Tips Menghemat Anggaran untuk Bisnis Startup

03 APR 2020 11:11 RUANG HR 278 KALI DI BACA 0 KOMENTAR 0 KALI DIBAGIKAN
Tips Menghemat Anggaran untuk Bisnis Startup | TopKarir.com

Modal usaha menjadi hal yang penting untuk membangun bisnis. Bisnis startup pasti akan menghadapi banyak tantangan saat awal berdiri, kondisi yang bisa mengancam keselamatan bisnis kapan saja bisa datang menghantui. Untuk itu dibutuhkan pondasi yang kuat dan dan konsistensi agar bisnis bisa tetap bertahan menghadapi segala macam tantangan.

 

Salah satu tantangan yang sering dihadapi pebisnis adalah masalah keuangan. Apalagi untuk Anda yang memulai bisnis startup dengan modal “pas-pasan” tentu menjadi “PR” untuk mempelajari bagaimana mengelola keuangan dengan baik. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan untuk menghemat anggaran bisnis Anda.



Mengenal cash flow dari bisnis yang dijalankan

Mungkin Anda sebagai pendiri startup bukan berasal dari latar belakang di bidang finansial, namun memahami konsep keuangan dengan baik menjadi suatu kewajiban. Setidaknya Anda harus tahu, bagaimana mengatur cash flow dari bisnis yang dijalankan.

 

Bukan sekedar fokus pada keuntungan dan kerugian tapi juga memperhatikan pengelolaan kas, pengeluaran rutin, tagihan sampai biaya operasional. Sangat penting untuk mengelola cash flow agar tetap positif.

 

Optimalisasi Digital Marketing 

Dibanding fokus menghabiskan biaya untuk menampilkan iklan berbayar di media sosial atau konvensional, lebih baik merekrut SEO berkualitas yang punya kemampuan membangun koneksi yang luas dengan audience melalui konten.

 

Tidak hanya membahas kualitas konten dan menempatkan laman perusahaan anda di daftar teratas pencarian Google, tapi juga menyajikan sesuatu yang bernilai bagi audiens. Dengan begitu bisnis Anda akan semakin dikenal, diingat dan mampu bersaing di ranah industri yang lebih luas. Tidak banyak memakan biaya namun efektif.

 

Dibanding sistem pemasaran menggunakan media konvensional atau bahkan pemasaran secara langsung, digital marketing mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan spesifik. Dengan begitu kegiatan pemasaran Anda dapat lebih fokus dan terarah pada target audiens yang tepat.

 

Menggunakan jasa outsourcing

Outsourcing merupakan penggunaan tenaga kerja yang berasal dari luar perusahaan untuk mengerjakan tugas atau pekerjaan yang bersifat spesifik dan terikat kontrak. Untuk merekrut pekerja outsourcing, Anda bisa bekerja sama dengan perusahaan penyedia jasa outsourcing. Dengan mempekerjakan karyawan outsourcing, perusahaan Anda dapat menghemat anggaran untuk melakukan pelatihan, sebab tenaga outsourcing sudah memiliki keahlian spesifik yang dibutuhkan perusahaan.

 

Selain itu juga dapat mengurangi beban rekruitmen, karena perusahaan penyedia jasa outsourcing bisa memilih kandidat karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda. Salah satu bentuk dari outsourcing adalah freelancer. Anda bisa menemukan kandidat freelancer sesuai kebutuhan perusahaan Anda di TopKarir Freelance. Sistem yang mudah dan aman akan membantu Anda bekerja sama dengan tenaga freelance pilihan.

 

Membuat program magang

Program magang yang menarik bisa diterapkan untuk memangkas biaya operasional karyawan. Para intern atau mereka yang mengikuti program magang, membutuhkan biaya kerja yang lebih sedikit dibanding karyawan full-time. Pada dasarnya intern hanya membutuhkan pengalaman dan pembelajaran yang bermanfaat untuk bekal karir profesional mereka ke depan. Jika perusahaan Anda bisa membuat program magang yang menarik, Anda bisa mendapatkan talenta muda dari berbagai universitas-universitas ternama, yang siap belajar dan berkontribusi untuk perusahaan Anda.

 

Meningkatkan customer satisfaction

Jika hasil produk / jasa Anda berhasil memuaskan kebutuhan pasar, Anda dapat menerapkan Word of Mouth Marketing atau Pemasaran dari mulut ke mulut untuk menggaet pelanggan baru. Di era digital seperti sekarang ini WOM bisa dilakukan melalui email, website maupun media sosial.

 

Strategi marketing WOM terkesan simple dan tidak membutuhkan biaya yang besar, namun dampaknya sangat luar biasa. Orang Indonesia masih banyak yang membutuhkan testimoni atau saran yang diberikan orang lain sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk, apalagi jika orang yang menyarankan berasal dari kerabat atau tokoh publik yang disegani.

 

Untuk menerapkan strategi WOM, Anda harus memberikan pengalaman yang berkesan bagi para pelanggan yang menggunakan produk atau jasa Anda. Bukan hanya fokus membuat produk yang bagus saja, tapi juga memberikan pelayanan terbaik dengan menjadikan customer sebagai  orientasi bisnis Anda. 

 

Temukan kandidat muda terbaik untuk bergabung di perusahaan Anda bersama TopKarir, hubungi kami di sini. Tips-tips karir lainnya seputar HR bisa Anda temukan di Ruang HR TopKarir.


  • Login terlebih dahulu jika ingin meninggalkan komentar.