Pencari Karir Pencari Kandidat

Tips Membuat Surat Lamaran Kerja yang Baik Agar Dilirik HRD

09 Juni 2021 02:06 1304 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 8 KALI DIBAGIKAN

Selain Curriculum Vitae (CV), surat lamaran kerja adalah salah satu dokumen yang cukup penting dalam proses melamar pekerjaan. Sebelum membuka CV, HRD atau perekrut akan lebih dulu melirik surat lamaranmu.

 

Untuk itu, pelamar perlu membuat surat lamaran kerja yang menarik. Sebelum melihat poin-poin apa saja yang harus ada di dalamnya, ada baiknya ketahui lebih dulu fungsi dari surat lamaran kerja itu sendiri.

 

Baca Juga: Hindari 5 Kesalahan Fatal Ini Saat Mengirim Email Lamaran Kerja 

 

Fungsi surat lamaran kerja

Mengutip buku Konsep & Aplikasi Dalam Konteks Individu, Kelompok dan Organisasi (2020), ada tiga fungsi dibuatnya surat lamaran kerja, yaitu:

 

Tanda Pengajuan Permohonan Pekerjaan

Dengan adanya surat lamaran kerja ini, artinya permohonan yang disampaikan pelamar kerja bersifat formal atau resmi. Perusahaan tidak akan ragu memproses lamaran pekerjaan orang tersebut dan menjadikannya sebagai salah satu bahan pertimbangan untuk menerima si pelamar kerja.

 

Alat Komunikasi

Bukan hanya surat lamaran kerja, surat apapun berfungsi sebagai alat komunikasi yang mengandung beragam informasi dan pastinya diperlukan oleh si penerima.

 

Dalam hal ini, informasi yang dibutuhkan perekrut adalah data dan identitas pelamar. Informasi ini terlampir dalam ijazah, daftar riwayat hidup, KTP hingga keterangan pengalaman kerja.  

 

Bahan Pertimbangan

Informasi yang mereka peroleh nantinya akan menjadi salah satu bahan pertimbangan perekrut apakah akan menerimanya sebagai karyawan baru atau justru menolaknya.

 

Mengingat beratnya persaingan kerja saat ini, persiapkan dengan baik semua dokumen yang dibutuhkan saat melamar pekerjaan termasuk surat lamaran. Surat satu ini bisa ditulis tangan atau ketikan komputer.

 

Isi surat lamaran kerja sebaiknya tidak terlalu panjang namun tetap singkat, jelas dan fokus pada tujuan. Mengapa? karena surat lamaran kerja akan dikirim bersama dengan CV dan dokumen pendukung lainnya seperti ijazah dan portofolio.

 

Baca Juga: Kiat Sukses Melamar Kerja dengan IPK Kecil

 

Surat Lamaran Kerja yang Baik dan Benar

Secara umum, tidak ada aturan yang mengikat perihal cara penulisan surat lamaran kerja. Namun tips berikut ini bisa kamu jadikan acuan dalam membuat surat lamaran yang baik.

 

Mengutip buku 15 Menit Membuat Surat Lamaran Kerja yang Efektif, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat surat lamaran kerja.

 

  1. Impresif atau mengesankan. Deskripsikan diri kita dengan baik dan menarik namun jangan terlalu arogan atau bahkan terlalu merendah.

 

  1. Sebutkan pengalaman maupun prestasi dan pencapaian yang pernah kita raih. Dengan begitu, perekrut akan semakin mempertimbangkan lamaran kita.

 

  1. Gunakan bahasa yang mudah dipahami, ringkas dan tidak bertele-tele. Perhatikan tata bahasa, hindari pengulangan kata yang tidak perlu dan ejaan kata yang salah.

 

  1. Membuat surat lamaran kerja dalam bahasa Inggris memang bisa menambah poin pertimbangan HRD. Tapi jangan paksakan diri menulis dalam bahasa Inggris jika kemampuan kita kurang mumpuni.

