Pencari Karir Pencari Kandidat

Webinar Trik Membidik Target Ceruk Pasar untuk Produk Hobi dan Lifestyle

24 Maret 2021 20:03 1238 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 0 KALI DIBAGIKAN

Asosiasi Pengusaha Indonesia mempersembahkan ”APINDO UMKM AKADEMI” Seri Industri Gaya Hidup dengan judul Trik Membidik Target Ceruk Pasar untuk Produk Hobi dan Lifestyle. Di zaman serba digital seperti saat ini, kita semua bisa mengubah hobi menjadi hal yang menguntungkan. Hobi dan lifestyle bisa dijadikan peluang ide bisnis baru yang menjanjikan jika ditekuni dengan serius dan mampu melihat target pasar dengan jeli. 

 

Pembahasan webinar kali ini diharapkan bisa mendorong UMKM agar mampu melihat kesempatan besar dari sebuah hobi dan lifestyle untuk dijadikan ide bisnis brilian yang menghasilkan.

 

NARASUMBER:

DODI SOUFIADI

Marketing Director Swasti Farm

 

 

FASILITATOR:

DEWI MEISARI

Co-Founder ukmindonesia.id

Ketua Komite Bidang Kajian APINDO

 

HOSTED BY:

CHRISTINE FELICIA

Program Manager TopKarir Indonesia

 

_

 

Catat Tanggalnya

  • Rabu, 11 November 2020
  • Pukul 15.00-17.00 WIB
  • Live on Zoom & TopKarir

 

Link Registration

https://bit.ly/daftarUMKM-akademi

 

GRATIS!!!!

 

Buat kamu yang hadir dalam acara akan mendapatkan

  • E-Sertifikat
  • Ilmu Kewirausahaan
  • Relasi
Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Trik Jitu Mempromosikan Produk Usaha di Bulan Ramadan

Trik Jitu Mempromosikan Produk Usaha di Bulan Ramadan

Ramadan menjadi bulan yang penuh berkah, keberkahan ini juga terasa pada sektor usaha dikarenakan meningkatnya aktivitas jual beli masyarakat. Terlebih produk usaha di bidang kuliner.   Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Nielsen (perusahaan yang bergerak dibidang informasi global dengan melakukan riset terhadap informasi pemasaran), bisnis kuliner meraup pendapatan sebesar 45% pada 3 periode dan termasuk bulan Ramadhan.   Melihat meningkatnya minat beli masyarakat di bulan Ramadan, tentu harus bisa dimanfaatkan para pebisnis atau yang mau memulai bisnis untuk mendulang rezeki. Bagian krusial dari penjualan adalah promosi, tanpa promosi yang baik jangankan meningkatkan penjualan, produkmu bahkan nggak akan dikenal. Karena pentingnya kegiatan promosi, TopKarir berbagi cara ampuh mempromosikan produk usahamu agar laku di pasaran, yuk simak ulasan lengkapnya.   Riset perilaku konsumen saat bulan Ramadan Lakukan riset dan amati perubahan perilaku konsumen dan kebiasaan masyarakat pada saat Ramadan. Saat Ramadan, muslim yang menjalankan puasa pasti lebih banyak melakukan ibadah untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Hal ini bisa dijadikan strategi untuk melakukan pendekatan promosi melalui konten bertemakan ibadah, keislaman, berbagi atau hal-hal baik lainnya.   Kondisi pandemi covid-19 juga mengubah pola konsumsi masyarakat Indonesia. Kebijakan untuk tidak keluar rumah membuat masyarakat berpikir untuk membeli kebutuhan Ramadan dalam jumlah besar agar mengurangi intensitas keluar rumah. Sekarang masyarakat juga lebih berhati-hati membeli produk dengan mempertimbangkan higienitas. Karenanya kamu harus bisa meyakinkan calon konsumen melalui promosi bahwa produk yang kamu jual selain berkualitas juga steril.    