Pencari Karir Pencari Kandidat

Strategi Jitu Persiapkan Lulusan yang Berprestasi & Berkarakter

24 Maret 2021 20:03 2259 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 0 KALI DIBAGIKAN

Sebagai seorang pengajar, Anda sudah pasti mempunyai tanggung jawab untuk mencetak lulusan yang hebat dan berprestasi. Bangga dan bahagia dirasakan seorang pengajar yang berhasil membawa anak didiknya sukses dan mencapai taraf kebahagiaan. Karena itu, bekal ilmu dan didikan dari seorang guru sangat penting dan berpengaruh besar bagi kemajuan seorang murid dalam menjalani kehidupannya.

 

Para pengajar perlu bekerja keras dan menyusun strategi guna menghasilkan lulusan berprestasi. Mentransfer keilmuan dan pengetahuan agar anak didiknya mampu memenangkan persaingan kerja maupun kompetisi di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan bekal tersebut, para lulusan bisa lebih mudah meraih kesuksesan dalam berkarir.

 

Bagi Anda yang berprofesi sebagai guru, berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mempersiapkan lulusan atau anak didik berprestasi:

 

Mengembangkan kurikulum jadi lebih interaktif

Kurikulum yang baik tidak selalu menggunakan metode pembelajaran rumit sehingga sulit dicerna oleh anak murid, namun kurikulum yang tepat. Yaitu, kurikulum yang mudah diterima dan dipahami oleh peserta didik.

 

Jadi penting untuk menyusun kurikulum yang tepat dan interaktif, dimana para siswa ikut terlibat langsung dan menikmati proses belajar mengajar dengan nyaman dan tenang. Kondisi seperti ini akan membuat materi pelajaran dapat tersampaikan dengan baik.

 

Para anak didik pun leluasa mengekspresikan diri mereka selama proses belajar mengajar. Selain itu, kurikulum ini juga harus memiliki porsi yang tepat antara praktik dan teori. 

 

Menjalin interaksi yang baik dengan murid & orangtua

Pendidikan adalah tanggung jawab bersama, baik itu guru, siswa, sampai orangtua. Karenanya, semua pihak harus saling terlibat dan senantiasa menjalin hubungan kerjasama dan interaksi untuk menciptakan kondisi belajar yang sehat bagi anak didik.

 

Membangun interaksi antara guru dan murid selain untuk proses belajar mengajar jadi lebih efektif juga memungkinkan pengajar untuk mendorong kemampuan interpersonal siswa. Anda bisa melihat respon mereka dalam menerima pendapat, kritik dan cara pandang orang lain dalam melihat sesuatu. Kemampuan komunikasi dan interaksi ini akan sangat berguna bagi siswa agar lebih mudah beradaptasi di lingkungan masyarakat maupun pekerjaan nantinya.

 

Ajari siswa pentingnya memiliki kepribadian yang positif

Ki Hadjar Dewantara, terdapat tiga konsep guru sebagai sosok pendidik yakni ‘ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”. Jika diartikan kurang lebih bermakna “di depan memberi teladan, di tengah membangun keinginan (memotivasi), di belakang memberi semangat.”

 

Guru harus menjadi teladan yang baik bagi anak muridnya, bukan hanya melimpahkan ilmu pengetahuan tetapi juga memberi pelajaran terkait nilai-nilai sosial secara langsung untuk mencapai konsep guru sebagai pendidik.

 

Setelah lulus dari jenjang pendidikan, diharapkan anak didik mampu memberi pengaruh positif bagi dirinya dan orang lain, terlebih di era digital seperti sekarang. Hal ini juga sangat berpengaruh bagi mereka ketika terjun di lingkungan pekerjaan, kepribadian menjadi modal yang tidak kalah pentingnya dibanding skill dan ilmu, bahkan menjadi penentu kesuksesan seseorang.

 

Terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perubahan

Kemajuan teknologi begitu cepat dan dinamis, kehadirannya membawa pengaruh yang sangat besar dalam mengubah tatanan sosial dan pendidikan. Selain sarana pendukung yang baik, sebagai pengajar kita juga dituntut untuk cepat beradaptasi dan meningkatkan kapasitas serta kompetensi.

 

Dengan terus belajar, dan terbuka akan perubahan, guru akan lebih mudah menemukan pola pengajaran yang efektif sesuai dengan tren dan perkembangan informasi yang terjadi.

