Pencari Karir Pencari Kandidat

Tips Menghemat Anggaran untuk Bisnis Startup

24 Maret 2021 20:03 3760 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 3 KALI DIBAGIKAN

Modal usaha menjadi hal yang penting untuk membangun bisnis. Bisnis startup pasti akan menghadapi banyak tantangan saat awal berdiri, kondisi yang bisa mengancam keselamatan bisnis kapan saja bisa datang menghantui. Untuk itu dibutuhkan pondasi yang kuat dan dan konsistensi agar bisnis bisa tetap bertahan menghadapi segala macam tantangan.

 

Salah satu tantangan yang sering dihadapi pebisnis adalah masalah keuangan. Apalagi untuk Anda yang memulai bisnis startup dengan modal “pas-pasan” tentu menjadi “PR” untuk mempelajari bagaimana mengelola keuangan dengan baik. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan untuk menghemat anggaran bisnis Anda.



Mengenal cash flow dari bisnis yang dijalankan

Mungkin Anda sebagai pendiri startup bukan berasal dari latar belakang di bidang finansial, namun memahami konsep keuangan dengan baik menjadi suatu kewajiban. Setidaknya Anda harus tahu, bagaimana mengatur cash flow dari bisnis yang dijalankan.

 

Bukan sekedar fokus pada keuntungan dan kerugian tapi juga memperhatikan pengelolaan kas, pengeluaran rutin, tagihan sampai biaya operasional. Sangat penting untuk mengelola cash flow agar tetap positif.

 

Optimalisasi Digital Marketing 

Dibanding fokus menghabiskan biaya untuk menampilkan iklan berbayar di media sosial atau konvensional, lebih baik merekrut SEO berkualitas yang punya kemampuan membangun koneksi yang luas dengan audience melalui konten.

 

Tidak hanya membahas kualitas konten dan menempatkan laman perusahaan anda di daftar teratas pencarian Google, tapi juga menyajikan sesuatu yang bernilai bagi audiens. Dengan begitu bisnis Anda akan semakin dikenal, diingat dan mampu bersaing di ranah industri yang lebih luas. Tidak banyak memakan biaya namun efektif.

 

Dibanding sistem pemasaran menggunakan media konvensional atau bahkan pemasaran secara langsung, digital marketing mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan spesifik. Dengan begitu kegiatan pemasaran Anda dapat lebih fokus dan terarah pada target audiens yang tepat.

 

Menggunakan jasa outsourcing

Outsourcing merupakan penggunaan tenaga kerja yang berasal dari luar perusahaan untuk mengerjakan tugas atau pekerjaan yang bersifat spesifik dan terikat kontrak. Untuk merekrut pekerja outsourcing, Anda bisa bekerja sama dengan perusahaan penyedia jasa outsourcing. Dengan mempekerjakan karyawan outsourcing, perusahaan Anda dapat menghemat anggaran untuk melakukan pelatihan, sebab tenaga outsourcing sudah memiliki keahlian spesifik yang dibutuhkan perusahaan.

 

Selain itu juga dapat mengurangi beban rekruitmen, karena perusahaan penyedia jasa outsourcing bisa memilih kandidat karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda. Salah satu bentuk dari outsourcing adalah freelancer. Anda bisa menemukan kandidat freelancer sesuai kebutuhan perusahaan Anda di TopKarir Freelance. Sistem yang mudah dan aman akan membantu Anda bekerja sama dengan tenaga freelance pilihan.

 

Membuat program magang

Program magang yang menarik bisa diterapkan untuk memangkas biaya operasional karyawan. Para intern atau mereka yang mengikuti program magang, membutuhkan biaya kerja yang lebih sedikit dibanding karyawan full-time. Pada dasarnya intern hanya membutuhkan pengalaman dan pembelajaran yang bermanfaat untuk bekal karir profesional mereka ke depan. Jika perusahaan Anda bisa membuat program magang yang menarik, Anda bisa mendapatkan talenta muda dari berbagai universitas-universitas ternama, yang siap belajar dan berkontribusi untuk perusahaan Anda.

 

Meningkatkan customer satisfaction

Jika hasil produk / jasa Anda berhasil memuaskan kebutuhan pasar, Anda dapat menerapkan Word of Mouth Marketing atau Pemasaran dari mulut ke mulut untuk menggaet pelanggan baru. Di era digital seperti sekarang ini WOM bisa dilakukan melalui email, website maupun media sosial.

 

Strategi marketing WOM terkesan simple dan tidak membutuhkan biaya yang besar, namun dampaknya sangat luar biasa. Orang Indonesia masih banyak yang membutuhkan testimoni atau saran yang diberikan orang lain sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk, apalagi jika orang yang menyarankan berasal dari kerabat atau tokoh publik yang disegani.

 

Untuk menerapkan strategi WOM, Anda harus memberikan pengalaman yang berkesan bagi para pelanggan yang menggunakan produk atau jasa Anda. Bukan hanya fokus membuat produk yang bagus saja, tapi juga memberikan pelayanan terbaik dengan menjadikan customer sebagai  orientasi bisnis Anda. 

 

Temukan kandidat muda terbaik untuk bergabung di perusahaan Anda bersama TopKarir, hubungi kami di sini. Tips-tips karir lainnya seputar HR bisa Anda temukan di Ruang HR TopKarir.

