Pencari Karir Pencari Kandidat

Webinar Membentuk Keunikan Produk

24 Maret 2021 20:03 8977 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 0 KALI DIBAGIKAN

APINDO & BPJS Ketenagakerjaan Mempersembahkan ”APINDO UMKM AKADEMI”, kali ini akan ada webinar Seri Industri Argo dengan judul MEMBENTUK KEUNIKAN PRODUK, dalam Seri webinar untuk UMKM dapat berbagi cerita dan mendapatkan masukan mengenai keunikan produk yang dimiliki dari para mentor dan ahli di bidangnya.

 

Sistem Webinar akan berlangsung secara dua arah, yakni peserta dapat berinteraksi langsung dengan narasumber untuk bisa menanyakan perihal masalah apa saja yang sedang mereka hadapi saat pandemic COVID-19 sekarang ini, selain itu mereka juga bisa share oportunity yang mungkin akan menginspirasi para peserta lainnya.

 

Acara ini akan berlangsung pada hari Rabu, 1 Juli 2020, pukul 15.00-17.00 WIB melalui Live on Zoom dan Livestreaming di TopKarir.com

 

NARASUMBER
MEYBI AGNESYA
CEO & FOUNDER Timor Moringa & Timor Moringa Learning Center

 

ARIEF BUDIMAN
CEO AGRINDO & Ketua Pengembangan Kewirausahaan APINDO UMKM

 

LISHIA ERZA
CEO ASYX
Komite Pengembangan Kewirausahaan APINDO

 

HOSTED BY
EDRIC CHANDRA
Program initiator Diplomat Succes Challange

 

FASILITATOR
BAYU J WIRJOATMODJO
CEO Top Karir Indonesia

 

SAVE THE DATE
Rabu, 1 Juli 2020
15.00-17.00 WIB
Live on Zoom & TopKarir

 

Link Registration
https://bit.ly/umkm-akademi

 

GRATIS!!!

 

Benefit:
E-Certificate
Ilmu
Relasi

Pertanyaan Webinar Minggu Lalu (Menciptakan Keunggulan Produk)

Q: Bagaimana cara meningkatkan market usaha di bidang percetakan?

A: Sudah pernah membuat kanvas model bisnis percetakannya? kalau belum bisa dimulai dari situ. Kalau sudah, kaji kembali segmen pasar Anda, untuk bisa memetakan strategi. Perluasan pasar bisa dari penambahan customer atau dari penambahan range jasa/produk. Tahun ini ada lebih dari 200 Kabupaten yang pilkada bersama.

 

Q: Karena adanya kebijakan pemerintah tentang kemasan yang ramah lingkungan, Bagaimana solusi untuk kemasan plastik makaroni usaha saya?

A:Saat ini ada beberapa opsi kemasan pengganti plastik seperti misalnya kemasan tekstur dan performanya mirip plastik tapi bahan dasarnya dari olahan singkong, rumput laut, dll. Coba cari informasi tentang ecoplastic/bioplastik di internet.

 

Q: Terkait pendamping UMKM apakah akademisi bisa ikut bergabung? Siapa saja yang bisa bergabung menjadi pendamping UMKM? Adakah syarat khusus?

A: Bagi Anda yang mau berkolaborasi dan berperan untuk kemajuan UMKM, Anda bisa mendaftarkan diri sebagai mentor di link berikut ini https://bit.ly/pendamping-umkm

 

Q: Perlukah mengubah strategi penjualan dan promosi ketika menghadapi New Normal?

A: Perlu ada review/evaluasi terhadap strategi yang ada dan juga terhadap dinamika kebiasaan pelanggan. Kalau kebiasaan pelanggannya berubah, tentu kita perlu menyesuaikan. 

 

Q: Seberapa banyak dana yg dialokasikan untuk melakukan riset dan survei keunggulan produk?

A: Biasanya tergantung ukuran usaha Anda dan juga di tahap apa usaha yang sedang berjalan (baru mulai? sudah stabil dan tahap berkembang? tahan penurunan butuh pivot?). Sebagai estimasi bisa dialokasikan anggaran 3-5% dari revenue.

Metode riset dan survey bisa disesuaikan dari budget yg ada. yang penting harus tahu dulu informasi apa yang anda butuhkan, jangan sampai hasil surveinya menghasilkan gambaran terlalu generik. Sayang kan..

 

Q: Bagaimana memilih suplai, quality control, antisipasi harga bahan baku, dan menjaga kestabilan suplai bahan mentah coklatnya (biji coklat)?

A: Ini masuk ke ranah manajemen rantai pasok. Biasanya dibutuhkan prosedur yang jelas sehingga pemasok juga tahu standar kualitas yang dicari. Kalau antisipasi harga bahan baku biasanya : 1) ada modal sehingga bisa menyimpan di harga rendah, 2) berkontrak dengan supplier dengan harga mengikat - termasuk dengan gapoktan/petani; 3) cari substitusi.

 

Q: Bagaimana cara menentukan positioning untuk produk sayur segar?

