalui pendekatan emosional, interaksi dan konten-konten yang relate dengan kehidupan mereka.   Optimalkan promosi melalui media online Sejak 2017 masyarakat lebih memilih media online untuk mengisi waktu luang selama berpuasa, dimana tahun-tahun sebelumnya televisi masih menjadi idola. Selain dapat menjangkau konsumen lebih luas, pemasaran melalui online dalam kondisi pandemi saat ini jauh lebih efektif karena orang-orang lebih memilih berbelanja aman dari rumah.   Selain itu promosi dengan memanfaatkan media online tidak membutuhkan biaya sepeserpun alias gratis. Kecuali kalau kamu mau menggunakan jasa influencer untuk mereview produkmu, setidaknya kamu harus memberikan produk gratis atau membayar jasanya sesuai tarif / kesepakatan. Carilah influencer dengan segmentasi followers sesuai target pembeli produk kamu.   Semoga tips di atas bisa menginspirasi Sahabat TopKarir yang membaca di rumah ya. Yuk temukan tips-tips dan informasi karir lainnya di aplikasi TopKarir. Download aplikasinya gratis di Play Store dan App Store!
Komentar