Pencari Karir Pencari Kandidat

Sikap yang Tanpa Disadari Bisa Menghancurkan Karir

29 Juni 2021 11:06 11081 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 16 KALI DIBAGIKAN

Ketika kita sudah berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan, tahap selanjutnya yang kita lalui yakni bekerja untuk mencapai masa depan karir yang cemerlang. Namun, perjalanan karir nggak semudah yang kita bayangkan.

 

Selain harus punya kompetensi yang mumpuni untuk bersaing di dunia kerja, kita juga harus memiliki attitude yang baik untuk mendukung setiap langkah karir.

  

Attitude / sikap yang baik sejatinya nggak cuma harus diterapkan di lingkungan kerja, namun di setiap aktivitas kehidupan kita bersama orang lain.

 

Tanpa sikap yang baik, kehidupan karir akan menemui kesulitan bahkan diambang kehancuran. Sikap apa aja sih yang bisa bikin karir seseorang hancur? Yuk simak ulasan lengkapnya.

 

Cari lowongan kerja di wilayah Kota Serang? Temukan selengkapnya di sini.

 

 

1. Selalu cepat puas dengan setiap pencapaian

Menjadi orang yang cepat berpuas diri akan menghambat bahkan menghancurkan karir. Ketika kita menjadi orang yang cepat puas, kita akan berhenti untuk belajar dan berkembang.

 

Menjadi orang yang tahu kapan merasa cukup, memang dibutuhkan. Tapi, kamu juga harus tahu bedanya antara benar-benar merasa cukup dan cepat berpuas diri.

 

Mereka yang merasa cukup tidak akan berhenti berkembang dan belajar, justru mereka akan dengan senang hati berbagi ilmunya agar bermanfaat bagi banyak orang. Sedangkan orang yang cepat merasa puas akan berhenti untuk berkembang dan menutup diri akan ilmu-ilmu baru selain yang ia tahu.

 

2. Sombong, merasa paling tau/punya segalanya

Siapa sih yang suka berada dekat dengan orang sombong? Biasanya mereka yang menjadi sombong sudah merasa memiliki apapun yang lebih dibanding orang lain.

 

Sikap sombong ini bisa jadi level selanjutnya setelah cepat merasa puas. Dengan pencapaian yang ia miliki, perasaan sombong kerap menjadi-jadi. Mereka lupa kalau posisi/kondisi yang diraihnya nggak terlepas dari bantuan banyak orang.

 

Cara agar terhindar dari sikap ini yakni dengan selalu bersyukur dan menganggap kalau semua yang kita miliki di dunia hanya titipan Tuhan semata. Hargai semua orang yang sudah membantu kehidupan kamu dan selalu merasa kalau di atas langit selalu ada langit, agar sifat rendah hati tertanam di dalam diri.

 

Cari lowongan kerja di wilayah Kota Cirebon? Temukan selengkapnya di sini.

 

3. Seringkali menunda-nunda pekerjaan

Orang yang suka menunda-nunda pekerjaan dengan berbagai alasan yang sepele pastinya nggak akan pernah mendapatkan respek dari atasan juga rekan kerja. Apa yang terjadi kalau kita kehilangan respek dari orang lain? Yang pasti akan menghambat perkembangan karir kita nantinya.

 

Kamu nggak akan dipercaya untuk mengerjakan hal-hal yang besar, seperti project, naik jabatan atau bahkan bertahan di pekerjaan sekarang. Karena dengan menunda-nunda pekerjaan, tugasmu sulit terselesaikan, kamu akan kesulitan mengatur waktu karena pekerjaan yang terlanjur menumpuk. Alhasil, kinerjamu tidak maksimal.

 

4. Nggak mau bekerja dalam tim, jadi sosok yang egois dan individualis

Jadi sosok pekerja yang egois dan individualis juga sikap yang bisa membawamu pada kehancuran karir. Yang namanya bekerja itu pasti kita dikelilingi dan membutuhkan orang lain, keegoisan hanya membawa kita pada kehancuran.

 

Jika kamu hanya memikirkan kepentingan diri sendiri, memaksakan kehendak dan menutup telinga untuk setiap kritik dan pendapat, siap-siap karirmu akan terjun bebas.