 

  1. Seperti disebutkan di atas, isi surat lamaran kerja jangan bertele-tele. Beritahu perusahaan bahwa kamu menginginkan posisi tersebut karena memiliki kemampuan yang mumpuni dalam bidangnya. Jelaskan juga bagaimana kamu bisa berkontribusi untuk perusahaan.

 

Baca Juga: Waktu Paling Efektif Mengirim Lamaran Kerja

 

Contoh surat lamaran kerja

Agar lebih memahami teori yang dijelaskan di atas, simak contoh surat lamaran kerja yang baik dan benar di bawah ini.

 

Jakarta, 16 Februari 2021

 

Kepada Yth,

HRD Manager PT XXX

Jl. XXX

 

Dengan hormat,

 

Berdasarkan informasi dari situs topkarir.com pada 12 Februari 2021, PT XXX membuka lowongan pekerjaan untuk posisi IT. Melalui surat lamaran ini, saya bermaksud melamar posisi tersebut di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin.

 

Berikut data diri saya,

Nama: Herman Antonio

Tempat/tgl lahir: 8 Mei 1991

Jenis kelamin: Laki-laki

Pendidikan terakhir: S1 

Alamat: Jl. XXXX

Telepon/HP: 0811 XXXX XXXX

 

Saya memiliki pengalaman yang mumpuni di posisi tersebut didukung dengan kemampuan Bahasa Inggris di level upper intermediate. Saya dapat bekerja secara mandiri maupun tim. Saat ini saya juga dalam keadaan sehat jasmani maupun rohani. 

 

Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan sejumlah dokumen pelengkap, antara lain:

Foto ukuran 3 x 4

Fotokopi KTP

Daftar Riwayat Hidup

Fotokopi Ijazah terakhir

Fotokopi SKCK

Fotokopi surat pengalaman kerja

 

Besar harapan saya untuk bisa bergabung dan turut berkontribusi dalam memajukan perusahaan Anda. Demikian surat lamaran kerja ini saya buat dengan sebenar-benarnya. Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.

 

Hormat saya

 

Herman Antonio

 

Yuk, temukan berbagai pekerjaan terbaik kamu di Top Karir. Intip juga tips karir selengkapnya di sini. Jangan lupa download aplikasi Top Karir sekarang dan  mendapatkan info lowongan kerja terbaru, info magang, tips karir, TopKarir Klinik, Pelatihan online Topedu, dan fitur lainnya.



Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
7 Kesalahan yang Bikin CV Kamu Nggak Dilirik Perusahaan

