Pencari Karir Pencari Kandidat

Keuangan di 2021 Harus Lebih Baik, Begini Cara Mengaturnya

24 Maret 2021 20:03 3956 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 1 KALI DIBAGIKAN

Mengelola keuangan jadi salah satu problem besar sekaligus tantangan yang harus dihadapi banyak orang, khususnya generasi muda masa kini. Gimana nggak, godaan pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan makin menjadi-jadi di jaman yang serba praktis sekarang ini. Racun belanja online ada dimana-mana mulai dari review produk di Instagram, blog, sampai Tiktok. Cukup buka media sosial/e-commerce kita sudah bisa membeli apapun yang kita mau.

 

Tapi di tahun 2021 ini sudah seharusnya kita lebih cerdas mengatur keuangan, sebab kita masih hidup dalam ketidakpastian akibat pandemi covid-19 yang masih menghantui. Kondisi kesehatan dan finansial kapanpun bisa berubah, karenanya uang yang kita punya harus dikelola dengan baik untuk mengantisipasi keadaan buruk yang mungkin terjadi. Kamu pasti juga punya banyak harapan kan di 2020? Untuk mewujudkannya, beberapa juga butuh dukungan dana.

 

Sehat bukan cuma sekedar fisik, tapi kita juga harus sehat secara finansial. Mumpung masih muda, kita biasakan mengatur keuangan dengan bijak. Bukankah kita mau masa depan yang cerah, mapan, dan merdeka secara finansial? Nah, untuk memulainya ada beberapa catatan untuk mulai mengatur keuangan di awal tahun baru ini.

 

Tetapkan tujuan finansialmu

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menuliskan tujuan keuanganmu dengan jelas dan terukur, sertakan jumlah uang yang ditargetkan beserta jangka waktunya. Selanjutnya jumlah uang yang ditargetkan dibagi dengan jumlah bulan yang tersisa, supaya kamu tahu berapa target bulanannya.

 

Atau buat dua tujuan finansial yang terdiri dari satu tujuan yang tidak terlalu penting dan satu tujuan penting. Tujuan yang tidak terlalu penting misalnya traveling, tujuan yang penting bisa berupa dana darurat, membeli rumah, dana pensiun, atau proteksi kesehatan. Bisa senang-senang tapi aset masa depan juga nggak dilupakan.

 

Bedakan antara kebutuhan dan keinginan

Hal lain yang harus dilakukan dalam mengatur keuangan adalah membedakan antara kebutuhan (need) dan keinginan (wants). Meski terdengar sama, tapi sebenarnya kedua hal ini sangat berbeda dan berpengaruh besar terhadap pengeluaran kamu nantinya.

Ada tiga perbedaan mendasar antara kebutuhan dan keinginan :

  • Kebutuhan itu sifatnya wajib dipenuhi, sedangkan keinginan tidak.
  • Kebutuhan bersifat tidak bisa ditunda, sedangkan keinginan masih bisa.
  • Kebutuhan dorongannya logis, sedangkan keinginan dorongannya emosional.

Sebagai contoh, makan merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi, sifatnya akan berubah menjadi keinginan jika aktivitas makan itu sendiri harus dilakukan ketika perut sudah kenyang alias lapar mata aja.

 

Catat semua pengeluaran dan pemasukan

Kita juga perlu menghitung berapa besar uang yang dikeluarkan setiap bulan. Saat menghitung pengeluaran bulanan, hitung pengeluaran rutin (seperti belanja kebutuhan, uang makan harian, uang transportasi, uang pulsa, cicilan hutang, dll.) juga pengeluaran non-rutin seperti biaya dokter dan hiburan. Nah kalau masih bingung, untuk tahu secara persis berapa pengeluaran bulanan akan lebih mudah jika selama 3-6 bulan awal kita melakukan aktivitas pencatatan setiap ada pemasukan dan pengeluaran.

 

Persiapkan dana darurat

Dana darurat adalah sejumlah uang yang disimpan untuk keperluan darurat seperti kehilangan pekerjaan, bisnis yang menurun, keluarga yang sakit, kecelakaan atau menjadi korban pencurian. Sisihkan 20 sampai 30 persen pendapatan kamu untuk dana darurat.

