Pencari Karir Pencari Kandidat

Webinar Potensi Pengembangan Keunggulan Produk

24 Maret 2021 20:03 7619 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 2 KALI DIBAGIKAN

APINDO & BPJS Ketenagakerjaan mempersembahkan program APINDO UMKM AKADEMI, dimana setiap pelaku UMKM akan mendapatkan informasi bermanfaat seputar pengembangan usahanya baik dari segi produk, keuangan, branding, marketing, dan lain sebagainya agar pelaku UMKM di Indonesia bisa naik kelas. Apalagi saat ini UMKM di Indonesia banyak yang terkena dampak dari Pandemic COVID-19. Yang menyebabkan merosotnya penghasilan dari usaha mereka.

 

Untuk minggu ini akan membahas tema, Seri Industri Wellness : POTENSI PENGEMBAGNAN KEUNGGULAN PRODUK

 

Dengan Narasumber

 

FELICIA REGINA
CEO PT Hasanayu Tri Putri, Brand Owner Mirael Sugar Wax

 

Fasilitator

 

HANDITO JOEWONO
CEO Arrbey & Komite Pengembangan Jaringan Usaha APINDO

 

Hosted By:

 

EDRIC CHANDRA
Program inisiator Diplomat Success Challenge & Komite Pemasaran Kewirausahaan APINDO


Jangan sampai terlewatkan ya, catat tanggalnya

  • Rabu, 22 Juli 2020
  • Pukul 15.00 - 17.00 WIB
  • Live on Zoom

Acara ini terbuka untuk umum dan GRATIS

 

Link Pendaftaran:

http://bit.ly/daftarUMKM-akademi

 

Bila kamu mengikuti webinar, Benefit yang akan kamu dapat antara lain : E-Sertifikat, Ilmu, Relasi

 

Buruan Daftar sekarang! Saatnya UMKM Indonesia NAIK KELAS

 

Pertanyaan Webinar Minggu Lalu (Webinar Atur Keuangan Bisnis)

Q: Dari sekian banyaknya biaya yang harus dikeluarkan, bagaimana cara kita menentukan profit margin?

A: Kalau secara teknis:

  •     Step 1: Hitung net income: Total penjualan dikurangi biaya2 
  •     Step 2: Hitung net sales: Bagi net income dengan total penjualan
  •     Step 3: Hasilnya dikali dengan 100 untuk mendapatkan persentase profit marginmu. 

Nah persentase ini kemudian dibandingkan dengan standar pasar… lebih tinggi atau lebih rendah?

Kalau marginmu lebih rendah maka ada pemborosan atau efisiensi yg perlu dirapikan dalam bisnismu. Kalau marginmu lebih tinggi dr rata2, kompetitif ga produkmu di pasaran harga jualnya? Margin tinggi tapi kemahalan ga bisa jual percuma kan?

 

Q: Ketika keuntungan kita semakin menurun karena inflasi atau sebagainya, bagaimana caranya untuk menaikan harga jual tanpa membuat para konsumen kecewa?

A: Bisa dibuatkan paket promo yg isinya kombinasi jadi yg dihitung adalah marginnya, bukan harga jualnya saja. Bisa juga dijadwalkan… misalnya ada pemberitahuan… 1 bulan lagi ada kenaikan harga, kl mau nyetok beli dr sekarang di harga lama. Jadi mereka tidak kaget dan bisa merencanakan pembelanjaan mereka.

 

Q: Bagaimana menaikan profit disaat orang-orang sedang krisis di masa pandemi ini?

A: Ada nilai lebih yg dirimu tingkatkan tidak? Apa yg bisa diefisiensikan untuk mengurangi biaya? Pada akhirnya kan profit itu hasil sisa usaha.

 

Q : Kalau kita sudah menghitung modal dan survey lokasi, ternyata karena kondisi tertentu misal karena pandemi akhirnya rugi. Cara apa yang paling ampuh untuk memulihkan kondisi?

A: Inovasi. Eksplorasi opsi. Bikin skenario mitigasi management kerugiannya dll… ini panjang ceritanya tentang business continuity planning, dibuat sesi terpisah saja ya!

 

Q: Kapan waktu yang tepat untuk ekspansi? Apa yang harus diperhitungkan?

A: Ekspansi itu butuh timing dan planning yg baik. Growth itu selalu banyak biaya tapi juga jadi memuaskan ketika sudah berjalan! Waktu yg tepat adalah ketika Anda siap. Secara operasional, secara keuangan, secara manajemen, jalur distribusi dan kepastian supply dll. Ini juga panjang ceritanya, dibuatkan sesi khusus saja ya. Menjual lebih banyak bukan selalu profit lebih banyak krn handling cost, manpower cost, pajak dll juga perlu dihitung dulu.

Kalau sudah dihitung dan sudah direncanakan, expansi usaha itu jadi lebih tahan banting. Ibaratkan olahraga bangun otot dan stamina dulu. Ga bisa langsung digeber langsung klasemen utama kan? ;)

 

Q: Setelah kita mendapatkan hasil dari penjualan selama satu bulan, bagaimana alokasi hasil penjualan tersebut yang baik? Seperti misalnya berapa persen untuk investor, pengembangan bisnis, promosi, dll?