7 Kesalahan yang Bikin CV Kamu Nggak Dilirik Perusahaan

Melamar kerja jadi momen yang krusial buat semua orang, apalagi lulusan baru yang tiap hari selalu ditanya keluarga “pekerjaanya apa?” pasti jadi beban juga ya. Kamu pasti punya perusahaan atau posisi impian untuk bekerja, bahkan sudah dipikirkan matang-matang sebelum jadi sarjana. Eh tapi, mimpimu bisa jadi sia-sia kalau kamu nggak memperhatikan langkah awal karir kamu dengan baik. Salah satu yang sering dilupakan adalah bagaimana membuat CV yang tepat agar HRD mau menerima kamu untuk bergabung di perusahaannya.   Karena CV yang baik akan jadi penentu kamu untuk melangkah ke tahap selanjutnya dalam proses perekrutan. Kalau CV aja udah salah, gimana bisa lanjut ke tahap interview? Nah supaya kamu punya kesempatan besar diterima di perusahaan impian, hindari 7 kesalahan membuat CV di bawah ini ya!   Memasukkan informasi yang nggak valid dan relevan, no tipu-tipu ya! CV harus memuat data atau informasi yang sebenar-benarnya tentang siapa diri kamu. Jangan menambah-nambah atau membuat-buat informasi yang tidak sesuai dengan yang kamu miliki. Misalnya, kamu memasukkan keahlian video editing padahal kamu sama sekali nggak punya keahlian dasar edit video. Intinya apa yang kamu tulis di CV harus bisa dipertanggung jawabkan saat memulai kerja nanti. Kejujuran jadi poin penting dalam dunia kerja lho, tanpa sifat ini karir kamu pun akan menemui banyak kesulitan. Jadi kejujuran harus dijunjung tinggi ya!   Kalau ada informasi yang nggak relevan dengan posisi yang kamu lamar lebih baik dihilangkan. Contoh kamu memasukkan pengalaman mengikuti UKM taekwondo untuk melamar sebagai customer service, nggak nyambung kan?   Informasi yang terlalu panjang dan bertele-tele, maaf ini bukan kata pengantar skripsi! Buatlah CV yang simple, menarik sekaligus informatif. HRD akan kesulitan menemukan poin dari diri kamu kalau CV dibuat berlembar-lembar, jadi pastikan CV kamu hanya satu lembar aja ya! Gunakan poin list yang kamu rangkum menjadi kalimat singkat dan jelas. Coba baca kembali CV kamu supaya tau mana informasi yang penting dan menjadi prioritas untuk disisipkan.   Nggak punya keahlian yang dibutuhkan perusahaan Kesalahan berikutnya adalah kamu nggak punya pengalaman dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan. Pada saat melihat informasi lowongan kerja, seharusnya kamu sudah memahami kriteria / kualifikasi seperti apa yang diinginkan perusahaan. Jika kamu memang punya keinginan kuat bergabung di perusahaan tersebut, sebelum melamar ada baiknya membekali diri lewat beragam pelatihan dan sertifikasi untuk meningkatkan kompetensi dan pengalaman kamu. Pelatihan nggak membutuhkan waktu lama kok, tapi sebanding dengan ilmu yang kamu terima.   Tidak mencantumkan subjek dan body email, fix ini sih lewat doang Sebelum mengirim email jangan biarkan kolom subject (judul) kosong. Isi dengan posisi pekerjaan yang kamu lamar, dengan begitu HRD akan melihat tujuan kamu mengirim email. Pastikan juga kamu menulis body email ya! Jelaskan profil singkat kamu, ini kesempatan awal kamu menunjukkan kelebihan dan ketertarikan kamu pada perusahaan.   Nama file CV kamu nggak sesuai dengan aslinya, alias bikin bingung Sebelum mengirim CV coba deh cek lagi nama file attachment yang akan kamu kirim. Kalau nama file masih nggak sesuai dengan isinya, sebaiknya kamu ubah dulu. Karena hal ini akan membuat HRD kesulitan mencari CV kamu di device mereka. Misal kamu bisa menamakan filenya dengan "CV (nama kamu) (posisi yang dilamar).    Nggak bisa bedain CV kreatif dan CV formal Hal yang juga penting kamu perhatikan adalah, pahami perusahaan apa yang kamu lamar. Kalau kamu melamar di perusahaan BUMN atau Kementerian, jangan gunakan CV dengan desain kreatif penuh warna, pakailah format CV yang lebih formal. Kecuali kamu melamar untuk perusahaan startup, agensi kreatif atau bidang kreatif kamu bisa menggunakan format CV dengan desain yang menarik.   Typo atau kesalahan ketik dimana-mana Typo tuh emang ngeselin ya? Kadang suka nggak sadar kalau ada typo di tulisan kita. Karena itu bikin CV juga harus teliti, nggak mau kan HRD salah menangkap info yang kamu cantumkan hanya karena typo. Makanya, poin pertama di atas harus kamu terapkan nih untuk meminimalisir typo, kalau informasi yang dimasukkan singkat dan padat, kamu bakal lebih gampang mencari kesalahan penulisan di CV. Hal ini juga bisa dijadikan penilaian HRD lho, kalau typo-mu banyak, kamu dianggap bukan orang yang teliti.   Yuk temukan tips-tips dan informasi seputar karir lainnya di aplikasi TopKarir. Download aplikasinya di Play Store dan App Store sekarang ya.
Komentar