Pencari Karir Pencari Kandidat

Tips Membuat CV yang Menarik Tanpa Pengalaman Kerja

24 Maret 2021 20:03 13164 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 85 KALI DIBAGIKAN

Setelah lulus dari perkuliahan masa penantian akhirnya datang, mereka yang beruntung bisa langsung mendapat kerja, tapi sebagian orang juga yang harus menunggu cukup lama untuk bertemu pekerjaan impiannya.

 

Nah, pada masa ini kamu harus aktif apply sana sini, gagal berulang kali itu wajar, tapi kamu harus bisa mengidentifikasi kira-kira apa sih yang kurang dari lamaran yang kamu kirim. Bisa jadi dari kurangnya atau tidak adanya pengalaman kerja.

 

Gimana ya sebagai fresh graduate yang masih awam dengan dunia kerja biar bisa lolos seleksi CV tanpa menjual pengalaman? Sebenarnya kamu bisa membuat CV yang menarik banyak perusahaan meski tanpa bermodalkan pengalaman kerja. Kamu harus bisa mengangkat aspek lain di dalam CV untuk bikin perusahaan jatuh hati.

 

Menjawab kegalauan fresh graduate dalam membuat CV, berikut TopKarir bagi tips menulis CV yang menarik HR meskipun tanpa pengalaman kerja, yuk disimak.

 

1. Deskripsikan diri dengan singkat tapi menarik

CV yang menarik umumnya dilengkapi dengan kolom deskripsi diri. Pada kolom ini kamu bisa menuliskan profil singkat tentang siapa diri kamu, pendidikan terakhir, karakter, keahlian dan kelebihan yang kamu miliki.

 

Kamu juga bisa menceritakan minat & bakat kamu pada suatu bidang secara singkat dan padat, angkat keunikan / kelebihan yang kamu punya untuk membangun kesan yang baik di mata HR saat pertama kali membaca.

 

Kamu lulusan SMA/MA? Lagi cari lowongan kerja di wilayah Kota Bandung? Temukan selengkapnya di sini. 

 

2. Tulis riwayat pendidikan dengan lengkap

Karena belum adanya pengalaman kerja, kamu harus mencantumkan riwayat pendidikan yang pernah kamu jalani dengan lengkap.

 

Latar belakang pendidikan yang kamu tulis akan memudahkan HR dalam menyeleksi dan menilai kecocokan jurusan/konsentrasi pendidikan dengan posisi kerja yang dipilih. 

 

Apalagi kalau kamu lulusan dari sekolah atau universitas ternama, hal ini akan jadi poin plus di mata HR lho. Jadi jangan lupa lengkapi riwayat pendidikan kamu dari awal sampai akhir ya!

 

3. Cantumkan pengalaman yang relevan

Meskipun tanpa pengalaman kerja, kamu bisa mencantumkan pengalaman dalam berorganisasi, keikutsertaan kompetisi, event atau volunteer. Tapi ingat, harus yang relevan sama posisi kerja yang kamu lamar ya.

 

Misal nih kalau kamu apply untuk posisi fotografer, kamu bisa menambahkan pengalaman sebagai tim media dan dokumentasi di sebuah acara. Hal itu akan menambah nilai jualmu untuk lolos seleksi CV.

 

Dengan memiliki pengalaman berorganisasi di sekolah, kampus atau lingkungan masyarakat kamu akan dinilai punya kemampuan bekerja dalam tim dan keterampilan beradaptasi yang baik. Selebihnya bisa kamu ceritakan saat sesi interview nanti.

 

Kamu lulusan SLTP/MTS? Lagi cari lowongan kerja di wilayah Kota Bandung? Temukan selengkapnya di sini.

 

4. Sisipkan link portofolio

Yang nggak kalah penting agar CV-mu makin menarik meski tanpa pengalaman kerja adalah portofolio. Kamu bisa menambahkan link portofolio di dalam CV kamu.

 

Portofolio bisa berupa karya tulis, desain, hasil terjemahan, hasil fotografi atau cetak biru bagi seorang arsitek. Portofolio ini punya pengaruh besar lho dalam seleksi CV, apalagi buat kamu yang melamar posisi di bidang kreatif, karyamu harus bisa diperhitungkan.

