Pencari Karir Pencari Kandidat

Kenalan Yuk sama Profesi Account Manager, Cocok Buat Kamu yang Aktif dan Supel

25 Juni 2021 02:06 8101 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 7 KALI DIBAGIKAN

Kamu sering liat kan informasi lowongan pekerjaan untuk posisi Account Manager? Atau sedang mengincar posisi ini? Account manager memang salah satu pekerjaan yang banyak dicari di generasi milenial sekarang ini.

 

Account manager dapat ditemukan berbagai jenis perusahaan, seperti perusahaan konsultan, penyedia layanan, perusahaan teknologi, media, agensi periklanan, agensi public relation, agensi digital, perbankan, dll.

 

Account manager sendiri nggak terlepas dari sales dan customer service yang bertugas membantu memenuhi kebutuhan klien atau pelanggan.

 

Kesuksesan seorang account manager bisa dilihat dari seberapa baik ia membangun jaringan dan mempertahankan hubungan dengan klien.

 

Karenanya kalau kamu mau menjadi seorang account manager kamu menguasai kemampuan komunikasi persuasif dan juga bisa menjadi pendengar yang baik untuk memahami kebutuhan klien.

 

Menurut CareerExplorer, untuk menjadi seorang account manager selain kepercayaan diri juga dibutuhkan personaliti yang supel atau gampang bergaul. Apalagi tujuannya kalau bukan untuk mendekatkan diri dengan klien.

 

Meskipun account manager erat kaitannya dengan aktivitas sales, keduanya memiliki perbedaan dari segi tanggung jawab. Sales bertanggung jawab untuk menjual sebuah produk, biasanya dengan target closing yang sudah ditentukan.

 

Sedangkan tanggung jawab account manager nggak berhenti sampai di proses transaksi aja, mereka harus tetap berperan aktif untuk mengawasi proses seleksi, sistem, produksi sampai permintaan klien dapat terpenuhi.

 

Untuk bisa menjalankan pekerjaanya, account manager juga bekerja sama dengan product developer untuk memahami detail produk yang dihasilkan, sampai tim marketing untuk membahas strategi pemasaran yang efektif.

 

Proses pekerjaan seorang account manager terbilang panjang tapi kalau kamu sudah bisa menikmati flow-nya, kamu bakal nyaman jalani profesi ini. Supaya lebih siap jadi account manager kamu harus tau dan mulai mengasah beberapa keterampilan di bawah ini nih, yuk disimak.

 

Cari lowongan kerja di wilayah DKI Jakarta? Temukan selengkapnya di sini.

 

1. Kemampuan komunikasi

Kemampuan komunikasi terutama yang sifatnya persuasif sangat dibutuhkan kalau kamu mau menjadi account manager.

 

Kemampuan ini berguna untuk melobi agar klien mau bekerja sama atau membeli produk / jasa perusahaanmu. Kamu juga harus bisa menjadi pendengar yang baik untuk memahami secara detail apa yang klien inginkan.

 

2. Pintar melihat peluang

Seorang account manager harus bisa melihat peluang dalam berbisnis. Account manager nggak bisa hanya menunggu bola, ia justru harus menjemput peluang yang menguntungkan perusahaan.

 

Kemampuan melihat peluang bisa dilatih dengan melakukan beberapa penelitian untuk mengidentifikasi potensi pasar dan menemukan insight yang bisa digunakan dalam proses negosiasi.

 

3. Manajemen waktu yang efektif

Selanjutnya kamu juga harus mengasah kemampuan mengatur waktu dengan baik. Dalam industri periklanan misal, kamu harus bisa menawarkan estimasi waktu yang efektif untuk membuat sebuah iklan televisi.

 

Mulai dari proses pembuatan brief sampai iklan selesai diproduksi. Estimasi waktu harus realistis dan bisa diterima oleh kedua belah pihak baik perusahaan maupun klien.

 

Lagi cari lowongan kerja di wilayah DI Yogyakarta? Temukan selengkapnya di sini.

 

4. Memperhatikan detail

Seorang account manager bertanggung jawab bukan hanya untuk perusahaan tapi juga langsung kepada klien. Ibaratnya nih, account manager juga membawa citra perusahaan di mata semua klien yang dipegang.

 

Karena itu kesalahan yang dilakukan akan berdampak pada penilaian terhadap perusahaan. Untuk menghindari kesalahan tersebut, kamu harus punya ketelitian dan detail yang tinggi.

