Pencari Karir Pencari Kandidat

Tips Agar Gaji Nggak Cepat Ludes Saat Bulan Ramadan

24 Maret 2021 20:03 Pembekalan Karir 3619 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 0 KALI DIBAGIKAN

Kalau dipikir-pikir Ramadan seharusnya bisa jadi momen yang tepat untuk berhemat karena uang makan berkurang, kebiasaan jajan di siang bolong juga hilang. Tapi pada kenyataanya, pengeluaran di bulan puasa malah membengkak yang diakibatkan banyak hal, salah satunya membeli barang yang nggak dibutuhkan karena tergoda diskonan.

 

Sebelum kantong kamu makin teriris, lebih baik rencanakan keuangan sejak awal Ramadan, sebab masih ada kebutuhan lain menjelang, saat dan setelah Idul Fitri. Terlebih di tengah situasi corona saat ini, kamu harus pintar-pintar menyisihkan uang untuk kondisi darurat. Yuk simak tips agar gaji kamu nggak cepat habis saat bulan Ramadan berikut ini.

 

Belanja kebutuhan di awal Ramadan

Harga kebutuhan pokok menjelang lebaran biasanya akan mengalami kenaikan. Hal ini akan berdampak pada pengeluaran bulanan yang membengkak. Untuk mengantisipasi naiknya harga barang dan kebutuhan pokok ada baiknya kamu membeli kebutuhan selama sebulan penuh di awal puasa. Pilih bahan makanan yang tahan lama untuk satu bulan, selain lebih hemat waktu kamu juga jadi lebih aman karena nggak sering keluar rumah untuk berbelanja.

 

Berbuka dan memasakan makanan di rumah

Dengan memasak makanan sendiri di rumah kamu bisa berhemat sekaligus menyesuaikan selera makanan sesuai yang kamu mau. Makanan akan jauh lebih higienis dan sehat pastinya. Atau kamu juga bisa menggabungkan menu makanan berbuka dan sahur, buat makanan dua kali lebih banyak untuk berbuka, sisakan, simpan dan hangatkan makanan menjelang waktu sahur.

 

Kamu jadi lebih hemat waktu juga karena nggak perlu memasak untuk santap sahur deh. Terlebih saat kondisi wabah seperti sekarang lebih baik untuk membatasi acara buka bersama di luar demi menjaga kesehatan dan memutus rantai penyebaran virus.

 

Kurangi membuka toko online dan e-commerce

Akibat social distancing dan pembatasan sosial berskala besar, masyarakat kini lebih memilih berbelanja aman lewat online, marketplace dan e-commerce. Tapi kemudahan berbelanja ini bisa makin mengikis dompet kalau pengeluaran belanja nggak terkontrol.

 

Apalagi menjelang lebaran, sebagian besar marketplace dan e-commerce biasanya memberikan diskon besar-besaran. Karenanya mulai batasi diri membuka produk-produk di toko online untuk mengurangi niat berbelanja barang yang tidak dibutuhkan.

 

Prioritaskan kebutuhan

Kamu juga harus bisa membedakan mana barang yang harus dibeli dengan alasan kebutuhan dan mana yang cuma keinginan. Prioritaskan kebutuhan pokok atau kebutuhan yang sifatnya nggak bisa ditunda. Seperti membayar tagihan listrik, air, biaya pendidikan, pinjaman, kebutuhan makan, perlengkapan mandi atau menabung.

 

Sedangkan barang yang merupakan keinginan bisa dibeli dengan uang sisa jika semua kebutuhan pokok sudah terpenuhi.

 

Terapkan prinsip 10-20-30-40

Prinsip ini memuat 40 persen gaji dialokasikan untuk kebutuhan pokok seperti makan sehari-hari, transportasi, tagihan listrik dan air, sewa rumah / kos. 30 persennya digunakan untuk membayar cicilan utang seperti tagihan kartu kredit, cicilan kendaraan, perangkat digital, atau cicilan rumah.

 

Sedangkan 20 persennya digunakan untuk tabungan, investasi atau dana darurat. 10 persen sisanya disisihkan untuk beramal di bulan yang suci ini. Prinsip ini bisa berbeda-beda tiap orang tergantung besarnya kebutuhan dan penghasilan.

