Pencari Karir Pencari Kandidat

Memulai Minggu Pertama di Tempat Kerja, 7 Hal Ini Harus Kamu Hindari

24 Maret 2021 20:03 1572 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 4 KALI DIBAGIKAN

Rasanya dapet pekerjaan pertama pasti sangat bahagia, akhirnya setelah lulus dan ngelamar sana-sini punya kegiatan yang menghasilkan untuk bekal masa depan nanti. Hari pertama kerja jadi hari yang ditunggu-tunggu, hari itu kamu lebih semangat dan berenergi. Tapi bekerja untuk pertama kali pasti punya tantangan tersendiri, kesalahan yang bisa saja terjadi. Ya namanya juga belum punya pengalaman, maklum masih banyak kesalahan. Tapi 7 hal ini harus benar-benar kamu hindari selama minggu pertama di tempat kerja biar jadi awal yang baik untuk karir kamu kedepannya.

 

Terlalu sering bertanya

Emang sih kita harus berani bertanya kalau kita nggak tau supaya benar-benar ngerti. Tapi ada baiknya kamu mencoba mencari tau dulu sendiri. Atasan dan tim mu juga punya tugas yang harus diselesaikan. Kalau waktu mereka hanya digunakan untuk menjawab semua pertanyaan yang kamu ajukan tentu akan menghambat pekerjaan.

 

Meminta bantuan setiap ada kesulitan

Nah, hal fatal lainnya yang harus kamu hindari adalah dikit-dikit minta bantuan kalau ada kesulitan. Coba dulu deh kerjakan tugas dan pecahkan sendiri masalah yang kamu hadapi, jika benar-benar  buntu dan stuck baru meminta sedikit bantuan dan arahan. Jangan meminta atasan dan tim mu mengerjakan semuanya, mintalah masukan untuk mencari jalan keluar dari masalahmu.

 

Berkata “tidak bisa” jika disuruh mengerjakan tugas baru

Atasanmu nggak akan tega ngasih tugas yang sangat bertolak belakang dengan posisimu apalagi yang mustahil kamu lakuin. Jika diberikan tugas yang sedikit berbeda dari keahlianmu, jangan pernah berkata “nggak bisa” ya, terlebih kalau kamu belum sama sekali mencobanya. Bilang aja “saya coba dulu ya, mohon arahannya” dengan begitu kamu membuka diri untuk belajar, siapa tau tugas itu malah jadi sesuatu yang kamu suka.

 

Datang nggak tepat waktu

Setiap perusahaan punya peraturan jam kerjanya sendiri-sendiri biasanya pukul 9 pagi sampai 5 sore. Jika di minggu pertama kamu sudah banyak telat, kamu akan dinilai kurang disiplin. Berikan kesan yang baik di minggu pertama dan seterusnya selama kamu bekerja, hal ini akan jadi nilai plus ketika ada evaluasi kinerja nantinya.

 

Menutup diri untuk berinteraksi

Bagaimanapun juga kamu kerja nggak sendirian, setiap karyawan saling membutuhkan untuk mencapai tujuan perusahaan. Jangan malu memulai percakapan untuk membangun keakraban dengan karyawan lain ya. Hal ini juga akan memudahkan kamu kalau seketika butuh bantuan.

 

Sibuk sama gadget sendiri

Minggu pertama kerja adalah waktu berharga menanamkan kesan baik di perusahaan. Keseringan ngurus urusan pribadi dan buka gadget akan dinilai nggak profesional. Kalau ada waktu luang atau nggak ada kerjaan, ada baiknya coba tanyakan anggota tim mu adakah yang butuh bantuan, atau adakah tugas lain yang bisa dikerjakan. Bukan buat cari muka ya, hal ini menunjukkan kesungguhanmu untuk berkontribusi dengan perusahaan.

 

Tidak terbuka dengan masukan dan kritik

Hal terakhir yang harus kamu hindari di minggu pertama kerja adalah bersikap tertutup pada masukan. Mungkin kita punya pandangan dan idealisme yang tinggi, tapi ketika sudah terjun ke dunia kerja sifat itu harus dikurangi. Terimalah semua masukan yang datang dari atasan / manager-mu, jadikan itu pembelajaran untuk meningkatkan kinerjamu. Kalau punya pendapat, berikan alasan yang masuk akal dan referensi yang aktual, tapi ingat ya jangan memaksakan kehendak pribadi.

 

Itu tadi 7 kesalahan yang harus kamu hindari di minggu pertama kerja. Sebenarnya nggak cuma seminggu aja kamu menerapkannya, tapi di setiap perjalanan karirmu hal-hal yang bisa menghambat dari dalam maupun luar diri harus dibuang jauh-jauh. Cari tau informasi dan tips-tips karir lainnya di aplikasi TopKarir. Yuk download aplikasinya di App Store dan Play Store kamu sekarang ya!

