Pencari Karir Pencari Kandidat

Launching Apindo UMKM Akademi

24 Maret 2021 20:03 5144 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 5 KALI DIBAGIKAN

Menyambut era post Covid-19 ini, semakin penting bagi pelaku UMKM / IKM untuk secepatnya kembali bangkit dan membangun negeri. Investasi terhadap kebijakan pendampingan berkelanjutan dan pembinaan usaha UMKM / IKM agar “naik kelas” merupakan upaya yang sangat penting dan memiliki efek multiplier yang besar terhadap perekonomian. Sudah saatnya kita mengambil langkah nyata untuk menguatkan SDM pendamping dan kegiatan pendampingan itu sendiri, agar dapat dilakukan dengan lebih berkelanjutan, terstruktur, dan terukur.

 

Di era new normal seperti saat ini, memaksa kita untuk mematuhi protokol kesehatan dan moment ini menjadi sangat tepat menggunakan peran technology sebagai enabler untuk menyentuh para pelaku UMKM / IKM diseluruh nusantara untuk bisa mendengarkan kekurangan mereka dan mendampingi mereka untuk naik kelas.

 

Mengamati hal tersebut, APINDO sebagai jembatan Ekosistem UMKM / IKM, berupaya meningkatkan peran pengusaha dan professional untuk berkontribusi pada pembangunan UMKM / IKM di Indonesia, bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dan BPJS Ketenagakerjaan untuk mendukung UMKM / IKM menghadapi tantangan bisnis (termasuk menghadapi pandemi) dan mendukung program Pemerintah Republik Indonesia melalui Program APINDO UMKM ACADEMI.

 

Launching APINDO UMKM Akademi akan berlangsung Rabu, 17 Juni 2020m pukul 16.00-18.00 WIB, Live on Zoom & TopKarir

 

 

NARASUMBER

 

TETEN MASDUKI
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia

 

HARIYADI B SUKAMDANI
Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian APINDO

 

M. ADITYA WARMAN
Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan

 

RONALD WALLA
Ketua Bidang UMKM/IKM APINDO

 

JAHJA B. SOENARJO
Ketua CBF Indonesia
Wakil Ketua Umum APINDO DPP Jawa Barat

 

ARIEF BUDIMAN
Ketua Komite Pengembangan Wirausaha APINDO

 

EUIS SAEDAH
Ketua Komite Pengembangan Jaringan Usaha APINDO

 

DEWI MEISARI
Co-Founder UKMIndonesia.id
Ketua Komite Bidang Kajian APINDO

 

HILDA FACHRIZAH
Komite Bidang Kajian APINDO

 

LISHIA ERZA
CEO ASYX
Komite Pengembangan Kewirausahaan APINDO

 

SUHARTONO CHANDRA
President AMA Indonesia

 

BAYU JANITRA WIRJOATMODJO
CEO TopKarir Indonesia

 

Hosted By
HANDITO JOEWONO
CEO Arrbey
Komite Pengembangan Jaringan Usaha APINDO

 

GRATIS!!!

Benefit:
E-Certificate
Ilmu
Relasi

 

Link Registration
https://bit.ly/umkm-akademi

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Trik Jitu Mempromosikan Produk Usaha di Bulan Ramadan

