Pencari Karir Pencari Kandidat

Cara Bijak Menghadapi Quarter Life Crisis

24 Maret 2021 20:03 3812 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 2 KALI DIBAGIKAN

Kalau saat ini kamu sedang berada di usia 20 – 30 tahun dan bingung menentukan arah tujuan hidup, Tau gak? itu artinya kamu sedang menghadapi Quarter Life Crisis. Quarter Life Crisis adalah masa dimana seorang remaja yang sudah menginjak dewasa merasakan kekhawatiran akan tanggung jawab dan tuntutan hidup di masa depan. Nah, untuk bisa menghadapinya kamu bisa menerapkan tips-tips berikut ini nih

 

  1. Berhenti membandingkan diri dengan orang lain

Ketika ada teman yang lebih dulu menikah atau naik jabatan, kamu jangan merasa tertinggal dan down. Kamu harus percaya kalau setiap orang punya waktu mencapai tujuan hidupnya. Nikmati saja prosesnya, bukan tentang siapa yang tercepat, karena semua akan indah di waktu yang tepat.

 

  1. Berbagi cerita dengan orang terdekat

Kamu bisa menceritakan segala permasalahan kamu ke orang terdekat, atau yang sudah melewati quarter life crisis, dari mereka kamu bisa meminta saran atau sekedar menjadi teman cerita, agar bebanmu bisa berkurang. Daripada hanya dipendam sendiri, lebih baik saling berbagi.

 

  1. Menata ulang masa depan

Setelah menerima saran dan masukan dari orang yang kamu percaya, kamu bisa kembali menata tujuan hidup kamu kedepan. Coba deh belajar hal-hal baru, bertemu dengan orang-orang baru yang bisa membantu kamu meraih kehidupan yang lebih baik dari sekarang.

 

  1. Tanamkan pendirian yang kuat

Orangtua selalu ingin yang terbaik untuk anaknya, hal-hal baru seringkali dianggap tabu. Kekhawatiran mereka bisa jadi penghambat mimpi kamu, karenanya dibutuhkan pendirian yang kuat. Buktikan kalau kamu bisa dan ubah keraguan orangtua menjadi dukungan.

 

Nah itu dia tips-tipsnya, intinya jangan menyerah pada keadaan dan berani memulai hal baru tanpa kenal ragu. Yuk temukan TipsKarir lainnya di aplikasi TopKarir dan download aplikasinya ya!

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
5 Cara Menghadapi Pesaing di Dunia Kerja

5 Cara Menghadapi Pesaing di Dunia Kerja

Harus disadari oleh Sahabat TopKarir bahwa hidup di dunia kerja adalah sebuah persaingan dan kita wajib menjadi pemenang tanpa menjatuhkan pesaing di dunia kerja. Untuk itu kita harus segera menyikapi dengan sigap dan cekatan dalam menghadapi pesaing di dunia kerja. Bila tidak maka kamu akan merasa tertekan dengan suasana kerja yang penuh dengan persaingan. Berikut adalah 5 Cara Menghadapi Pesaing di Dunia Kerja.    Ambilah Sudut Pandang Positif Bahwa Pesaing di Dunia Kerja Hal yang Biasa   Berusahalah selalu menjadi seseorang dengan sudut pandang positif dalam segala hal terhadap pesaingmu di dunia kerja. Anggaplah pesaingmu adalah orang yang selalu memperhatikan dan memberikan masukan tentang segala bentuk kekurangan dalam hal kamu menyelesaikan pekerjaan. Jika pesaingmu mengatakan perlu ada perbaikan maka perbaikilah dengan kualitas yang terbaik dari apa yang dia sarankan. Dengan cara seperti ini tentunya dapat menghindari turunnya semangat kerja dan terciptanya benturan dalam lingkungan kerja. Ingatlah perbedaan itu adalah segala sesuatu yang natural terjadi, jangan pernah dihindari tapi hadapi lah dengan cara yang elegant yaitu selalu mengambil sudut pandang positif.   Mulailah Peduli Potensi Dalam Diri   Peduli dengan potensi dalam diri sendiri merupakan cara untuk menghadapi pesaing di dunia kerja. Sebuah kritikan yang diberikan pesaing adalah sebuah sarana untuk mengembangkan diri. Kita dapat mengembangkan diri berdasarkan potensi yang masih terpendam. Sebagai contoh, ketika perusahaan kamu menunjuk kamu untuk presentasi dalam sebuah pitching project maka kamu harus menghadapinya dan jadikanlah ini sebuah kesempatan emas dan tunjukkan bahwa kamu bertanggung jawab terhadap kepercayaan ini. Jangan berpikir untuk pitching tersebut berhasil, jika berhasil itu adalah bonusnya.   Kenali Pesaingmu dan Jadilah Rekan Kerja yang Baik   Selalu berpikiran positif terhadap pesaingmu itu memang sudah semestinya. Hal ini tentunya akan menjadikan sebuah keuntungan untuk kamu dalam mengamati kekurangan dan kelebihan pesaingmu. Dengan mengamati kekurangan maka kamu akan bisa lebih pede mengembangkan potensi kerja di atas kualitas rata-rata pesaingmu. Sebaliknya dengan mengamati kelebihan pesaingmu maka kamu akan bisa banyak belajar hal baru yang belum kamu ketahui dari pesaingmu di dunia kerja. Dengan ini  maka kamu bisa menjadi rekan kerja yang baik untuk pesaingmu   Budayakan Etika Kerja yang Baik   Membudayakan untuk memiliki etika kerja yang baik bukan berarti kita menjadi sosok “penjual lidah”. Penjual lidah disini adalah selalu mengatakan bahwa yang dikatakan akan selalu berhasil dengan positif dan berdampak terhadap kemajuan perusahaan. Etika kerja yang baik adalah melakukan segala sesuatu yang bersifat rasional dan berdasarkan perhitungan yang wajar. Etika kerja yang baik juga dapat dimulai dengan adanya sinergi pekerjaan yang baik tanpa adanya unsur menjatuhkan pesaingmu. Bagaimana jika pesaingmu menjatuhkan kamu? Dalam hal ini Sahabat TopKarir harus menerima dan tidak boleh ada niatan untuk berbuat hal yang sama   Bermental Layak Promosi   Seperti pernyataan Ir.Timotius Oyong, pakar sumber daya manusia bahwa persaingan tidak sehat dalam dunia kerja seharusnya dihindari dan jadilah jiwa yang cocok dan layak untuk dipromosikan (deserved person). Fokus terhadap raihan pekerjaan dan tunjukkan prestasi dengan gemilang kepada pimpinan perusahaan tempat Sahabat TopKarir bekerja.   Persaingab kerja adalah hal yang biasa dalam dunia kerja, jangan pernah patah semangat karena persaingan kerja justru kamu harus memacu diri untuk menjadi lebih baik karena ketatnya persaingan. Yuk baca lebih banyak tips karir untuk pengembangan dirimu di www.topkarir.com            
Komentar