A: Kalau saat ini pasar modern (supermarket, online, dll), atau berkolaborasi lah dengan generasi muda yang punya ekspektasi barang segar langsung diantar ke rumah (seperti sayurbox, happyfresh, tumbasin, dll).

Kalau mau pasarnya lebih spesifik bisa menargetkan pembeli sayuran organik. 

Positioning secara umum bisa dengan mempertajam kanvas model bisnis dan peta empati pelanggan.

 

Q: Bagaimana cara untuk membangun program reseller atau distributor didaerah? Bagaimana cara mengaturnya?

A:  1) Struktur biaya perlu ditetapkan supaya reseller modelnya tidak beragam/susah dimonitor

2) Barang yg dijual perlu menarik, supaya pasar mencari, sehingga reseller jadi tertarik menjualkan. Harus berorientasi pada pasar. 

3) cara mengatur bisa lewat platform digital supaya tidak makan waktu, dan Anda bisa fokus ke produk- salah satu mentor APINDO UMKM ahli di bidang ini - manajemen supply chain. Kalau nanti terseleksi ke fase mentorship bisa diskusi lebih banyak. 

 

Q: Untuk menambah variasi produk, adakah tenggang waktu (periode tertentu) meluncurkan produk atau berdasarkan situasi yang terjadi?

A: Momentum menentukan. Ketika berkompetisi, biasanya pertimbangannya adalah: momentum waktu, keahlian/niche, modal, harga/kualitas, dan segmentasi pasar.

 

Q: Untuk menambah variasi produk, adakah tenggang waktu (periode tertentu) meluncurkan produk atau berdasarkan situasi yang terjadi?

A: Momentum menentukan. Ketika berkompetisi, biasanya pertimbangannya adalah: momentum waktu, keahlian/niche, modal, harga/kualitas, dan segmentasi pasar.

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Tips Membangun Bisnis Berbasis Teknologi

Tips Membangun Bisnis Berbasis Teknologi

Apa kamu punya keinginan untuk membangun bisnis berbasis teknologi? Sebelum memulai mewujudkan keinginan tersebut, ada baiknya kamu tau enam tips penting ini. Apa aja ya?   Jadi 'trendsetter Banyak anak muda kurang berani dan hanya ikut arus yang sudah ada. Soal era industri 4.0 bukan hanya soal big data, AI atau robotic aja, justru tantangan utama adalah berani menciptakan solusi dan berani mengeksekusi ide.   Efisiensi Salah satu hal yang kurang dipersiapkan dunia pendidikan kita adalah melatih soft skill untuk menghadapi kehidupan nyata. Padahal soft skill seperti kemampuan untuk bekerjasama, berkolaborasi, mempresentasikan dan mengomunikasikan ide sangat penting dan harus terus ditingkatkan agar efisiensi kerja tercapai.   Berkelanjutan Anak muda saat ini cenderung mudah menyerah sehingga apa yang dilakukan seringkali engga tuntas. Membangun bisnis berbasis teknologi bukanlah sebuah perlombaan lari sprint tetapi justru lari maraton yang membutuhkan stamina, kesabaran, ketekunan dan kegigihan jangka panjang.   Kolaborasi Gagasan Membawa STEM ke dalam bisnis dapat dilakukan dengan melakukan kolaborasi ide-ide. Saat ini bisnis engga bisa berjalan tanpa teknologi dan sebaliknya teknologi engga bisa berkelanjutan tanpa bisnis yang baik.   Memperluas spektrum Di Indonesia, bisnis yang berkembang memiliki spektrum luas, mulai dari bisnis teknologi 4.0 sampai industri 1.0. Ada banyak industri rempah, budaya, hasil bumi seperti kopi yang juga perlu juga dikembangkan secara keilmuan dan juga bisnis. Kita tetap mengejar bisnis berbasis teknologi tinggi untuk masa depan tetapi juga engga lupa untuk mengilmukan bisnis-bisnis tradisional.   Kemampuan organisasi Salah satu hal yang perlu ditingkatkan oleh kita adalah kemampuan organisasi, karena saat mendapatkan modal besar, banyak dari kita kemudian gagap bagaimana melakukan organization scaling dan organization excellent. Masih banyak anak muda yang belum siap dalam membesarkan dan mengatur unit bisnis secara baik.   Nah, saatnya kamu terapkan enam tips ini supaya bisnis berbasis teknologi yang kamu impikan bisa tercapai dengan baik! Yuk temukan tips lainnya di aplikasi TopKarir. Semangat Sahabat TopKarir!
Trik Jitu Mempromosikan Produk Usaha di Bulan Ramadan