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
7 Tips Mengembangkan Marketing Plan yang Sukses untuk Bisnis

7 Tips Mengembangkan Marketing Plan yang Sukses untuk Bisnis

Rencana pemasaran atau marketing plan yang baik berfokus pada dua tujuan, yaitu untuk mempertahankan loyalitas di antara pelanggan saat ini dan untuk menangkap pangsa pasar dalam segmen audiens tertentu dari target pelanggan kamu.   Marketing plan menguraikan strategi yang akan digunakan untuk mencapai tujuan dan tindakan spesifik yang akan diterapkan tim pemasaran, seperti kampanye produk spesifik, anggaran pemasaran yang diperlukan hingga proyeksi berdasarkan data.   Nah berikut adalah tips membuat marketing plan perusahaanmu bisa membawa bisnis untuk sukses dalam jangka panjang. 1. Buat ringkasan eksekutif Kampanye pemasaran tidak boleh dianggap sebagai fungsi individu. Ringkasan eksekutif merinci tujuan pemasaran kamu untuk tahun depan dan membuat keterkaitan perencanaan lainnya di tahun berikutnya.  2. Identifikasi pasar sasaran  Sebelum menulis rencana pemasaran, kamu perlu menemukan dan memahami bidang pasar perusahaan. Tanyakan pada diri sendiri siapa demografis spesifik yang kamu ditargetkan sebagai calon pelanggan.    Misalnya, jika bisnismu menjual makanan selama 30 menit, mereka yang melakukan pekerjaan dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore kemungkinan besar adalah target marketmu. Pelajarilah kelompok individu tersebut untuk memahami mereka dan pelajari bagaimana layanan bisnis perusahaan dapat menyelesaikan masalah sekelompok orang tersebut. 3. Kembangkan wawasan tentang mengapa pelanggan baru akan memilih bisnismu Tentukan kebutuhan inti yang akan dipenuhi oleh produk atau layananmu. Apakah ini untuk membantu pelanggan kamu menjalani hari dengan lebih mudah? Lakukan pekerjaan mereka dengan lebih efisien?   Penawaran kamu harus menyelesaikan masalah klien atau memenuhi kebutuhan pelanggan dengan lebih baik daripada pesaing.  4. Bedakan merekmu dengan kebutuhan pemasaran Menganalisis kebutuhan pemasaran menggunakan alat internal seperti pemasaran konten, aktivitas media sosial, atau pengoptimalan mesin telusur (SEO) untuk menarik perhatian pelanggan terutama melalui komunikasi online.    Pemasaran konten dapat mencakup posting blog informatif, wawancara, dan podcast dengan tokoh industri yang relevan, atau panduan tambahan tentang cara terbaik menggunakan produk kamu.   Misalnya, jika kamu menjual perlengkapan memasak, pertimbangkan untuk memposting beberapa resep menyenangkan seputar liburan yang dapat dibantu oleh produk masak yang kamu jual.   Masing-masing strategi ini memberdayakan yang lain dalam satu lingkaran untuk mencapai perhatian pelanggan yang lebih besar.   Penawaran konten yang kuat dapat meningkatkan peringkat mesin pencari untuk produkmu, yang membawa lebih banyak orang ke situs web dan halaman media sosial perusahaan.  5. Identifikasi pesaing yang juga menargetkan pelangganmu Tidak peduli seberapa original produk atau layanan kamu, selalu ada persaingan untuk mendapatkan profit dari target pelanggan. Bisnis kecil jarang meluangkan waktu lebih untuk mempelajari pesaing mereka secara mendalam atau menentukan persaingan yang mungkin berada di luar industri.    Mengetahui siapa mereka, keunggulan kompetitif inti mereka dan bagaimana mereka mungkin menanggapi penawaran pelanggan (pemotongan harga, peningkatan komunikasi, dll.) Membantumu menyusun strategi untuk memerangi kerugian yang bisa disebabkan kompetitor tersebut. 6. Sebutkan posisi merek kamu untuk target pelanggan Pada akhirnya, merek dan apa yang dijual ke pelanggan adalah keunggulan kompetitif terkuat bisnismu. kamu harus dapat menulis kalimat deklaratif sederhana tentang bagaimana produk akan memenuhi kebutuhan pelanggan dan memenangkan persaingan.    Pernyataan terbaik adalah deskripsi yang fokus pada penyelesaian masalah bagi pelanggan dengan cara yang mempromosikan nilai terbaik dari produk yang dijual. 7. Audit jika ada kegagalan Jangan panik jika strategi pemasaran awal kamu tidak memberikan hasil yang diinginkan. Mengaudit bisnis, dapat menguntungkan karena memberikan penjelasan tentang alasan kenapa produk yang dipasarkan bisa mengalami kegagalan.   Pahami produk atau layanan apa yang kamu tawarkan, kemudian identifikasi siapa yang kamu bantu dan bagaimana kamu membantu mereka.   Selain tentang marketing plan, dapatkan informasi dunia kerja lainnya dan tips karir menarik di sini. Temukan informasi lowongan kerja terupdate dan rencanakan karir hebatmu di TopKarir. Download aplikasinya gratis di App Store dan Play Store.
Komentar