Pencari Karir Pencari Kandidat

Tips Sukses Bisnis Event Organizer Untuk Kaum Millenial

24 Maret 2021 20:03 3602 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 1 KALI DIBAGIKAN

 

Saat ini, begitu banyak acara yang bisa kamu manfaatkan sebagai salah satu sumber penghasilan seperti acara ulang tahun, lamaran, bridal shower, baby shower, dan sebagainya. Kalau kamu punya ide-ide kreatif mengemas suatu acara dan membuatnya semakin meriah, mungkin kamu cocok berbisnis di bidang Event Organizer.  Berikut ini tips sukses buat kamu yang ingin membuka bisnis Event Organizer. Langsung simak yuk!

 

  • Pelajari terlebih dahulu

Sebelum terjun ke dunia Event Organizer, kamu wajib mengetahui hal detailnya terlebih dahulu, sekaligus lingkup kerjanya. Kamu bisa mencari tahu hal ini secara online atau langsung bertanya kepada orang lain lebih dulu yang membuka bisnis EO (Event Organizer).

 

  • Sering datang ke berbagai acara

Agar mengetahui apa saja yang wajib dilakukan dalam sebuah acara, kamu harus rajin hadir di setiap acara. Mulai dari seminar, acara launching produk baru, pameran, dan lain-lain. Semakin beragam acara yang kamu hadiri, semakin luas pengetahuanmu.

 

  • Jadi freelance di sebuah EO

Banyak sekali EO yang mencari pekerja freelance untuk event-event besar. Manfaatkan hal tersebut untuk menimba ilmu. Kamu bisa belajar sedikit demi sedikit seluk beluk dunia EO, sekaligus pekerjaan lengkapnya. Jika suatu saat jadi bos, kamu bisa mengatur karyawan dan bisnismu dengan sangat baik.

 

  • Mencari informasi cara membuka EO

Lebih tepatnya, apa saja yang wajib kamu persiapkan. Kamu bisa mulai memasarkan bisnismu dengan cara endorse acara keluargamu. Persiapan modal, alat-alat yang harus dimiliki, tim kreatif, dan lain sebagainya juga harus dipikir secara matang.

 

  • Bentuk marketmu sendiri

Kamu mengambil segmen event organizer secara konvensional, bisa juga menetapkan sebuah target market sendiri. Misalnya, khusus menangani acara ulang tahun, anniversary, hingga perayaan tertentu. Bisa juga EO khusus seminar dan workshop. Kalau segmen pasar sudah ditentukan, kamu bisa fokus mengembangkan bisnisnya.

 

Itu dia tips yang bisa kamu terapkan ya. Temukan tips lainnya di aplikasi  Topkarir & download aplikasinya ya!





Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Langkah Awal Manajemen SDM untuk Kesuksesan UKM