Trik Jitu Mempromosikan Produk Usaha di Bulan Ramadan

Ramadan menjadi bulan yang penuh berkah, keberkahan ini juga terasa pada sektor usaha dikarenakan meningkatnya aktivitas jual beli masyarakat. Terlebih produk usaha di bidang kuliner.   Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Nielsen (perusahaan yang bergerak dibidang informasi global dengan melakukan riset terhadap informasi pemasaran), bisnis kuliner meraup pendapatan sebesar 45% pada 3 periode dan termasuk bulan Ramadhan.   Melihat meningkatnya minat beli masyarakat di bulan Ramadan, tentu harus bisa dimanfaatkan para pebisnis atau yang mau memulai bisnis untuk mendulang rezeki. Bagian krusial dari penjualan adalah promosi, tanpa promosi yang baik jangankan meningkatkan penjualan, produkmu bahkan nggak akan dikenal. Karena pentingnya kegiatan promosi, TopKarir berbagi cara ampuh mempromosikan produk usahamu agar laku di pasaran, yuk simak ulasan lengkapnya.   Riset perilaku konsumen saat bulan Ramadan Lakukan riset dan amati perubahan perilaku konsumen dan kebiasaan masyarakat pada saat Ramadan. Saat Ramadan, muslim yang menjalankan puasa pasti lebih banyak melakukan ibadah untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Hal ini bisa dijadikan strategi untuk melakukan pendekatan promosi melalui konten bertemakan ibadah, keislaman, berbagi atau hal-hal baik lainnya.   Kondisi pandemi covid-19 juga mengubah pola konsumsi masyarakat Indonesia. Kebijakan untuk tidak keluar rumah membuat masyarakat berpikir untuk membeli kebutuhan Ramadan dalam jumlah besar agar mengurangi intensitas keluar rumah. Sekarang masyarakat juga lebih berhati-hati membeli produk dengan mempertimbangkan higienitas. Karenanya kamu harus bisa meyakinkan calon konsumen melalui promosi bahwa produk yang kamu jual selain berkualitas juga steril.    Buat produk spesial Ramadan  Produk yang paling laris manis di bulan Ramadan adalah makanan dan minuman. Konsumen akan banyak berdatangan membeli produk untuk dikonsumsi pada saat berbuka dan sahur. Semakin banyak variasinya, maka konsumen akan lebih tertarik karena punya banyak pilihan.   Di situasi pandemi sekarang ini, produk makanan beku / frozen food lebih diminati, karena konsumen memilih berbelanja bahan makanan yang bisa bertahan lebih lama agar mengurangi frekuensi keluar rumah.   Produk yang nggak kalah laku di bulan Ramadan adalah produk pakaian Muslim, menjelang Hari Raya orang-orang akan berbondong-bondong membeli pakaian baru sebagai tradisi menyambut hari yang fitri. Tawarkan beberapa promosi seperti potongan harga, bonus pembelian dll.   Tentukan waktu yang tepat saat memasarkan produk Di bulan Ramadan ada beberapa waktu khusus dimana konsumen lebih banyak berselancar di internet. Berdasarkan data EcommerceIQ, kunjungan tertinggi orang-orang Indonesia ke situs e-commerce terjadi dua kali sehari selama bulan Ramadhan 2017. pertama yakni saat sahur, tepatnya pukul 04.00-05.00 WIB dan yang kedua ketika menjelang buka puasa sampai shalat Isya, yakni pukul 17.00-20.00 WIB. Hindari menjual produkmu saat satu minggu sebelum lebaran, karena konsumen berpikir apabila membeli kebutuhan lebaran terlalu mepet, harga akan semakin naik, stok produk yang dicari juga terbatas, atau kendala pengiriman akibat libur panjang.   Buat konten bernuansa Ramadan Pencarian keyword yang berhubungan dengan bulan Ramadan pada pencarian Google juga mengalami peningkatan. Membuat konten bertema Ramadan membuat kunjungan pada situs promosi kamu semakin tinggi, orang-orang akan berusaha menemukan konten yang mereka butuhkan selama Ramadan.   Gunakan dekorasi Ramadan sebagai pelengkap konten visual atau video produk kamu. Tambahkan tagar yang banyak digunakan saat Ramadan dalam konten promosi di media sosial, seperti Instagram, Facebook, Twitter atau yang sekarang sedang hype yaitu TikTok. Bangun hubungan dengan calon konsumen melalui pendekatan emosional, interaksi dan konten-konten yang relate dengan kehidupan mereka.   Optimalkan promosi melalui media online Sejak 2017 masyarakat lebih memilih media online untuk mengisi waktu luang selama berpuasa, dimana tahun-tahun sebelumnya televisi masih menjadi idola. Selain dapat menjangkau konsumen lebih luas, pemasaran melalui online dalam kondisi pandemi saat ini jauh lebih efektif karena orang-orang lebih memilih berbelanja aman dari rumah.   Selain itu promosi dengan memanfaatkan media online tidak membutuhkan biaya sepeserpun alias gratis. Kecuali kalau kamu mau menggunakan jasa influencer untuk mereview produkmu, setidaknya kamu harus memberikan produk gratis atau membayar jasanya sesuai tarif / kesepakatan. Carilah influencer dengan segmentasi followers sesuai target pembeli produk kamu.   Semoga tips di atas bisa menginspirasi Sahabat TopKarir yang membaca di rumah ya. Yuk temukan tips-tips dan informasi karir lainnya di aplikasi TopKarir. Download aplikasinya gratis di Play Store dan App Store!
Komentar