 

Dibanding menjadi sosok yang egois dan individualis untuk mencapai kesuksesan karir lebih baik, menjadi pekerja yang optimis dan profesional serta mampu bersaing secara sehat tanpa berusaha menjatuhkan juga merugikan orang lain.

 

Cari lowongan kerja di wilayah Kota Magelang? Temukan selengkapnya di sini.

 

Itu tadi empat sikap yang sering disepelekan tapi ternyata bisa menghancurkan karir seseorang. Keempatnya harus kamu hindari ya, biar karir berjalan mulus dan membahagiakan kamu juga pada akhirnya. Yuk baca tips-tips dan informasi karir lainnya di aplikasi TopKarir. Download aplikasinya gratis di Play Store dan App Store ya!

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Memahami Exit Interview Sebagai Sarana Evaluasi Perusahaan

Memahami Exit Interview Sebagai Sarana Evaluasi Perusahaan

Exit interview atau wawancara keluar didefinisikan sebagai bentuk wawancara yang dilakukan pada karyawan yang ingin keluar atau berhenti bekerja di perusahaan. Tidak banyak perusahaan yang melakukan sistem ini, tapi sejatinya Exit Interview punya dampak yang besar bagi  perusahaan. Karyawan yang memutuskan untuk resign pasti sudah mengenal kekurangan dan kelebihan yang dimiliki perusahaan Anda selama bekerja. Menyelami informasi dari sudut pandang karyawan dalam proses exit interview dilakukan sebagai salah satu cara melakukan evaluasi dan memperbaiki sistem yang berlaku di perusahaan Anda. Tapi perlu diingat bahwa exit interview tidak bertujuan untuk mengizinkan atau tidaknya karyawan keluar. Melihat manfaat dari exit interview, pahami lebih dalam metode wawancara ini.   Tujuan Exit Interview Alasan beberapa perusahaan yang tidak melakukan exit interview salah satunya adalah sulit bekerja sama dengan karyawan yang keluar karena rasa kecewa terhadap perusahaan. Namun jika kasus turnover karyawan tinggi di perusahaan Anda, exit interview harus segera dilakukan untuk menggali penyebab karyawan memutuskan hubungan kerja dan memperbaiki sistem yang dianggap kurang memuaskan. Masalah kecil yang tidak diketahui dan terjadi di lingkup perusahaan Anda bisa jadi masalah besar jika tidak segera dicari jalan keluarnya.   Dengan exit interview, Anda akan memahami perspektif baru dari sisi karyawan yang selama ini tidak diketahui, membuka ruang untuk menyampaikan saran demi perbaikan sistem, manajemen karyawan sampai fasilitas. Sebagai HR Anda juga dapat menemukan syarat rekrutmen baru untuk menemukan kandidat yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Manfaat lain yang bisa didapatkan dengan adanya exit interview adalah menekan angka turnover tinggi di kemudian hari.   Panduan pertanyaan yang sering diajukan Berikut beberapa pertanyaan yang diajukan pada saat exit interview : Apa alasan Anda resign? Apa yang tidak anda suka dari perusahaan ini? Apakah perusahaan Kami berhasil membantu Anda berkembang? Bagaimana hubungan Anda dengan atasan dan rekan kerja saat ini? Apa suka dan duka selama bekerja di perusahaan ini?   Sebagai metode mempertahankan karyawan terbaik Sesi exit interview bisa menjadi sarana mempertahankan karyawan yang punya kontribusi besar bagi perusahaan. Tentu Anda tidak ingin melepaskan karyawan itu dengan mudah bukan? Biasanya perusahaan memberikan pertanyaan “Apa yang bisa kami lakukan untuk mempertahankan Anda di perusahaan ini?” Bahkan Anda bisa mengajukan penawaran kenaikan jabatan atau gaji untuk karyawan tersebut supaya ia mau mengurungkan niat keluar dari perusahaan Anda. Tapi perlu diingat kembali, bahwa Anda tidak bisa memaksakan kehendak untuk segala keputusan yang diambil karyawan.   Temukan kandidat muda terbaik untuk bergabung di perusahaan Anda bersama TopKarir, hubungi kami di sini. Tips-tips seputar dunia HR lainnya bisa Anda temukan di Ruang HR TopKarir.  
Komentar