A: Biasanya tergantung profitability & jenis usaha.

 

  • R&D misalnya 5% untuk pengembangan produk, resep, dll
  • Untuk promosi, bisa dilihat di materi mengatur keuangan yg kemarin, sudah dibahas persentase2nya.
  • Untuk ke investor biasanya ditentukan di awal sebelum investor masuk shareholder agreementnya bagaimana aturan mainnya.

 

Q: Ada pendapat yang mengatakan untuk melakukan saving dilakukan pembelian dalam jumlah besar untuk mendapatkan economic value padahal tadi dikatakan akan berpengaruh dalam cash flow,bagaimana mensiasati hal tersebut , mana yang lebih menguntungkan?

A: Hitung, hitung, hitung.

Cashflow itu tidak hanya di inventory planning tapi flow kita dibayar kembali dari buyer kita. Jenis pembiayaan juga sudah berbagai instrumen yg ada. Inventory financing, sistem resi gudang, Supply chain financing, factoring, dll.

 

Q: Teknik promosi seperti apakah yang efisien ketika kita baru membuka usaha untuk menggaet customer agar mengenal atau membeli produk kita?

A: Paling murah adalah word of mouth alias referral.

Kalau yang dijual adalah produk, maka maksimalkan online marketing. Kalau yang dijual adalah jasa, maka minimal punya website atau profil media sosial sehingga calon pembeli bisa memperoleh informasi yang lengkap. Coba dikerjakan business model canvasnya, terutama di kolom Key Channels & Customer Relationship.

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Tips Membangun Bisnis Berbasis Teknologi

Tips Membangun Bisnis Berbasis Teknologi

Apa kamu punya keinginan untuk membangun bisnis berbasis teknologi? Sebelum memulai mewujudkan keinginan tersebut, ada baiknya kamu tau enam tips penting ini. Apa aja ya?   Jadi 'trendsetter Banyak anak muda kurang berani dan hanya ikut arus yang sudah ada. Soal era industri 4.0 bukan hanya soal big data, AI atau robotic aja, justru tantangan utama adalah berani menciptakan solusi dan berani mengeksekusi ide.   Efisiensi Salah satu hal yang kurang dipersiapkan dunia pendidikan kita adalah melatih soft skill untuk menghadapi kehidupan nyata. Padahal soft skill seperti kemampuan untuk bekerjasama, berkolaborasi, mempresentasikan dan mengomunikasikan ide sangat penting dan harus terus ditingkatkan agar efisiensi kerja tercapai.   Berkelanjutan Anak muda saat ini cenderung mudah menyerah sehingga apa yang dilakukan seringkali engga tuntas. Membangun bisnis berbasis teknologi bukanlah sebuah perlombaan lari sprint tetapi justru lari maraton yang membutuhkan stamina, kesabaran, ketekunan dan kegigihan jangka panjang.   Kolaborasi Gagasan Membawa STEM ke dalam bisnis dapat dilakukan dengan melakukan kolaborasi ide-ide. Saat ini bisnis engga bisa berjalan tanpa teknologi dan sebaliknya teknologi engga bisa berkelanjutan tanpa bisnis yang baik.   Memperluas spektrum Di Indonesia, bisnis yang berkembang memiliki spektrum luas, mulai dari bisnis teknologi 4.0 sampai industri 1.0. Ada banyak industri rempah, budaya, hasil bumi seperti kopi yang juga perlu juga dikembangkan secara keilmuan dan juga bisnis. Kita tetap mengejar bisnis berbasis teknologi tinggi untuk masa depan tetapi juga engga lupa untuk mengilmukan bisnis-bisnis tradisional.   Kemampuan organisasi Salah satu hal yang perlu ditingkatkan oleh kita adalah kemampuan organisasi, karena saat mendapatkan modal besar, banyak dari kita kemudian gagap bagaimana melakukan organization scaling dan organization excellent. Masih banyak anak muda yang belum siap dalam membesarkan dan mengatur unit bisnis secara baik.   Nah, saatnya kamu terapkan enam tips ini supaya bisnis berbasis teknologi yang kamu impikan bisa tercapai dengan baik! Yuk temukan tips lainnya di aplikasi TopKarir. Semangat Sahabat TopKarir!
Trik Jitu Mempromosikan Produk Usaha di Bulan Ramadan