 

Pilih instrumen yang mudah dicairkan dan rendah risiko seperti tabungan, deposito, emas atau reksadana pasar uang untuk menyimpan kas dana darurat. Idealnya kamu harus punya dana darurat sebesar 5 sampai 6 kali pengeluaran rutin bulanan. Dana darurat akan membantu kamu agar keuangan bulanan tidak terganggu (terdampak) oleh keadaan mendesak, karena sebelumnya kamu sudah menyediakan alokasi khusus.

 

Itu tadi beberapa poin yang perlu kamu ikuti untuk mulai mengatur keuangan dengan baik di awal tahun ini. Gimana? Sudah punya target untuk karir yang lebih mapan di tahun 2021 ini? Kamu bisa mulai meng-upgrade diri dengan mengikuti pelatihan online di TopEdu. Jadi talenta unggul dengan melengkapi skill dan kompetensi di era adaptasi sekarang ini. Yuk mulai pelatihan online-mu di sini!

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Kena Potongan Gaji karena Dampak Corona? Begini Cara Pintar Mengelolanya

Kena Potongan Gaji karena Dampak Corona? Begini Cara Pintar Mengelolanya

Pandemi corona belum juga reda, dampaknya kian terasa oleh masyarakat dunia nggak terkecuali Indonesia. Perusahaan yang sudah tidak sanggup menahan krisis akibat pandemi memilih menutup usahanya dan perusahaan yang masih bertahan harus memutar strategi bisnisnya dengan menerapkan berbagai kebijakan. Salah satunya adalah melakukan efisiensi melalui penyesuaian insentif karyawan untuk menekan angka pengeluaran.   Mau tidak mau karyawan harus menerima solusi pengurangan gaji dan pemangkasan tunjangan lain untuk menjaga keberlangsungan perusahaan. Gaji yang berkurang mengharuskan karyawan untuk mengatur ulang keuangannya, menyesuaikan kebutuhan dan ketersediaan finansial yang ada. Agar kondisi keuangan kamu tetap aman walaupun gaji terkena potongan, berikut cara mengelolanya.   Membayar utang dan tagihan bulanan Saat gaji sudah di tangan, sebaiknya kamu langsung membayar utang dan tagihan bulanan. Dahulukan cicilan utang jangka panjang seperti cicilan rumah dan kendaraan. Kemudian lunasi segala tagihan bulanan seperti tagihan listrik, internet dan air.   Utamakan kebutuhan pokok Langkah kedua yakni penuhi kebutuhan pokok yakni makan. Selama social distancing usahakan untuk membuat makanan di rumah. Selain lebih menghemat pengeluaran memasak makanan di rumah juga lebih terjamin kehigienisannya.   Sesekali membeli makanan online juga dibolehkan asal nggak terlalu sering, karena hal ini malah bikin pengeluaranmu membengkak. Merencanakan menu makanan seminggu sekali juga bisa dilakukan agar pengeluaran bisa lebih terkontrol, terlebih buat kamu dan keluarga yang melaksanakan ibadah puasa Ramadan.   Kurangi pengeluaran konsumtif Saat gaji menipis, cara untuk menghemat pengeluaran adalah mengurangi biaya konsumtif. Biaya konsumtif ini bisa berupa biaya hiburan atau pengeluaran atas dasar keinginan. Seperti membeli makeup, pakaian, sepatu atau jajan makanan cepat saji.   Sebaiknya batasi diri membuka aplikasi online shop / e-commerce yang bisa bikin kamu lapar mata dan akhirnya menghabiskan uang untuk barang-barang konsumtif. Prioritaskan kebutuhan pokok selama pandemi dan kebutuhan untuk menunjang pekerjaan selama di rumah.   Menabung atau sisihkan untuk dana darurat Jangan lupa, sisihkan gajimu untuk ditabung sebagai dana darurat jika suatu saat ada kebutuhan mendadak yang harus dipenuhi. Dengan begitu kamu punya biaya untuk mengantisipasi segala pengeluaran yang sifatnya darurat baik saat kondisi pandemi maupun setelah pandemi selesai.   Idealnya besaran dana darurat yang perlu disiapkan jumlahnya minimal 3x pengeluaran bulanan bagi yang masih sendiri, 6x bagi yang sudah menikah dan 12x bagi yang sudah memiliki tanggungan anak.   Cari pemasukan tambahan Tips terakhir adalah mencari penghasilan tambahan saat penghasilan utama kamu menyusut. Jika dirasa gajimu belum mencukupi kebutuhan hidup, carilah pekerjaan sampingan. Sumber penghasilan tambahan bisa dengan mencoba bisnis online atau menjadi pekerja freelance.   Pekerjaan freelance sekarang menjadi tren di kalangan anak muda karena sistem kerjanya yang fleksibel dan gak terikat. Platform lowongan kerja freelance yang memudahkan kamu dalam mencari project kini tersedia di aplikasi TopKarir, yakni TopKarir Freelance. Kamu bisa menemukan beragam lowongan freelance sesuai bidang keahlian yang kamu miliki.   Itu tadi 5 tips mengelola gaji yang terkena potongan akibat dampak pandemi corona. Semoga tips di atas bisa menginspirasi Sahabat TopKarir yang membaca di rumah ya. Yuk temukan tips-tips dan informasi karir lainnya di aplikasi TopKarir. Download aplikasinya gratis di Play Store dan App Store!
Kesalahan Fatal Anak Kos dalam Mengatur Keuangan