 

Hidup dengan sederhana

Dalam kondisi wabah corona sekarang ini, kamu harus ekstra bijak mengelola keuangan. Pasalnya kondisi perekonomian Indonesia juga sedang tidak baik, banyak perusahaan yang melakukan efisiensi dengan mengurangi jumlah karyawan bahkan menutup usahanya. Dibutuhkan antisipasi keuangan menghadapi kondisi buruk yang terjadi dalam dunia kerja, seperti PHK, unpaid leave dan potongan gaji.

 

Peganglah prinsip cukup dalam berbelanja, pilih dan beli barang yang benar-benar dibutuhkan untuk kondisi sekarang ini. Kelola keuangan untuk jangka waktu yang panjang, miliki dana darurat sebagai antisipasi keadaan yang nggak terduga suatu saat nanti.

 

Itu tadi 6 tips agar gaji bulanan kamu nggak cepat habis selama Ramadan di tengah kondisi corona. Semoga bisa menginspirasi Sahabat TopKarir yang membaca di rumah ya. Yuk temukan tips-tips dan informasi karir lainnya di aplikasi TopKarir. Download aplikasinya gratis di Play Store dan App Store!

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Kena Potongan Gaji karena Dampak Corona? Begini Cara Pintar Mengelolanya

Kena Potongan Gaji karena Dampak Corona? Begini Cara Pintar Mengelolanya

Pandemi corona belum juga reda, dampaknya kian terasa oleh masyarakat dunia nggak terkecuali Indonesia. Perusahaan yang sudah tidak sanggup menahan krisis akibat pandemi memilih menutup usahanya dan perusahaan yang masih bertahan harus memutar strategi bisnisnya dengan menerapkan berbagai kebijakan. Salah satunya adalah melakukan efisiensi melalui penyesuaian insentif karyawan untuk menekan angka pengeluaran.   Mau tidak mau karyawan harus menerima solusi pengurangan gaji dan pemangkasan tunjangan lain untuk menjaga keberlangsungan perusahaan. Gaji yang berkurang mengharuskan karyawan untuk mengatur ulang keuangannya, menyesuaikan kebutuhan dan ketersediaan finansial yang ada. Agar kondisi keuangan kamu tetap aman walaupun gaji terkena potongan, berikut cara mengelolanya.   Membayar utang dan tagihan bulanan Saat gaji sudah di tangan, sebaiknya kamu langsung membayar utang dan tagihan bulanan. Dahulukan cicilan utang jangka panjang seperti cicilan rumah dan kendaraan. Kemudian lunasi segala tagihan bulanan seperti tagihan listrik, internet dan air.   Utamakan kebutuhan pokok Langkah kedua yakni penuhi kebutuhan pokok yakni makan. Selama social distancing usahakan untuk membuat makanan di rumah. Selain lebih menghemat pengeluaran memasak makanan di rumah juga lebih terjamin kehigienisannya.   Sesekali membeli makanan online juga dibolehkan asal nggak terlalu sering, karena hal ini malah bikin pengeluaranmu membengkak. Merencanakan menu makanan seminggu sekali juga bisa dilakukan agar pengeluaran bisa lebih terkontrol, terlebih buat kamu dan keluarga yang melaksanakan ibadah puasa Ramadan.   Kurangi pengeluaran konsumtif Saat gaji menipis, cara untuk menghemat pengeluaran adalah mengurangi biaya konsumtif. Biaya konsumtif ini bisa berupa biaya hiburan atau pengeluaran atas dasar keinginan. Seperti membeli makeup, pakaian, sepatu atau jajan makanan cepat saji.   Sebaiknya batasi diri membuka aplikasi online shop / e-commerce yang bisa bikin kamu lapar mata dan akhirnya menghabiskan uang untuk barang-barang konsumtif. Prioritaskan kebutuhan pokok selama pandemi dan kebutuhan untuk menunjang pekerjaan selama di rumah.   Menabung atau sisihkan untuk dana darurat Jangan lupa, sisihkan gajimu untuk ditabung sebagai dana darurat jika suatu saat ada kebutuhan mendadak yang harus dipenuhi. Dengan begitu kamu punya biaya untuk mengantisipasi segala pengeluaran yang sifatnya darurat baik saat kondisi pandemi maupun setelah pandemi selesai.   Idealnya besaran dana darurat yang perlu disiapkan jumlahnya minimal 3x pengeluaran bulanan bagi yang masih sendiri, 6x bagi yang sudah menikah dan 12x bagi yang sudah memiliki tanggungan anak.   Cari pemasukan tambahan Tips terakhir adalah mencari penghasilan tambahan saat penghasilan utama kamu menyusut. Jika dirasa gajimu belum mencukupi kebutuhan hidup, carilah pekerjaan sampingan. Sumber penghasilan tambahan bisa dengan mencoba bisnis online atau menjadi pekerja freelance.   Pekerjaan freelance sekarang menjadi tren di kalangan anak muda karena sistem kerjanya yang fleksibel dan gak terikat. Platform lowongan kerja freelance yang memudahkan kamu dalam mencari project kini tersedia di aplikasi TopKarir, yakni TopKarir Freelance. Kamu bisa menemukan beragam lowongan freelance sesuai bidang keahlian yang kamu miliki.   Itu tadi 5 tips mengelola gaji yang terkena potongan akibat dampak pandemi corona. Semoga tips di atas bisa menginspirasi Sahabat TopKarir yang membaca di rumah ya. Yuk temukan tips-tips dan informasi karir lainnya di aplikasi TopKarir. Download aplikasinya gratis di Play Store dan App Store!
Tips Mengelola Gaji Bagi Kamu yang Hobi Travelling