 

Itu tadi beberapa keterampilan yang harus dimiliki seorang account manager. Kalau kamu mau belajar tentang account manager lebih dalam lagi, kamu bisa ikuti pelatihan online-nya langsung bareng mentor profesional di TopEdu. Karena di TopEdu selain belajar jadi lebih mudah, kamu juga bisa bangun relasi langsung dengan mentor-mentor ternama.

 

Temukan tips-tips dan informasi karir lainnya di aplikasi TopKarir. Download aplikasinya gratis di Play Store dan App Store!



Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
5 Langkah Membuat Anggaran Keuangan Pribadi

5 Langkah Membuat Anggaran Keuangan Pribadi

Halofina - Setiap tujuan memerlukan rencana dan strategi untuk mencapainya, begitu juga dengan tujuan-tujuan keuangan kita perlu membuat perencanaan anggaran untuk mewujudkannya. Berikut lima langkah mudah yang dapat kita lakukan dalam membuat anggaran keuangan pribadi maupun keluarga.   Mulai Dengan Menentukan Tujuan Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menuliskan tujuan-tujuan keuangan kita secara jelas dan terukur, salah satunya menyertakan jumlah uang yang ditargetkan beserta dengan jangka waktunya agar bisa kita evaluasi. Sebagai contoh misalnya “memiliki dana darurat senilai 10 juta pada akhir bulan desember 2018”. Selanjutnya jumlah uang yang ditargetkan tersebut dibagi dengan jumlah bulan yang ada dari saat ini agar diketahui berapa target bulanannya.   Ketahui Total Penghasilan Bulanan Dalam membuat anggaran keuangan kita perlu mengetahui berapa penghasilan yang didapatkan setiap bulan, baik dari gaji maupun sumber pendapatan lainnya. Penting untuk diingat, hal yang dicatat adalah jumlah uang yang benar-benar diperoleh setelah potongan (pajak) maupun tunjangan (tunjangan kesehatan atau pensiun) bagi karyawan, atau keuntungan (penghasilan bersih) setelah dikurangi biaya operasional usaha bagi pengusaha, pedagang, atau freelancer.   Hitung Total Pengeluaran Bulanan Kita juga perlu menghitung seberapa besar uang yang dikeluarkan setiap bulan. Saat menghitung pengeluaran bulanan, hitung pengeluaran rutin (seperti belanja kebutuhan bulanan, uang makan harian, uang transportasi, uang pulsa, cicilan hutang, dll.) juga pengeluaran non-rutin (seperti misalkan biaya dokter dan hiburan). Nah bagi kalian yang bingung, untuk dapat mengetahui secara persis berapa pengeluaran bulanan akan lebih mudah jika selama 3-6 bulan awal kita melakukan aktivitas pencatatan setiap pengeluaran.   Buat Anggaran Realistis Setelah melakukan tiga langkah sebelumnya, selanjutnya kita bisa mulai membuat rencana anggaran dengan cara mengurangi total pemasukan bulanan (langkah ke 2) dengan akumulasi dari total pengeluaran bulanan (langkah ke 3) dengan target bulanan (langkah ke 1). Jika nilai akhirnya positif, artinya kita telah memiliki rencana anggaran keuangan yang realistis dan sesuai dengan gaya hidup saat ini. Sebaliknya jika nilai akhirnya negatif, artinya kita harus mengevaluasi kembali tujuan keuangan, cek kembali pos-pos pengeluaran dan pemasukan kita.   Cek Kembali Tujuan dan Pengeluaran Seperti yang sudah dijelaskan, jika rencana anggaran (langkah ke 4) bernilai negatif maka kita perlu mengevaluasi kembali rencana anggaran sebelumnya. Cek kembali pos-pos mana saja yang dapat diubah dan disesuaikan, dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan pokok. Misalnya kita dapat mengevaluasi prioritas pengeluaran, mana yang tetap harus masuk anggaran, mana yang bisa dihilangkan, atau dikurangi nilai anggarannya.   Selain itu kita juga dapat mempertimbangkan ulang target uang dan selang waktu dalam tujuan keuangan, bisa juga dengan mencari sumber pendapatan lain untuk menambah pemasukan, intinya proses evaluasi dapat membantu kita membuat anggaran yang realistis.   Content Provided by:  
Komentar