Pencari Karir Pencari Kandidat

Cara Membuat CV yang Bikin HRD Jatuh Hati

09 Juni 2021 09:06 9944 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 27 KALI DIBAGIKAN

Sudah banyak ngirim lamaran kerja, tapi belum ada panggilan interview juga, kira-kira apa ya yang bikin nggak diterima? Kandidat pelamar di suatu perusahaan mungkin jauh lebih banyak dibanding yang kamu kira.

 

Banyak fresh graduate yang belum mengerti kalau CV punya peran penting untuk membangun impresi awal yang baik di mata perusahaan. CV yang informatif, jelas, padat dan kreatif punya peluang besar diterima perusahaan. Lalu gimana ya cara buat CV yang mampu mencuri hati HRD? Berikut ulasannya.

 

Deskripsikan diri kamu secara singkat dan padat

CV dengan deskripsi yang panjang saat ini udah nggak lagi dilirik perusahaan. HRD hanya butuh waktu kurang dari 10 detik untuk membaca CV kamu, jadi deskripsikan diri kamu secara singkat, jelas dan padat ya.

 

Ceritakan siapa dirimu, pendidikan terakhir, kelebihan dan ketertarikanmu pada perusahaan dalam satu paragraf menarik dan informatif.

 

Desain CV yang simple tapi tetap menarik

Para pencari kerja sekarang ini punya kreativitas tinggi dalam mengemas CV dengan desain yang unik dan punya magnet yang lebih kuat untuk menarik perhatian HRD.

 

Apalagi buat kamu yang mengajukan lamaran untuk posisi seperti desainer grafis, UI/UX, fotografer, atau content writer, tentu desain CV yang sederhana namun memiliki nilai estetika bisa jadi pertimbangan kamu diterima.

 

Tambahkan soft skill yang kamu punya

Umumnya hard skill adalah kemampuan yang wajib dimiliki pelamar kerja untuk menempati sebuah posisi, biasanya sudah tertera di kolom kualifikasi iklan lowongan kerja.

 

Sedangkan soft skill berhubungan dengan kepribadian seperti keterampilan leadership, kecerdasan emosi, berpikir kritis atau keterampilan berkomunikasi.

 

Beberapa soft skill yang kamu punya dan cantumkan dalam CV bisa jadi peluang kamu diterima di perusahaan yang kamu inginkan.

 

Masukkan kontak referensi

Psikotes dan interview yang dilakukan HRD kadang belum memberikan gambaran yang lengkap tentang siapa dan bagaimana diri kamu. Jadi HRD harus melakukan reference check dengan tujuan memastikan kandidat yang dipilih sesuai kebutuhan perusahaan.

 

Terus siapa aja sih yang bisa dicantumkan dalam kontak referensi? Jawabannya bisa atasan di tempat kerja terakhir , klien yang pernah bekerjasama, atau dosen saat kamu kuliah.

 

Gunanya kontak referensi adalah untuk memberikan informasi terkait kompetensi yang kamu miliki dari orang ketiga. Tapi sebelum mencantumkan kontak referensi, kamu harus meminta persetujuan pihak terkait dulu ya.

 

“Jual diri”dengan prestasi dan pengalaman organisasi

Kalau kamu punya banyak prestasi dan pengalaman organisasi sebaiknya kamu pilih lagi, prestasi mana yang sesuai dengan posisi pekerjaan yang kamu lamar. Nggak semua harus kamu cantumkan dalam CV, pilih yang paling relevan.

 

Mencantumkan keikutsertaan kamu dalam organisasi atau proyek komunitas juga bisa dinilai HRD sebagai bentuk softskill kamu lho. Pengalaman kerjasama tim dan komunikasi saat berorganisasi bisa kamu ceritakan ketika proses interview nanti.

 

Itu tadi 5 cara ampuh membuat CV yang menarik HRD. Selamat mencoba dan good luck Sahabat TopKarir! Yuk temukan informasi dan tips-tips karir lainnya di aplikasi TopKarir. Download aplikasinya gratis di App Store dan Play Store ya!

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Tipe Karyawan Yang Gaakan Di Cari HRD

Tipe Karyawan Yang Gaakan Di Cari HRD

Di dunia kerja modern saat ini, dibutuhkan lebih dari sekedar rasa setia dan berbakti kepada perusahaan. Kamu juga harus membuktikan nilai kepada atasan. Perlu kamu tau bahwa ada beberapa jenis karyawan perusahaan yang tidak bernilai sama seperti sebelumnya. Jika kamu termasuk salah satu jenis pekerja yang ini, berhati-hatilah, karena mungkin kamu akan kesulitan untuk maju. Berikut adalah lima tipe karyawan yang tidak diinginkan lagi oleh perusahaan. Simak ya.   Flat liner Ketika pertama kali mulai bekerja untuk perusahaan, kamu memiliki banyak tujuan dan gagasan baru. Sekarang, yang ingin kamu lakukan hanyalah memeriksa pekerjaan dan pulang, entah karena terlalu lelah atau sudah tidak peduli lagi. Jika kamu tidak mendapatkan motivasi dan mengembangkan cara untuk berkontribusi pada perusahaan, atasan mungkin akhirnya akan mendepak kamu.   Martir Ini adalah kebalikan dari flat liner. kamu akan melakukan apapun untuk kepentingan atasan tanpa banyak permintaan . Kata "tidak" tidak pernah kamu ucapkan. Namun hal ini juga tidak baik, karena pekerja yang bersikeras untuk melakukan segala sesuatu sendiri dapat menyebabkan masalah serius bagi diri mereka sendiri atau mungkin akan memiliki masalah kontrol diri dan mungkin bekerja terlalu keras untuk membuktikan diri, hal tersebut membawa ketidakseimbangan dalam tim kerja dan memicu risiko kelelahan.   Ghost Tujuan kamu datang ke kantor setiap hari hanyalah bekerja, menyelesaikan proyek, dan pulang. Begitu terus setiap harinya. Keinginan kamu adalah menghindari konflik sehingga bisa bertahan di hari lain. Masalahnya, kamu menjadi "tidak terlihat". Menjadi karyawan "hantu" tidak akan melindungi kamu dan sebenarnya bisa merugikan dalam jangka panjang karena tidak akan ada yang tahu keterampilan apa yang kamu punya.   Lifer Nah jenis karyawan ini jarang ditemukan, tapi tetap ada. Jika kamu salah satunya, saatnya mengubah rencana. Bertahan untuk sementara memang baik, tapi tidak jika karier macet dan kamu tidak mempunyai rencana untuk memberikan kontribusi yang signifikan. Perusahaan akan menginginkan lebih dari dedikasi, mereka menginginkan hasil.   Trainee Tentu, setiap orang membutuhkan sedikit pelatihan sesekali. Tapi jika sama sekali tidak memiliki keterampilan dasar yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan, justru kamu akan mendapat masalah.   Nah itu dia tipe tipe nya Sahabat TopKarir.  Yuk temukan tips lainnya di www.topkarir.com  
Komentar