 

Mengapresiasi setiap progres anak didik meskipun kecil

Pemberian apresiasi pada anak didik akan membuat mereka termotivasi untuk terus belajar dan menjadi lebih baik dari sebelumnya, serta meningkatkan kepercayaan diri. Apresiasi banyak bentuknya, bisa berupa pemberian hadiah, pelukan, senyuman, atau pujian. Anak akan cenderung mengulangi kebaikan dan keberhasilan yang ia lakukan karena mereka sudah mendapat konsekuensi yang menyenangkan.

 

Pemberian apresiasi ini tentu harus dilakukan dengan cara-cara yang efektif.  Misalnya dengan memberikan pujian, pemberian pujian sebaiknya fokus pada mengapresiasi usaha dan proses yang dilakukan oleh siswa. Penting juga untuk menghindari membandingkan satu siswa dengan siswa lainnya ketika memberikan pujian, bandingkanlah pencapaian anak dengan pencapaian sebelumnya, sehingga ia sadar untuk terus belajar dan berusaha.

 

Itu tadi 5 tips mempersiapkan lulusan yang berprestasi dan berkarakter yang bisa Anda terapkan dalam mengajar. Dapatkan lebih banyak informasi dan tips seputar dunia pendidikan yang bermanfaat untuk menunjang profesi Anda sebagai pengajar di artikel Untuk Guru.

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Tips Anti Burnout Untuk Millennial

Tips Anti Burnout Untuk Millennial

Kalau kamu mulai merasa kelelahan baik mental maupun fisik akibat tekanan kerja yang berat, itu artinya kamu terkena burnout syndrome. Kondisi ini berakibat pada menurunnya performa kerja dan kesehatan. Kamu selalu merasa kelelahan meski melakukan pekerjaan kecil sekalipun. Millennial sangat rentan mengalami burnout syndrome, sebab harus memikirkan pekerjaan dan kehidupan pribadi dalam waktu bersamaan. Belum lagi jam kerja yang tidak menentu. Nah, untuk kamu yang merasa burnout, simak tips-tips berikut untuk mengatasinya.     Bekerjalah sesuai kemampuan tanpa tekanan   Sebaiknya setiap pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan batas kemampuan. Kamu tidak perlu bekerja secara sempurna melainkan efektif. Jangan biarkan dirimu tertekan karena ambisi.     Perhatikan kondisi fisikmu dengan beristirahat   Jangan paksakan fisikmu ketika lelah dengan aktivitas kerja yang berat. Lebih baik beristirahat untuk mengembalikan konsentrasi dan energi dibanding harus memaksakan fisik bekerja terus tanpa henti. Yang ada kamu stres dan mudah emosi.     Sempatkan kumpul-kumpul bareng teman   Hangout bareng sahabat diluar jam kerja bisa bikin pikiranmu lebih fresh. Selain itu berbagi cerita akan membuat pikiranmu jadi lebih lega, siapa tau mereka bisa kasih solusi untuk masalah burnout-mu. Karena hidup bukan cuma soal kerja dan kerja, kamu harus menyeimbangkan dengan kehidupan sosial juga.     Buat agenda pekerjaan harian   Sebaiknya kamu mulai membuat rencana harian, pekerjaan apa yang harus kamu selesaikan. Dengan begitu pekerjaanmu bisa lebih terkontrol dan tidak keteteran jika ada pekerjaan dadakan.     Agendakan liburan   Setelah bergelut dengan kerjaan, tugas, deadline, ada baiknya kamu merencanakan liburan untuk mengembalikan pikiran dan melepas penat. Pekerjaan yang dilakukan saat kondisi lelah malah akan membuahkan hasil yang kurang maksimal. Jadi jangan ragu mengajukan cuti ya Sahabat TopKarir.   Itu dia 5 tips mengatasi burnout syndrome buat para millennial. Yuk temukan informasi dan tips-tips seputar karir lainnya di aplikasi TopKarir. Download aplikasinya di Play Store dan App Store sekarang juga. 
Tips Merekrut Freelancer Berkualitas untuk Perusahaan Anda