Buat produk spesial Ramadan  Produk yang paling laris manis di bulan Ramadan adalah makanan dan minuman. Konsumen akan banyak berdatangan membeli produk untuk dikonsumsi pada saat berbuka dan sahur. Semakin banyak variasinya, maka konsumen akan lebih tertarik karena punya banyak pilihan.   Di situasi pandemi sekarang ini, produk makanan beku / frozen food lebih diminati, karena konsumen memilih berbelanja bahan makanan yang bisa bertahan lebih lama agar mengurangi frekuensi keluar rumah.   Produk yang nggak kalah laku di bulan Ramadan adalah produk pakaian Muslim, menjelang Hari Raya orang-orang akan berbondong-bondong membeli pakaian baru sebagai tradisi menyambut hari yang fitri. Tawarkan beberapa promosi seperti potongan harga, bonus pembelian dll.   Tentukan waktu yang tepat saat memasarkan produk Di bulan Ramadan ada beberapa waktu khusus dimana konsumen lebih banyak berselancar di internet. Berdasarkan data EcommerceIQ, kunjungan tertinggi orang-orang Indonesia ke situs e-commerce terjadi dua kali sehari selama bulan Ramadhan 2017. pertama yakni saat sahur, tepatnya pukul 04.00-05.00 WIB dan yang kedua ketika menjelang buka puasa sampai shalat Isya, yakni pukul 17.00-20.00 WIB. Hindari menjual produkmu saat satu minggu sebelum lebaran, karena konsumen berpikir apabila membeli kebutuhan lebaran terlalu mepet, harga akan semakin naik, stok produk yang dicari juga terbatas, atau kendala pengiriman akibat libur panjang.   Buat konten bernuansa Ramadan Pencarian keyword yang berhubungan dengan bulan Ramadan pada pencarian Google juga mengalami peningkatan. Membuat konten bertema Ramadan membuat kunjungan pada situs promosi kamu semakin tinggi, orang-orang akan berusaha menemukan konten yang mereka butuhkan selama Ramadan.   Gunakan dekorasi Ramadan sebagai pelengkap konten visual atau video produk kamu. Tambahkan tagar yang banyak digunakan saat Ramadan dalam konten promosi di media sosial, seperti Instagram, Facebook, Twitter atau yang sekarang sedang hype yaitu TikTok. Bangun hubungan dengan calon konsumen melalui pendekatan emosional, interaksi dan konten-konten yang relate dengan kehidupan mereka.   Optimalkan promosi melalui media online Sejak 2017 masyarakat lebih memilih media online untuk mengisi waktu luang selama berpuasa, dimana tahun-tahun sebelumnya televisi masih menjadi idola. Selain dapat menjangkau konsumen lebih luas, pemasaran melalui online dalam kondisi pandemi saat ini jauh lebih efektif karena orang-orang lebih memilih berbelanja aman dari rumah.   Selain itu promosi dengan memanfaatkan media online tidak membutuhkan biaya sepeserpun alias gratis. Kecuali kalau kamu mau menggunakan jasa influencer untuk mereview produkmu, setidaknya kamu harus memberikan produk gratis atau membayar jasanya sesuai tarif / kesepakatan. Carilah influencer dengan segmentasi followers sesuai target pembeli produk kamu.   Semoga tips di atas bisa menginspirasi Sahabat TopKarir yang membaca di rumah ya. Yuk temukan tips-tips dan informasi karir lainnya di aplikasi TopKarir. Download aplikasinya gratis di Play Store dan App Store!
Webinar Pemberdayaan Dan Kemitraan Untuk Membangun Jaringan Distribusi