Kesalahan Fatal Anak Kos dalam Mengatur Keuangan

Menjadi anak kos dituntut untuk bisa mandiri, mengurus kehidupan sehari-hari, memenuhi kebutuhan sendiri, sampai mengatur finansial sendiri. Memang awalnya akan terasa berat, tinggal jauh dan masih mengandalkan uang bulanan dari orangtua. Buat kamu yang sudah punya penghasilan sendiri maupun yang belum, harus bisa ngatur keuangan nih. Jangan sampai melakukan 5 kesalahan fatal ini.   Belanja bulanan lebih dari sekali Kalau kamu melakukan belanja bulanan lebih dari satu kali, hal itu bisa bikin kamu makin boros. Karena itu buat list belanjaanmu setiap bulan supaya kamu tau apa yang benar-benar kamu butuhkan selama satu bulan, prioritaskan kebutuhan kamu sehari-hari ya   Tidak menyusun anggaran bulanan Kalau kamu tidak punya anggaran keuangan, pengeluaranmu akan berantakan. Sebaiknya  alokasikan uang bulananmu dengan skema 50-30-20 dengan membagi pendapatan menjadi beberapa bagian. Bagian 50% kamu gunakan untuk memenuhi kebutuhan primer seperti biaya kost, makan, dan transportasi. 30% disisihkan untuk menabung atau investasi. 20% sisanya bisa kamu pakai untuk hiburan dan membeli keinginan pribadi.   Menunda pembayaran kos untuk pengeluaran lain Misalnya biaya kos harus dibayar setiap tanggal 30, tapi kamu menunda pembayarannya. Alhasil uang yang seharusnya dialokasikan untuk membayar kos malah habis terpakai untuk hal-hal lain. Biasakan membayar tagihan tepat waktu ya, jangan ditunda-tunda yang ada tagihanmu semakin menumpuk setiap bulannya.   Ikut-ikutan gaya hidup orang lain Buat kamu yang ngekos di kota-kota besar, kehidupan mewah jadi hal yang wajar. Tapi kamu sebagai anak kos harus ingat, masih ada tanggung jawab dan kebutuhan yang harus kamu penuhi setiap hari. Jangan terpengaruh gaya hidup teman yang kerjaannya hanya menghabiskan dan bersenang-senang dengan belanja barang fancy atau nongkrong di cafe hits.   Membawa banyak uang saat bepergian Bawa banyak uang saat bepergian bisa menambah godaan untuk belanja lho. Sebaiknya kamu membawa uang secukupnya, untuk makan, transportasi, dan beberapa untuk berjaga-jaga. Hindari juga membawa kartu ATM, hal itu bisa bikin kamu tambah boros. Itu tadi 5 kesalahan fatal anak kos yang bisa merugikan kamu dari sisi finansial. Dengan menghindari hal-hal tersebut kamu bisa lebih bijak mengatur keuangan ya Sahabat TopKarir. Yuk temukan tips-tips dan informasi seputar karir lainnya di aplikasi TopKarir. Download aplikasinya di Play Store dan App Store sekarang ya.
Komentar