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Mau Sukses Jadi Freelancer? 5 Syarat ini Harus Kamu Penuhi!

Mau Sukses Jadi Freelancer? 5 Syarat ini Harus Kamu Penuhi!

Tren kerja freelance di tahun 2020 ini semakin banyak diminati generasi muda. Apalagi kalau bukan fleksibilitas yang menjadi alasannya. Yap, tentu karena generasi sekarang lebih nyaman bekerja tanpa harus merasa diatur, mereka ingin bebas mengatur gaya kerjanya. Namun pada dasarnya semua pekerjaan sama-sama mempunyai tanggung jawab dan proses yang nggak instan untuk bisa memenuhi tujuan perusahaan. Selain punya kelebihan, bekerja freelance juga punya banyak tantangan nih, nggak semudah membalikan telapak tangan untuk bisa sukses. Tapi tenang aja, TopKarir punya rahasiannya, yuk disimak!   Keterampilan berkomunikasi Hal pertama yang harus kamu kuasai adalah keterampilan berkomunikasi. Komunikasi bukan hanya penting bagi para pekerja lepas, semua ranah pekerjaan membutuhkan skill berkomunikasi. Apalagi di era digital seperti sekarang ini, kebutuhan komunikasi semakin dimudahkan. Sebagai freelancer kamu harus responsif dan interaktif dengan klien, hal ini akan jadi gambaran sikap dan reputasimu. Kamu juga harus berdiskusi dengan klien untuk tahu apa yang mereka mau. Jangan ragu menanyakan sesuatu jika dirasa belum yakin, karena lebih baik bertanya dibanding kamu salah mengerjakan tugasnya.   Bisa memegang tanggung jawab Fleksibilitas bisa jadi bumerang buat kamu kalau nggak bisa mengatur diri dengan baik. Bertanggung jawab terhadap klien dan project-mu sudah menjadi kewajiban seorang freelancer juga menyangkut nama baikmu dalam berkarir. Tugasmu adalah memaksimalkan kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu dan keinginan klien yang sebelumnya sudah disepakati.   Kerja sesuai passion Sebelum mulai menekuni pekerjaan freelance, kamu harus bertemu dengan passion kamu dulu. Passion akan menentukan bidang keahlian yang tepat, dengan begitu kamu tau project mana yang akan diambil dan fokus mengejar kesuksesan. Menjadi freelancer membutuhkan kemampuan yang spesifik sehingga kamu bisa menguasai suatu bidang dan punya semangat untuk bisa mendalaminya. Ketika dihadapkan pada kesulitan, passion akan membantu kamu untuk bertahan dan berusaha menghadapinya. Kamu jadi punya gairah untuk mengembangkan karir.   Kemampuan manajemen Selanjutnya yang nggak kalah penting adalah kemampuan manajemen yang baik. Jadi freelancer itu kamu harus siap jadi bos untuk diri sendiri. Semua kamu yang ngatur, mulai dari jadwal sampai masalah keuangan. Kamu harus pintar mengorganisir, atur jadwal project agar tidak terbentur dan sesuaikan dengan kemampuanmu. Jangan karena ingin punya banyak penghasilan, manajemen waktu jadi berantakan, pekerjaan jadi susah dikendalikan. Buat jadwal project-mu, atur finansial dengan baik, dan simpan folder dan file pekerjaanmu dengan rapi.   Terus belajar dan mengasah skill Skill memang jadi senjata yang penting sebagai freelancer tapi akan lebih ampuh lagi kalau kamu mau terus belajar dan mengembangkan kemampuan. Jangan gampang puas dengan apa yang sudah kamu kuasai saat ini. Ikuti terus perkembangan informasi dan pengetahuan untuk mendapatkan peluang karir freelance yang lebih besar. Terlebih persaingan di ranah freelance sangat ketat, kamu harus bisa unggul untuk bisa menjadi yang terbaik! Untuk memperluas wawasan dan memperdalam keterampilanmu, kamu bisa ikutan Pelatihan dan Sertifikasi sesuai bidang yang kamu mau di TopKarir.   Itu tadi 5 hal yang harus kamu penuhi kalau mau sukses bekerja sebagai freelancer. Temukan lowongan kerja freelance yang sesuai dengan bidang keahlianmu di fitur terbaru TopKarir yakni TopKarir Freelance. Cari tahu tips-tips karir dan fitur menarik lain yang akan membantu karir kamu di aplikasi TopKarir. Yuk download aplikasi TopKarir di App Store dan Play Store, gratis!
Komentar