Webinar Pemberdayaan Dan Kemitraan Untuk Membangun Jaringan Distribusi

APINDO & BPJS Ketenagakerjaan Mempersembahkan ”APINDO UMKM AKADEMI” Webinar Seri Industri Agrobisnis dengan judul PEMBERDAYAAN DAN KEMITRAAN UNTUK MEMBANGUN JARINGAN DISTRIBUSI. Saat ini industri Agrobisnis semakin berpotensi di dalam bisnis, karena itu untuk anda yang punya bisnis di industri agrobisnis dalam webinar ini akan ada banyak insight menarik untuk meningkatkan usaha anda. Tapi tidak menutup kemungkinan juga untuk anda yang punya usaha diluar industri agrobisnis, karena insight yang diberikan dari narasumber bisa jadi ide segar untuk meningkatkan usaha anda juga.   Dalam Seri webinar untuk UMKM dapat berbagi cerita dan mendapatkan masukan mengenai peluang pasar untuk UMKM dari para mentor dan ahli di bidangnya. Untuk Aanda yang ingin bertanya bisa mendapatkan kesempatan untuk bertanya secara Live kepada narasumber yang hadir.   Narasumber:   MATT DANALAN SARAGIHDirector PT Social Bisnis Indonesia (SOBI)   SILVERIUS OSCAR UNGGULKetua Koperasi Telapak dan Presiden Perkumpulan Telapak   Fasilitator:   DEWI MEISARICo-Founder ukmindonesia.idKetua Komite Bidang Kajian APINDO   Hosted By:   BAYU JANITRA W.CEO TopKarir Indonesia   _ SAVE THE DATE Hari, Tanggal: Rabu, 16 September 2020 Pukul: 15.00-17.00 WIB Live on Zoom & TopKarir   Link Registrationhttps://bit.ly/daftarUMKM-akademi   GRATIS!!!   Benefit:E-CertificateIlmuRelasi   Pertanyaan Webinar Minggu Lalu (Seluk Beluk Ragam Jalur Distribusi Produk Tekstil) Q: Bagaimana strategi memasarkan produk berbahan dasar limbah agar konsumen yakin produk tersebut memiliki kualitas yang baik? A: Bisa diusahakan untuk memenuhi standar nasional atau internasional, dan juga dari cara mengkomunikasikan kualitas/value proposition barangnya. Misalnya claim bahwa bahan yang dipakai adalah bahan daur ulang plastik, ada pakem-pakemnya yang disetujui oleh industri, bisa diikuti karena ada proses verifikasi kualitas, keamanan, dll. Misalnya untuk komponen materi plastik daur ulang… ada seperti ini:   Nah kode- kode yang sudah memenuhi standar bisa dicantumkan di label atau kemasan barang Anda.   Q: Bagaimana cara membuka usaha sablon dengan modal yang minim? A: Karena silaturahmi itu memperpanjang rezeki, maka Masuk ke komunitas sablon, cari key partner. Sementara jadi broker dulu sambil ngumpulin modal buat memperbesar aset alat sablon. Karena percuma juga kalau kita punya alat lengkap dan jago nyablon kalau orderannya gak ada :) Silakang kontak @pagerkaos di IG untuk silaturahmi.   Q: Bagaimana kriteria produk limbah kain yang dapat diolah Kembali?  A: Limbah padat (sisa produksi yang dihasilkan dari proses produksi).Sisa produksi yang bisa di diolah sisa benang pada kones, kain sisa (perca), isa bahan tambahan seperti bisban, tali, kerah, busa pelapis, dan cones bekas. Untuk mempermudah penting untuk mengelompokan Bahan-bahan tersebut sesuai material dan warnanya. Pakaian yang dirancang ulang menjadi baru seperti warna yang sudah usang dicelup dan ditambahkan teknik sablon diatasnya / perubahan bentuk pakaian.  P.S : ada juga limbah cair tapi tidak dipergunakan oleh Saparo   Q: Bagaimana cara memilah tanaman yang dapat diolah menjadi serat alam? A: Bisa melihat referensi di website Dewan Serat Indonesia - http://www.inafiber.id/ untuk serat-serat apa yang sudah atau sedang dikembangkan, karena prosesnya melewati riset.   Q: Bagaimana cara mengawinkan kekuatan produk tekstil  dan kekuatan digital yang membentuk jalur Distribusi Produk Tekstil sehingga marketnya bisa meningkat? A: Asumsinya teman-teman sudah punya produk dan sudah pernah menggunakan platform penjualan digital ya. Bukan dari nol.  Step 1) Mulai dengan membuat list:  Dimana target market Anda beraktifitas membeli? Bagaimana biasanya mereka dapat dicapai? Kekuatan/keunggulan Tekstilmu apa yang mau dikedepankan? cocok tidak dengan kebutuhan pasar yg Anda ingin kembangkan? Kekuatan digital yg Anda anggap kekuatan sebenarnya apa? Audience? Traffic? Bulk? Verifikasi? Kemudahan pembayaran? lalu kaji Trend untuk faktor-faktor yg anda anggap kekuatan tadi apa saja? Lakukan riset Anda, observasi kompetitor. Lalu untuk trend, coba dilihat… mana saja yg trend naik/turun/tetap, dan arah trendnya kemana? Lalu buat list lagi…. apa kelemahanmu dari sisi produk & praktek digitalnya, kalau dibandingkan dengan trend yg ada? Step 2) Renungkan/pelajari strategi “mengawinkan”nya dari hasil mapping step 1 tadi. Tanyakan pada diri Anda, mau distribusi intensif (outlet sebanyak2nya)? selektif (beberapa outlet di channel digital atau lokasi tertentu)? atau eksklusif (sangat targeted ke konsumen spesifik)?     Q: Saya sangat tertarik pada bahan serat alami. Apakah bahan-bahan serat alami tsb bisa kita gunakan? karena biasanya kan UKM belum terlalu banyak produksinya. apakah bisa bahan tersebut dibeli dengan jumlah sedikit? A: Sampai saat ini serat alam di Indonesia sudah banyak dimanfaatkan untuk industri Tekstil, Kerajinan, Home Décor dan juga untuk Komponen Otomotif. Apabila bapak/ibu ingin membeli bahan tersebut dengan jumlah sedikit bapak/ibu dapat mengunjungi outlet PT. Innatex yang dimiliki oleh Bapak Soetomo Kaoem di Jl. Cikutra no. 24 Bandung atau dapat menghubungi Ibu Kusyati di nomor 081222262463   Q: Saya ingin bertanya kepada Ibu Euis Saedah mengenai serat alam. Saya berharap brand saya bisa mengedepankan prinsip sustainable clothing, apalagi utk pembuatan gamis yg bisa dipakai dalam kegiatan sehari-hari. Bagaimana perkembangan serat alam utk penerapannya dalam produksi saya ya Bu? A: Sangat bagus jika arahannya ke serat alam. Karena serat-serat alam di Indonesia saat ini sudah banyak di budidayakan dan di proses dari benang hingga menjadi aneka kain dan bahan dari serat alam ini sangat cocok untuk produk gamis yang mengedepankan sustainable clothing. Untuk kedepannya kami Dewan Serat Alam Indonesia optimis bersama dengan pelaku bisnis serat alam dalam supply chain akan dapat mendukung industri fashion
Komentar