Pencari Karir Pencari Kandidat

Memahami Exit Interview Sebagai Sarana Evaluasi Perusahaan

24 Maret 2021 20:03 3831 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 5 KALI DIBAGIKAN

Exit interview atau wawancara keluar didefinisikan sebagai bentuk wawancara yang dilakukan pada karyawan yang ingin keluar atau berhenti bekerja di perusahaan. Tidak banyak perusahaan yang melakukan sistem ini, tapi sejatinya Exit Interview punya dampak yang besar bagi  perusahaan. Karyawan yang memutuskan untuk resign pasti sudah mengenal kekurangan dan kelebihan yang dimiliki perusahaan Anda selama bekerja. Menyelami informasi dari sudut pandang karyawan dalam proses exit interview dilakukan sebagai salah satu cara melakukan evaluasi dan memperbaiki sistem yang berlaku di perusahaan Anda. Tapi perlu diingat bahwa exit interview tidak bertujuan untuk mengizinkan atau tidaknya karyawan keluar. Melihat manfaat dari exit interview, pahami lebih dalam metode wawancara ini.

 

Tujuan Exit Interview

Alasan beberapa perusahaan yang tidak melakukan exit interview salah satunya adalah sulit bekerja sama dengan karyawan yang keluar karena rasa kecewa terhadap perusahaan. Namun jika kasus turnover karyawan tinggi di perusahaan Anda, exit interview harus segera dilakukan untuk menggali penyebab karyawan memutuskan hubungan kerja dan memperbaiki sistem yang dianggap kurang memuaskan. Masalah kecil yang tidak diketahui dan terjadi di lingkup perusahaan Anda bisa jadi masalah besar jika tidak segera dicari jalan keluarnya.

 

Dengan exit interview, Anda akan memahami perspektif baru dari sisi karyawan yang selama ini tidak diketahui, membuka ruang untuk menyampaikan saran demi perbaikan sistem, manajemen karyawan sampai fasilitas. Sebagai HR Anda juga dapat menemukan syarat rekrutmen baru untuk menemukan kandidat yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Manfaat lain yang bisa didapatkan dengan adanya exit interview adalah menekan angka turnover tinggi di kemudian hari.

 

Panduan pertanyaan yang sering diajukan

Berikut beberapa pertanyaan yang diajukan pada saat exit interview :

  1. Apa alasan Anda resign?
  2. Apa yang tidak anda suka dari perusahaan ini?
  3. Apakah perusahaan Kami berhasil membantu Anda berkembang?
  4. Bagaimana hubungan Anda dengan atasan dan rekan kerja saat ini?
  5. Apa suka dan duka selama bekerja di perusahaan ini?

 

Sebagai metode mempertahankan karyawan terbaik

Sesi exit interview bisa menjadi sarana mempertahankan karyawan yang punya kontribusi besar bagi perusahaan. Tentu Anda tidak ingin melepaskan karyawan itu dengan mudah bukan? Biasanya perusahaan memberikan pertanyaan “Apa yang bisa kami lakukan untuk mempertahankan Anda di perusahaan ini?” Bahkan Anda bisa mengajukan penawaran kenaikan jabatan atau gaji untuk karyawan tersebut supaya ia mau mengurungkan niat keluar dari perusahaan Anda. Tapi perlu diingat kembali, bahwa Anda tidak bisa memaksakan kehendak untuk segala keputusan yang diambil karyawan.

 

Temukan kandidat muda terbaik untuk bergabung di perusahaan Anda bersama TopKarir, hubungi kami di sini. Tips-tips seputar dunia HR lainnya bisa Anda temukan di Ruang HR TopKarir.

 

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Merintis Karir Sebagai Account Executive, Keahlian Ini Wajib Dimiliki

Merintis Karir Sebagai Account Executive, Keahlian Ini Wajib Dimiliki

Jika kamu cermati, beberapa tahun belakangan ini tren dunia kerja semakin berubah mengikuti perkembangan industri. Mulai dari sistem perekrutan, tren pencari kerja, sistem kerja perusahaan, sampai bidang profesi yang tersedia. Account Executive adalah salah satu pekerjaan yang baru-baru ini jadi yang paling dicari perusahaan. Popularitas profesi ini di kalangan anak muda menjadikannya semakin diminati. Secara garis besar, Account Executive bertugas sebagai jembatan antara perusahaan dengan klien, sampai menghasilkan kerjasama yang menguntungkan bagi kedua belah pihak. Seorang AE bertanggung jawab membuat perencanaan, brainstorming, meeting, hingga budgeting. Tapi, sebelum kamu melamar pekerjaan sebagai seorang AE, cermati dulu 7 keahlian yang harus banget kamu punya di bawah ini.     Mampu melihat peluang besar bagi perusahaan   Seorang Account Executive harus bisa melihat potensi dari setiap situasi yang dihadapi. Ia dituntut untuk bisa memutuskan sebuah strategi yang berdampak besar bagi perusahaan saat ini dan kedepannya. Kalau kamu bisa menyeimbangkan kebutuhan klien dan perusahaan kamu sudah bisa dikatakan sukses jadi seorang AE.     Percaya diri dan public speaking yang baik   Jadi AE kamu bakal banyak kerja di luar kantor. Bertemu dengan klien sudah jadi “santapan” tiap hari, untuk itu diperlukan rasa percaya diri yang tinggi. Selain itu kamu juga dituntut untuk bisa menyesuaikan diri dengan karakteristik klien yang berbeda-beda. Kemampuan berkomunikasi juga penting banget kamu kuasai. Perusahaan akan semakin mudah menjalin kerjasama melalui mantra berupa kata-kata yang bisa bikin klien percaya. Sebaiknya asah kemampuan public speaking kamu dari sekarang karena hal ini juga berguna untuk banyak pekerjaan.     Kemampuan persuasi dan negosiasi yang mumpuni   Rutinitas kerja seorang AE salah satunya adalah presentasi di depan klien. Dalam perjalanan karirmu sebagai AE meyakinkan klien untuk bekerjasama atau tertarik dengan produk perusahaanmu bukanlah tugas yang mudah, apalagi di tengah kompetitor produk serupa. Bukan AE namanya kalau gak lihai membujuk klien. Klien akan sangat teliti sebelum memutuskan kerjasama. Kamu harus pintar negosiasi dan teliti untuk menimbang setiap poin kerjasama agar perusahaan nggak merugi.     Bijak dalam mengontrol emosi   Semakin jauh jejak karir seorang AE tentu semakin berat juga tantangannya. Komplain dari klien bukan hanya datang sekali dua kali. Kamu harus sabar mengontrol emosi. Di hadapan klien kamu harus bertindak profesional meski banyak tipikal klien yang “ngeyel” dan banyak permintaan. Senyumin aja, dengan begitu tantangan ini bisa mengubah pribadi kamu menjadi lebih kuat.   Pekerjaan apapun memiliki tantangannya tersendiri. Untuk itu keterampilan tertentu perlu kamu kuasai. Dengan mengikuti perkembangan tren profesi dan mengasah keterampilan, kamu bisa menyesuaikan diri dengan berbagai profesi populer saat ini. Intinya keterbukaan terhadap informasi dan keinginan untuk terus belajar akan membawa kamu pada karir yang tinggi.  Lowongan Account Executive terbaru di TopKarir bisa kamu temukan disini. Informasi dan tips-tips karir lainnya yang berguna untuk kesuksesan karir kamu ada di aplikasi TopKarir. Yuk download aplikasinya di App Store dan Play Store kamu sekarang.
Komentar