Trik Jitu Mempromosikan Produk Usaha di Bulan Ramadan

Ramadan menjadi bulan yang penuh berkah, keberkahan ini juga terasa pada sektor usaha dikarenakan meningkatnya aktivitas jual beli masyarakat. Terlebih produk usaha di bidang kuliner.   Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Nielsen (perusahaan yang bergerak dibidang informasi global dengan melakukan riset terhadap informasi pemasaran), bisnis kuliner meraup pendapatan sebesar 45% pada 3 periode dan termasuk bulan Ramadhan.   Melihat meningkatnya minat beli masyarakat di bulan Ramadan, tentu harus bisa dimanfaatkan para pebisnis atau yang mau memulai bisnis untuk mendulang rezeki. Bagian krusial dari penjualan adalah promosi, tanpa promosi yang baik jangankan meningkatkan penjualan, produkmu bahkan nggak akan dikenal. Karena pentingnya kegiatan promosi, TopKarir berbagi cara ampuh mempromosikan produk usahamu agar laku di pasaran, yuk simak ulasan lengkapnya.   Riset perilaku konsumen saat bulan Ramadan Lakukan riset dan amati perubahan perilaku konsumen dan kebiasaan masyarakat pada saat Ramadan. Saat Ramadan, muslim yang menjalankan puasa pasti lebih banyak melakukan ibadah untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Hal ini bisa dijadikan strategi untuk melakukan pendekatan promosi melalui konten bertemakan ibadah, keislaman, berbagi atau hal-hal baik lainnya.   Kondisi pandemi covid-19 juga mengubah pola konsumsi masyarakat Indonesia. Kebijakan untuk tidak keluar rumah membuat masyarakat berpikir untuk membeli kebutuhan Ramadan dalam jumlah besar agar mengurangi intensitas keluar rumah. Sekarang masyarakat juga lebih berhati-hati membeli produk dengan mempertimbangkan higienitas. Karenanya kamu harus bisa meyakinkan calon konsumen melalui promosi bahwa produk yang kamu jual selain berkualitas juga steril.    Buat produk spesial Ramadan  Produk yang paling laris manis di bulan Ramadan adalah makanan dan minuman. Konsumen akan banyak berdatangan membeli produk untuk dikonsumsi pada saat berbuka dan sahur. Semakin banyak variasinya, maka konsumen akan lebih tertarik karena punya banyak pilihan.   Di situasi pandemi sekarang ini, produk makanan beku / frozen food lebih diminati, karena konsumen memilih berbelanja bahan makanan yang bisa bertahan lebih lama agar mengurangi frekuensi keluar rumah.   Produk yang nggak kalah laku di bulan Ramadan adalah produk pakaian Muslim, menjelang Hari Raya orang-orang akan berbondong-bondong membeli pakaian baru sebagai tradisi menyambut hari yang fitri. Tawarkan beberapa promosi seperti potongan harga, bonus pembelian dll.   Tentukan waktu yang tepat saat memasarkan produk Di bulan Ramadan ada beberapa waktu khusus dimana konsumen lebih banyak berselancar di internet. Berdasarkan data EcommerceIQ, kunjungan tertinggi orang-orang Indonesia ke situs e-commerce terjadi dua kali sehari selama bulan Ramadhan 2017. pertama yakni saat sahur, tepatnya pukul 04.00-05.00 WIB dan yang kedua ketika menjelang buka puasa sampai shalat Isya, yakni pukul 17.00-20.00 WIB. Hindari menjual produkmu saat satu minggu sebelum lebaran, karena konsumen berpikir apabila membeli kebutuhan lebaran terlalu mepet, harga akan semakin naik, stok produk yang dicari juga terbatas, atau kendala pengiriman akibat libur panjang.   Buat konten bernuansa Ramadan Pencarian keyword yang berhubungan dengan bulan Ramadan pada pencarian Google juga mengalami peningkatan. Membuat konten bertema Ramadan membuat kunjungan pada situs promosi kamu semakin tinggi, orang-orang akan berusaha menemukan konten yang mereka butuhkan selama Ramadan.   Gunakan dekorasi Ramadan sebagai pelengkap konten visual atau video produk kamu. Tambahkan tagar yang banyak digunakan saat Ramadan dalam konten promosi di media sosial, seperti Instagram, Facebook, Twitter atau yang sekarang sedang hype yaitu TikTok. Bangun hubungan dengan calon konsumen melalui pendekatan emosional, interaksi dan konten-konten yang relate dengan kehidupan mereka.   Optimalkan promosi melalui media online Sejak 2017 masyarakat lebih memilih media online untuk mengisi waktu luang selama berpuasa, dimana tahun-tahun sebelumnya televisi masih menjadi idola. Selain dapat menjangkau konsumen lebih luas, pemasaran melalui online dalam kondisi pandemi saat ini jauh lebih efektif karena orang-orang lebih memilih berbelanja aman dari rumah.   Selain itu promosi dengan memanfaatkan media online tidak membutuhkan biaya sepeserpun alias gratis. Kecuali kalau kamu mau menggunakan jasa influencer untuk mereview produkmu, setidaknya kamu harus memberikan produk gratis atau membayar jasanya sesuai tarif / kesepakatan. Carilah influencer dengan segmentasi followers sesuai target pembeli produk kamu.   Semoga tips di atas bisa menginspirasi Sahabat TopKarir yang membaca di rumah ya. Yuk temukan tips-tips dan informasi karir lainnya di aplikasi TopKarir. Download aplikasinya gratis di Play Store dan App Store!
Komentar