Trik Jitu Mempromosikan Produk Usaha di Bulan Ramadan

Ramadan menjadi bulan yang penuh berkah, keberkahan ini juga terasa pada sektor usaha dikarenakan meningkatnya aktivitas jual beli masyarakat. Terlebih produk usaha di bidang kuliner.   Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Nielsen (perusahaan yang bergerak dibidang informasi global dengan melakukan riset terhadap informasi pemasaran), bisnis kuliner meraup pendapatan sebesar 45% pada 3 periode dan termasuk bulan Ramadhan.   Melihat meningkatnya minat beli masyarakat di bulan Ramadan, tentu harus bisa dimanfaatkan para pebisnis atau yang mau memulai bisnis untuk mendulang rezeki. Bagian krusial dari penjualan adalah promosi, tanpa promosi yang baik jangankan meningkatkan penjualan, produkmu bahkan nggak akan dikenal. Karena pentingnya kegiatan promosi, TopKarir berbagi cara ampuh mempromosikan produk usahamu agar laku di pasaran, yuk simak ulasan lengkapnya.   Riset perilaku konsumen saat bulan Ramadan Lakukan riset dan amati perubahan perilaku konsumen dan kebiasaan masyarakat pada saat Ramadan. Saat Ramadan, muslim yang menjalankan puasa pasti lebih banyak melakukan ibadah untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Hal ini bisa dijadikan strategi untuk melakukan pendekatan promosi melalui konten bertemakan ibadah, keislaman, berbagi atau hal-hal baik lainnya.   Kondisi pandemi covid-19 juga mengubah pola konsumsi masyarakat Indonesia. Kebijakan untuk tidak keluar rumah membuat masyarakat berpikir untuk membeli kebutuhan Ramadan dalam jumlah besar agar mengurangi intensitas keluar rumah. Sekarang masyarakat juga lebih berhati-hati membeli produk dengan mempertimbangkan higienitas. Karenanya kamu harus bisa meyakinkan calon konsumen melalui promosi bahwa produk yang kamu jual selain berkualitas juga steril.    Buat produk spesial Ramadan  Produk yang paling laris manis di bulan Ramadan adalah makanan dan minuman. Konsumen akan banyak berdatangan membeli produk untuk dikonsumsi pada saat berbuka dan sahur. Semakin banyak variasinya, maka konsumen akan lebih tertarik karena punya banyak pilihan.   Di situasi pandemi sekarang ini, produk makanan beku / frozen food lebih diminati, karena konsumen memilih berbelanja bahan makanan yang bisa bertahan lebih lama agar mengurangi frekuensi keluar rumah.   Produk yang nggak kalah laku di bulan Ramadan adalah produk pakaian Muslim, menjelang Hari Raya orang-orang akan berbondong-bondong membeli pakaian baru sebagai tradisi menyambut hari yang fitri. Tawarkan beberapa promosi seperti potongan harga, bonus pembelian dll.   Tentukan waktu yang tepat saat memasarkan produk Di bulan Ramadan ada beberapa waktu khusus dimana konsumen lebih banyak berselancar di internet. Berdasarkan data EcommerceIQ, kunjungan tertinggi orang-orang Indonesia ke situs e-commerce terjadi dua kali sehari selama bulan Ramadhan 2017. pertama yakni saat sahur, tepatnya pukul 04.00-05.00 WIB dan yang kedua ketika menjelang buka puasa sampai shalat Isya, yakni pukul 17.00-20.00 WIB. Hindari menjual produkmu saat satu minggu sebelum lebaran, karena konsumen berpikir apabila membeli kebutuhan lebaran terlalu mepet, harga akan semakin naik, stok produk yang dicari juga terbatas, atau kendala pengiriman akibat libur panjang.   Buat konten bernuansa Ramadan Pencarian keyword yang berhubungan dengan bulan Ramadan pada pencarian Google juga mengalami peningkatan. Membuat konten bertema Ramadan membuat kunjungan pada situs promosi kamu semakin tinggi, orang-orang akan berusaha menemukan konten yang mereka butuhkan selama Ramadan.   Gunakan dekorasi Ramadan sebagai pelengkap konten visual atau video produk kamu. Tambahkan tagar yang banyak digunakan saat Ramadan dalam konten promosi di media sosial, seperti Instagram, Facebook, Twitter atau yang sekarang sedang hype yaitu TikTok. Bangun hubungan dengan calon konsumen melalui pendekatan emosional, interaksi dan konten-konten yang relate dengan kehidupan mereka.   Optimalkan promosi melalui media online Sejak 2017 masyarakat lebih memilih media online untuk mengisi waktu luang selama berpuasa, dimana tahun-tahun sebelumnya televisi masih menjadi idola. Selain dapat menjangkau konsumen lebih luas, pemasaran melalui online dalam kondisi pandemi saat ini jauh lebih efektif karena orang-orang lebih memilih berbelanja aman dari rumah.   Selain itu promosi dengan memanfaatkan media online tidak membutuhkan biaya sepeserpun alias gratis. Kecuali kalau kamu mau menggunakan jasa influencer untuk mereview produkmu, setidaknya kamu harus memberikan produk gratis atau membayar jasanya sesuai tarif / kesepakatan. Carilah influencer dengan segmentasi followers sesuai target pembeli produk kamu.   Semoga tips di atas bisa menginspirasi Sahabat TopKarir yang membaca di rumah ya. Yuk temukan tips-tips dan informasi karir lainnya di aplikasi TopKarir. Download aplikasinya gratis di Play Store dan App Store!
Komentar