Tips Mengelola Gaji Bagi Kamu yang Hobi Travelling

Apakah kamu termasuk Sahabat TopKarir yang mempunyai hobi traveling? Dan selalu memiliki rencana untuk melakukan perjalanan disaat ada waktu libur dari tempat kerja, namun kesusahan dalam mengelola gaji agar bisa melakukan traveling? Tenang, kamu bisa mencoba tips berikut ini supaya hobi traveling kamu dapat tersalurkan dengan baik.   Tentukan Keuangan Kamu   Jika kamu memiliki banyak tanggungan, dan memiliki keperluan yang berhubungan dengan uang. Kamu bisa membagi anggaran gaji kamu dengan hobi kamu.   Katakanlah, setiap kamu menerima gaji yang berkisar Rp 3 juta per-bulan, kamu harus bisa membagi 10% untuk tabungan dan 10% nya lagi untuk keperluan hobi kamu. Jika kamu mempunyai tunjangan lebih, kamu bisa memperbesar persenan gaji yang bisa kamu habiskan pada hobi traveling kamu.   Rencanakan   Rencanakan setiap detail keuangan kamu, prioritaskan hal yang terpenting terlebih dahulu, misalnya kwajiban membayar tagihan rumah, listrik, atau kepentingan lainnya. Kamu bisa merencanakannya secara detail dari segi angka, hingga perencanaan keuangan yang akan digunakan pada kegiatan hobi kamu. Rencanakan dari jauh hari sebelum kamu memutuskan untuk melakukan perjalanan, dengan perencanaan yang cukup baik, perjalanan kamu akan lancar dan tidak akan terhalang karena masalah uang. Tidak ada salahnya menggunakan uang hasil kerja keras kamu untuk dihabiskan pada hobi yang membuat kamu bahagia, asal tidak berlebihan dan sesuai dengan perencanaan.   Menyesuaikan Budget   Setelah semua selesai dan pas dari segi perencanaan, inilah saatnya kamu menentukan tujuan perjalanan kamu dengan budget yang telah ditentukan dan sesuai dengan perencanaan anggaran.   Untuk traveling, masalah budget memang memerlukan penyesuaian terhadap kebutuhanmu saat melakukan perjalanan nanti. Apalagi jika kamu melakukan perjalanan ke luar negeri, kamu harus bisa menghitung harga umum produk makanan atau apapun yang ada disana atau biaya transportasi yang ada diluar negeri, secara detail.    
Komentar