Langkah Awal Manajemen SDM untuk Kesuksesan UKM

Usaha Kecil Menengah (UKM) atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) punya peran penting dalam perkembangan ekonomi suatu negara. UKM diartikan sebagai usaha yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha dan bukan anak perusahaan atau anak cabang yang dimiliki, dikuasai, atau bagian dari sebuah usaha menengah atau usaha besar dan beberapa kriteria tertentu. Dilansir Kompas, Bappenas menyatakan UMKM memiliki peranan yang cukup besar bagi perekonomian Indonesia meliputi : perluasan kesempatan kerja dan penyerapan tenaga kerja, pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), penyedia jaringan pengaman terutama untuk masyarakat berpendapatan rendah demi menjalankan kegiatan ekonomi produktif.   Mengingat peran UKM yang krusial sebagai salah satu penopang perekonomian, para pelaku UKM harus bisa menunjukkan kualitas baik dari segi produk maupun sumber daya manusianya. Meskipun bisnis UKM Anda masih terbilang baru dan kecil, tidak ada alasan untuk tidak mengesampingkan kualitas dan peran SDM. Kontribusi SDM yang baik akan berdampak bagi kesuksesan merek dagang, kemampuan bersaing dan keberlangsungan UKM Anda kedepannya. Untuk membangun SDM yang berkualitas dan mampu berkontribusi secara maksimal, dibutuhkan langkah manajemen SDM yang terencana.   Menentukan founding team Sejak awal mendirikan usaha, Anda perlu memperhitungkan orang-orang yang punya potensi dan kemampuan membangun usaha yang Anda jalani untuk pertama kali, mereka bisa disebut sebagai founding team. Founding team merupakan sekumpulan orang yang mengawali sebuah bisnis dengan kemampuan berbeda sehingga bisa saling melengkapi. Tentukan maksimal 2 orang terbaik yang Anda kenal, pilihlah rekan yang punya tujuan yang sama, komitmen, semangat dan tekad yang kuat, sampai kepercayaan satu sama lain.    Merekrut karyawan baru dengan selektif Aspek kedua setelah Anda membentuk founding team adalah membangun tim kerja. Ketika sudah banyak bidang yang harus dikerjakan untuk menjalankan dan mengembangkan usaha, perlu dilakukan proses rekrutmen karyawan baru. Lakukan seleksi dengan menyesuaikan kebutuhan perusahaan Anda, baik jumlah dan posisinya. Seleksi dilakukan bukan hanya dengan menilai aspek kompetensi namun juga attitude calon karyawan. Pilihlah calon karyawan yang punya keterampilan dan karakter yang baik, kombinasi kedua aspek tersebut akan menghasilkan karyawan yang mampu berkontribusi besar untuk UKM Anda.   Memberi pelatihan SDM Modal yang besar memang menjadi hal yang penting untuk membangun sebuah usaha, namun yang tidak kalah penting ialah kehadiran karyawan sebagai roda penggerak UKM Anda. Bekali karyawan Anda dengan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi kerja, menghasilkan SDM yang terlatih dan terdidik. Dengan begitu mereka akan mampu menghasilkan produk dan inovasi yang mendukung perkembangan bisnis UKM Anda.   Menyusun Standar Operasional Perusahaan Tanamkan prinsip dan keyakinan usaha Anda akan semakin besar dan berkembang kedepannya. Buatlah aturan, prosedur dan kebijakan yang berlaku untuk seluruh karyawan di UKM Anda. SOP bertujuan bukan hanya untuk mengatur kegiatan operasional tetapi juga menjadi pedoman untuk menjaga konsistensi dan kedisiplinan karyawan terkait aspek produksi, SDM maupun pemasaran.   Membangun keterlibatan tenaga kerja Karyawan lebih banyak menghabiskan waktu harian mereka di lingkungan kerja, jadi berikan mereka kenyamanan selain gaji yang memang sudah jadi kewajiban. Perusahaan yang memberikan kesempatan karyawannya untuk terlibat aktif, mendengar setiap masalah dan aspirasi mereka cenderung bertahan lebih lama dan loyal. Manajemen SDM dengan mengikutsertakan karyawan dalam setiap aktivitas perusahaan berdampak pada efisiensi dan produktivitas kerja.   Pemberian remunerasi yang masuk akal Tidak bisa dipungkiri upah atau gaji menjadi hal yang mendukung kepuasan karyawan, bahkan mampu mempengaruhi hasil kerja. Berikan gaji sesuai standar pada posisi yang sama atau sesuai UMR. Jika ingin memberi upah lebih besar pertimbangkan dulu performance dan kontribusinya bagi UKM Anda.   Melakukan evaluasi manajemen SDM Langkah terakhir yang dilakukan sebagai bagian dari manajemen SDM bagi bisnis UKM adalah evaluasi kinerja. Proses ini penting untuk mengetahui performa setiap karyawan selama periode tertentu, bentuknya bisa berupa diskusi maupun laporan langsung. Tugas Anda adalah mempelajari hasil kerja masing-masing karyawan. Berikan apresiasi bagi karyawan yang telah sampai atau melampaui ekspektasi dengan tujuan memotivasi kinerjanya agar semakin baik lagi.   Dengan menyusun manajemen SDM yang baik, Anda akan memiliki karyawan yang punya loyalitas dan kualitas tinggi untuk bekerja sama membawa UKM Anda lebih maju.Temukan kandidat muda terbaik untuk bergabung di perusahaan Anda bersama TopKarir, hubungi kami di sini. Tips-tips karir lainnya seputar HR bisa Anda temukan di Ruang HR TopKarir.
Komentar