Pencari Karir Pencari Kandidat

Gaji UMR Jakarta 2021 Naik, Berapakah Besarannya?

29 Juni 2021 08:06 102266 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 11 KALI DIBAGIKAN

Salah satu hal yang perlu kamu perhatikan ketika melakukan negosiasi dengan perusahaan terkait gaji adalah besaran UMR atau upah minimum regional yang ditetapkan di masing-masing daerah. 

 

Penting bagi pekerja dan pencari kerja tahu besaran UMR untuk menentukan standar upah di wilayah terntentu. Pasalnya upah yang kamu dapatkan akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di domisili tempatmu bekerja.

 

Termasuk kamu yang mencari pekerjaan di DKI Jakarta, tentu perlu tahu berapa besaran gaji UMR Jakarta terbaru, yakni untuk tahun 2021.

 

Penetapan upah minimum berfungsi untuk melindungi pekerja dari eksploitasi. Pengetahuan tentang UMR Jakarta menjadi penting agar kamu tidak underpaid dalam bekerja. 

 

Merujuk pada Permenaker no. 1 Tahun 1999, penetapan UMR setiap daerah adalah berbeda. UMR dibagi menjadi dua tingkat, yakni UMR tingkat 1 yang berlaku di tingkat provinsi alias UMP dan UMR tingkat dua yang berlaku untuk wilayah Kabupaten atau Kota alias UMK. 

 

Cari lowongan kerja di wilayah Surabaya? Temukan selengkapnya di sini.

 

Besaran UMR Jakarta 2021

 

Pada tahun 2020, UMP untuk Provinsi DKI Jakarta ditetapkan naik sebesar 8,51% dari tahun sebelumnya menjadi Rp. 4.276.349 per bulan. Perihal Indonesia tengah memasuki masa pandemi COVID-19, kemudian Pemerintah memutuskan untuk kembali menaikkan UMP Jakarta dan UMR Provinsi lainnya.

 

Sebagaimana dikutip dari tirto ID, kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tersebut diatur dalam Surat Edaran Nomor M/11/HK.04/2020 yang mengatur tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). 

 

Penerbitan SE ini dilakukan dalam rangka penyesuaian terhadap UMP pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Dengan ditetapkannya Surat Edaran Nomor M/11/HK.04/2020 ini, maka resmi UMR Jakarta 2021 menjadi Rp. 4.416.186 per bulan.

 

Cari lowongan kerja di wilayah Tangerang Selatan? Temukan selengkapnya di sini.

 

Daftar Upah Minimum Provinsi (UMP) 2021 di 34 Provinsi Indonesia adalah sebagai berikut:

  • UMP 2021 DKI Jakarta: Rp 4.416.186
  • UMP 2021 Banten: Rp 2.460.968
  • UMP 2021 Jawa Barat: Rp 1.810.351
  • UMP 2021 Jawa Tengah: 1.798.979
  • UMP 2021 Yogyakarta: Rp 1.765.608
  • UMP 2021 Jawa Timur: Rp 1.868.000
  • UMP 2021 Kalimantan Utara: Rp 3.000.803
  • UMP 2021 Kalimantan Timur: Rp 2.981.378
  • UMP 2021 Kalimantan Tengah: Rp 2.903.144
  • UMP 2021 Kalimantan Selatan: Rp 2.877.447
  • UMP 2021 Kalimantan Barat: Rp 2.399.698
  • UMP 2021 Papua: Rp 3.516.700
  • UMP 2021 Papua Barat: Rp 3.134.600
  • UMP 2021 Sulawesi Utara: Rp 3.310.723
  • UMP 2021 Sulawesi Barat: Rp 2.571.328
  • UMP 2021 Sulawesi Tenggara: 2.552.014
  • UMP 2021 Sulawesi Tengah: Rp 2.303.711
  • UMP 2021 Sulawesi Selatan: Rp 3.165.876
  • UMP 2021 Gorontalo: Rp 2.586.900
  • UMP 2021 Bangka Belitung: Rp 3.230.022
  • UMP 2021 Kepulauan Riau: Rp 3.005.383
  • UMP 2021 Riau: Rp 2.888.563
  • UMP 2021 Aceh: Rp 3.165.030
  • UMP 2021 Sumatera Selatan: Rp 3.043.111
  • UMP 2021 Sumatera Utara: Rp 499.422
  • UMP 2021 Sumatera Barat: Rp 2.484.041
  • UMP 2021 Jambi: Rp 2.630.162
  • UMP 2021 Lampung: Rp 2.400.000
  • UMP 2021 Bengkulu: Rp 2.215.000
  • UMP 2021 Maluku: Rp 2.604.961
  • UMP 2021 Maluku Utara: Rp 2.721.530
  • UMP 2021 Bali: Rp 2.494.000
  • UMP 2021 NTB: Rp 2.183.883
  • UMP 2021 NTT: Rp 1.950.000

 

Upah minimum ditetapkan berdasarkan perhitungan yang melibatkan inflasi per tahun dan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III dan IV tahun sebelumnya dan kuartal I dan II tahun berjalan.  

 

Adapun penetapan UMR Jakarta atau UMP lainnya dihitung oleh pengupahan provinsi untuk selanjutnya diumumkan dan diputuskan oleh Gubernur.

 

Cari lowongan kerja di wilayah Kota Yogyakarta? Temukan selengkapnya di sini.