Tips Merekrut Freelancer Berkualitas untuk Perusahaan Anda

Di era digital dan masa pandemi seperti sekarang ini, merekrut karyawan freelance bisa menjadi pilihan yang tepat. Kondisi perusahaan yang belum stabil mengharuskan kita untuk menekan pengeluaran termasuk juga dalam hal penggajian karyawan. Biasanya upah freelancer tidak terlalu memakan biaya besar sehingga bisa menghemat kas perusahaan. Maka tidak ada salahnya mempekerjakan karyawan freelance untuk membantu menyelesaikan project tertentu baik skala kecil maupun skala besar.   Namun memilih pekerja freelance yang berkualitas bukanlah perkara yang mudah, tidak jauh berbeda dengan menyeleksi karyawan tetap. Bagaimana tips jitu menemukan freelancer yang baik untuk bergabung dengan project perusahaan Anda? Berikut ulasan lengkapnya.   Pastikan portofolio dan track record-nya baik Pastikan kandidat freelance pilihan Anda memiliki keterampilan yang spesifik di suatu bidang. Cek portofolio/kumpulan karya yang mereka punya, lalu sesuaikan dengan kebutuhan project yang Anda tawarkan. Cari tahu juga, bagaimana track record (rekam jejak) kandidat freelancer yang akan Anda pilih, apakah kinerjanya memuaskan dengan klien sebelum-sebelumnya? Begitupun dengan sikap dan profesionalitas yang dimiliki.    Pastikan ia mempunyai skill komunikasi yang baik Freelancer yang menawarkan diri ke perusahaan Anda datang dari berbagai daerah, maka Anda harus sangat teliti dan selektif memilih freelancer untuk dipekerjakan. Pastikan ia mempunyai kemampuan komunikasi yang baik, efektif dan fast response (cepat tanggap). Sebab, Anda akan lebih sering berinteraksi jarak jauh secara virtual bahkan sama sekali tidak bertatap muka secara langsung.   Komunikasi yang dilakukan secara virtual membutuhkan effort yang lebih, Anda dan freelancer harus bisa berinteraksi secara efektif dan menghindari miskomunikasi agar hasil kerja yang diberikan sesuai dengan ekspektasi perusahaan. Kemampuan komunikasi yang baik juga membuat freelancer mudah menyampaikan pendapat dan ide-idenya untuk menghasilkan kinerja yang memuaskan bagi perusahaan Anda.   Pastikan identitas kandidat lengkap Masalah klasik yang sering dilakukan oleh freelancer adalah sulit dihubungi. Memang tidak semua freelancer melakukan kesalahan ini, namun Anda harus tetap selektif agar kasus semacam ini tidak terjadi di perusahaan Anda. Untuk mengantisipasi pekerja freelance memenuhi tanggung jawabnya sama project selesai, pastikan Anda memiliki identitasnya secara lengkap. Minimal kita memiliki kartu identitas dan nomor telepon/seluler yang aktif.   Hal ini ditujukan agar perusahaan Anda terhindar dari orang-orang yang lari dari tanggung jawab dan kesepakatan kerja yang sudah ditentukan. Pastinya perusahaan Anda tidak ingin merugi akibat membayar freelancer yang pergi sebelum project selesai dibuat dan hasil yang sesuai harapan.   Lakukan social media background check Social media background check tidak hanya dilakukan untuk menyeleksi karyawan tetap, namun juga efektif diterapkan sebelum merekrut pekerja freelance. Anda dapat memantau aktifitas kandidat melalui media sosial yang mereka miliki. Dari situ Anda bisa melihat kemampuannya berkomunikasi, hasil karya yang dibuat, keterampilan menulis, kemampuan bersosialisasi sampai sikap yang ditunjukkan dalam menanggapi informasi.   Temukan lewat platform freelancer terbaik Menemukan pekerja freelance memang agak tricky, namun Anda bisa dengan mudah menyeleksi dan menemukan kandidat terbaik dengan bantuan platform freelance yang tepat. Di TopKarir, Anda dapat mengiklankan lowongan freelance yang dibutuhkan, dan menyeleksi kandidat lebih mudah. Kelebihannya, Anda bisa langsung memilih dan mewawancarai kandidat freelancer secara virtual, tanpa perlu repot mempersiapkan interview offline.   Temukan kandidat muda terbaik untuk bergabung di perusahaan Anda di TopKarir, hubungi kami di sini. Tips-tips karir lainnya seputar HR bisa Anda temukan di Ruang HR TopKarir.
Komentar