 

5. Masukkan semua informasi dengan jujur

Sering nih HR nemuin CV yang nggak sesuai dengan data yang sebenarnya, tepatnya pada proses interview. Beberapa orang memilih untuk memasukkan informasi palsu / berlebihan untuk menarik HR agar lolos seleksi CV.

 

Tentu hal ini fatal, sebab data yang kamu masukkan nggak bisa dipertanggungjawabkan saat sesi interview. HR akan tau benar tidaknya informasi yang diberikan hanya dari penjelasan dan bahasa tubuh yang kamu tunjukkan. Jadilah diri kamu apa adanya ya baik itu di dalam CV.

 

 

Kamu lulusan SMK/SMEA/MAK? Lagi cari lowongan kerja di wilayah Kota Bogor? Temukan selengkapnya di sini.

 

6. Buat simple dan to the point

CV itu nggak perlu berlembar-lembar, cukup satu lembar aja. HR nggak akan membaca halaman kedua dari CV kamu, jadi rangkum daftar riwayat hidup kamu dengan singkat dan padat, nggak bertele-tele.

 

Buat poin-poin dari setiap informasi, mulai dari pendidikan, deskripsi singkat, pengalaman organisasi, kepribadian dan keterampilan. Buat dengan desain yang simple dan menarik, atau yang menggambarkan karakter kamu.

 

Itu tadi 6 tips membuat CV yang menarik HRD meski tanpa pengalaman kerja. Temukan lowongan magang yang cocok buat kamu di sini. Dapatkan juga informasi lowongan kerja terupdate dan rencanakan karir hebatmu di TopKarir. Download aplikasinya gratis di App Store dan Play Store.

 

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Tips Membuat Content Menarik yang Banyak Pengunjung

Tips Membuat Content Menarik yang Banyak Pengunjung

Pernah gak sih kamu kesal karena konten yang kamu buat sepi pengunjung? Atau konten kamu susah sekali buat diterbitkan? Kamu udah capek-capek bikin, eh ternyata viewers-nya kurang dari seribu  Nah, ini dia tips dan trik agar konten kamu lebih menarik. Simak yaa.   Buatlah konten yang sesuai dengan passion-mu Buatlah konten yang memang itu adalah passion-mu. Misalnya, jika kamu menyukai hal berbau makeup, maka kamu bisa mencoba membuat tutorial makeup. Karena sesuatu yang dibuat dengan hati pasti lebih enak dikonsumsi.   Ciptakanlah judul semenarik mungkin Hal yang paling menentukan dari sebuah konten akan dilirik oleh viewers adalah judul dari konten itu sendiri. Seseorang tidak akan tertarik melihat isi konten apabila judulnya tidak sesuai dengan apa yang dia suka. Maka, judul adalah nyawa dari sebuah konten.   Gunakan penjelasan yang straight to the point Millenial saat ini sulit sekali untuk fokus kepada suatu hal. Mereka hanya melihat sebuah konten dalam waktu sebentar yaitu sekitar 5-10 menit. Maka dari itu sebaiknya kamu memberikan penjelasan yang tidak berbelit-belit dan mudah untuk dimengerti.   Buatlah konten simpel Agar para pengunjung kontenmu membaca sampai akhir, kamu harus membuat konten yang simpel dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini berguna untuk menarik pembaca yang akan berlangganan untuk melihat kontenmu.   Nah itu tips & triknya agar content yang kamu buat banyak pengunjungnya. Yuk simak tips lainnya seputar karir yang kamu inginkan di TopKarir & download aplikasinya.
Cara Membuat Surat Perjanjian Kerja Sama dan Contohnya