 

Yuk, temukan berbagai pekerjaan terbaik kamu di Top Karir. Intip juga tips karir selengkapnya di sini. Jangan lupa download aplikasi Top Karir sekarang dan mendapatkan info lowongan keja terbaru, info magang, tips karir, topkarir Klinik, Pelatihan online Topedu, dan sebagainya.


 

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Keuangan di 2021 Harus Lebih Baik, Begini Cara Mengaturnya

Keuangan di 2021 Harus Lebih Baik, Begini Cara Mengaturnya

Mengelola keuangan jadi salah satu problem besar sekaligus tantangan yang harus dihadapi banyak orang, khususnya generasi muda masa kini. Gimana nggak, godaan pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan makin menjadi-jadi di jaman yang serba praktis sekarang ini. Racun belanja online ada dimana-mana mulai dari review produk di Instagram, blog, sampai Tiktok. Cukup buka media sosial/e-commerce kita sudah bisa membeli apapun yang kita mau.   Tapi di tahun 2021 ini sudah seharusnya kita lebih cerdas mengatur keuangan, sebab kita masih hidup dalam ketidakpastian akibat pandemi covid-19 yang masih menghantui. Kondisi kesehatan dan finansial kapanpun bisa berubah, karenanya uang yang kita punya harus dikelola dengan baik untuk mengantisipasi keadaan buruk yang mungkin terjadi. Kamu pasti juga punya banyak harapan kan di 2020? Untuk mewujudkannya, beberapa juga butuh dukungan dana.   Sehat bukan cuma sekedar fisik, tapi kita juga harus sehat secara finansial. Mumpung masih muda, kita biasakan mengatur keuangan dengan bijak. Bukankah kita mau masa depan yang cerah, mapan, dan merdeka secara finansial? Nah, untuk memulainya ada beberapa catatan untuk mulai mengatur keuangan di awal tahun baru ini.   Tetapkan tujuan finansialmu Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menuliskan tujuan keuanganmu dengan jelas dan terukur, sertakan jumlah uang yang ditargetkan beserta jangka waktunya. Selanjutnya jumlah uang yang ditargetkan dibagi dengan jumlah bulan yang tersisa, supaya kamu tahu berapa target bulanannya.   Atau buat dua tujuan finansial yang terdiri dari satu tujuan yang tidak terlalu penting dan satu tujuan penting. Tujuan yang tidak terlalu penting misalnya traveling, tujuan yang penting bisa berupa dana darurat, membeli rumah, dana pensiun, atau proteksi kesehatan. Bisa senang-senang tapi aset masa depan juga nggak dilupakan.   Bedakan antara kebutuhan dan keinginan Hal lain yang harus dilakukan dalam mengatur keuangan adalah membedakan antara kebutuhan (need) dan keinginan (wants). Meski terdengar sama, tapi sebenarnya kedua hal ini sangat berbeda dan berpengaruh besar terhadap pengeluaran kamu nantinya. Ada tiga perbedaan mendasar antara kebutuhan dan keinginan : Kebutuhan itu sifatnya wajib dipenuhi, sedangkan keinginan tidak. Kebutuhan bersifat tidak bisa ditunda, sedangkan keinginan masih bisa. Kebutuhan dorongannya logis, sedangkan keinginan dorongannya emosional. Sebagai contoh, makan merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi, sifatnya akan berubah menjadi keinginan jika aktivitas makan itu sendiri harus dilakukan ketika perut sudah kenyang alias lapar mata aja.   Catat semua pengeluaran dan pemasukan Kita juga perlu menghitung berapa besar uang yang dikeluarkan setiap bulan. Saat menghitung pengeluaran bulanan, hitung pengeluaran rutin (seperti belanja kebutuhan, uang makan harian, uang transportasi, uang pulsa, cicilan hutang, dll.) juga pengeluaran non-rutin seperti biaya dokter dan hiburan. Nah kalau masih bingung, untuk tahu secara persis berapa pengeluaran bulanan akan lebih mudah jika selama 3-6 bulan awal kita melakukan aktivitas pencatatan setiap ada pemasukan dan pengeluaran.   Persiapkan dana darurat Dana darurat adalah sejumlah uang yang disimpan untuk keperluan darurat seperti kehilangan pekerjaan, bisnis yang menurun, keluarga yang sakit, kecelakaan atau menjadi korban pencurian. Sisihkan 20 sampai 30 persen pendapatan kamu untuk dana darurat.   Pilih instrumen yang mudah dicairkan dan rendah risiko seperti tabungan, deposito, emas atau reksadana pasar uang untuk menyimpan kas dana darurat. Idealnya kamu harus punya dana darurat sebesar 5 sampai 6 kali pengeluaran rutin bulanan. Dana darurat akan membantu kamu agar keuangan bulanan tidak terganggu (terdampak) oleh keadaan mendesak, karena sebelumnya kamu sudah menyediakan alokasi khusus.   Itu tadi beberapa poin yang perlu kamu ikuti untuk mulai mengatur keuangan dengan baik di awal tahun ini. Gimana? Sudah punya target untuk karir yang lebih mapan di tahun 2021 ini? Kamu bisa mulai meng-upgrade diri dengan mengikuti pelatihan online di TopEdu. Jadi talenta unggul dengan melengkapi skill dan kompetensi di era adaptasi sekarang ini. Yuk mulai pelatihan online-mu di sini!
Komentar