Cara Membuat Surat Perjanjian Kerja Sama dan Contohnya

  Surat perjanjian kerjasama adalah surat klausul atau ketentuan khusus yang dibuat sebagai kesepakatan tertulis antara dua atau lebih pihak yang berhubungan. Perjanjian kerja sama atau yang juga dikenal dengan Memorandum of Understanding (MoU) berisi perihal hak dan kewajiban para pihak terkait yang telah disetujui bersama dan bersifat mengikat.   MoU atau surat perjanjian kerjasama memiliki fungsi sebagai bukti tertulis yang menjelaskan bahwa pihak bersangkutan yang tercantum dalam dokumen adalah pihak yang mampu memenuhi seluruh kewajiban yang ditetapkan.    Baca juga: Hindari 5 Kesalahan Fatal ini Saat Mengirim Email Lamaran Kerja   Secara umum, surat perjanjian akan memiliki fungsi sebagai bukti tertulis yang menjamin keamanan bagi semua pihak, berfungsi sebagai surat yang mendeskripsikan hak dan kewajiban, mengurangi risiko hingga sebagai acuan penyelesaian ketika terjadi masalah. Lantas bagaimana cara membuat surat perjanjian kerjasama? Berikut ulasannya lengkap dengan contoh.   Baca juga: Cara Membuat CV yang Bikin HRD Jatuh Hati   Jenis Surat Perjanjian Kerjasama atau MoU   Sebelum membuat surat perjanjian, Anda perlu tahu jenis dari MoU yang biasa digunakan, yaitu: Surat perjanjian autentik: surat ini biasanya dibuat, dihadiri, atau diketahui oleh pejabat pemerintah yang berperan sebagai saksi Surat perjanjian di bawah tangan: surat perjanjian dibuat tanpa menghadirkan saksi atau tanda bukti dari pemerintah.  Surat perjanjian kerjasama yang baik dan benar Surat perjanjian yang sah dan benar memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Ada judul kontrak yang ditulis dengan singkat, jelas dan padat Identitas pihak yang bersangkutan dicantumkan dengan jelas Latar belakang perjanjian ditulis dengan jelas Jelaskan mekanisme penyelesaian masalah yang terjadi dalam sengketa Memiliki tanda tangan dari seluruh pihak yang terkait Surat perjanjian digandakan sesuai kebutuhan   Baca juga: 4 Tahap Menulis Email Pengajuan Magang   Contoh Surat Perjanjian Kerjasama   SURAT PERJANJIAN KERJASAMA   Yang bertanda tangan di bawah ini:   Nama:  Alamat:  Selanjutnya disebut sebagai pihak pertama   Nama:  Alamat :  Selanjutnya disebut sebagai pihak kedua   Untuk selanjutnya antara pihak pertama dan kedua memiliki perjanjian kerjasama dengan ketentuan sebagai berikut:   Pihak pertama menitipkan barangnya pada pihak kedua dengan sistem konsinyasi. Pihak kedua mendapatkan 10%dari omzet penjualan barang titipan pihak pertama.   Jumlah maksimal penitipan barang yang dilakukan pihak pertama kepada pihak kedua adalah 100 pieces untuk setiap desainnya.   Pendisdissian barang untuk area Bandung dan sekitarnya diatur oleh pihak kedua.   Pihak pertama akan membantu promosi pihak kedua, begitu juga sebaliknya.   Pihak kedua melaporkan hasil penjualan kepada pihak pertama setiap bulannya, di awal bulan berikutnya disertai dengan penyerahan laba sebesar 90%dari omzet penjualan barang di tangan pihak pertama kepada pihak kedua.   Demikian perjanjian kerjasama ini kami buat untuk menjadi ikatan di antara kami.   Segala hal yang belum termuat pada perjanjian ini, dibicarakan bersama antara pihak pertama dan pihak kedua untuk mencapai mufakat di kemudian hari dan otomatis menjadi addendum pada perjanjian ini.   Perjanjian ini Kami buat secara penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari manapun.   Jika Terjadi perselisihan pada pelaksanaan perjanjian ini, maka kami sepakat menyelesaikannya dengan cara kekeluargaan dan musyawarah.   Namun, jika ada kesalahpahaman atau masalah yang terjadi selama proses berlangsung, maka kami sepakat menyelesaikan secara hukum   Jakarta, 26 Agustus 2021.   Pihak Pertama                                                                Pihak Kedua,   (nama jelas)                                                                            (nama jelas)   Hal yang perlu Anda perhatikan dalam membuat surat perjanjian kerjasama adalah perlu adanya tanda tangan di atas materai yang menjadi dasar aturan secara hukum. Surat perjanjian juga harus dibuat tanpa adanya paksaan apapun. Selain itu, isi surat perjanjian haruslah ditulis secara jelas dan mudah dimengerti. Selain itu, surat perjanjian kerjasama harus dibuat secara sadar dan patuh pada Undang-Undang.   Selain seputar surat perjanjian, temukan juga berbagai tips HRD lainnya di sini. 
Komentar